Kompas.com - 06/05/2021, 14:33 WIB
Kerabat membawa mayat seseorang yang meninggal karena COVID-19 ketika beberapa tumpukan kayu korban Covid-19 lainnya terbakar di krematorium di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). AP PHOTO/AMIT SHARMAKerabat membawa mayat seseorang yang meninggal karena COVID-19 ketika beberapa tumpukan kayu korban Covid-19 lainnya terbakar di krematorium di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021).

NEW DELHI, KOMPAS.com – India mengatakan, penyebab gelombang kedua Covid-19 di sana kemungkinan besar disebabkan oleh varian mutasi ganda yang pertama kali ditemukan pada Maret.

Sampel dengan varian mutasi ganda B.1.617 telah ditemukan di beberapa negara bagian dan dalam jumlah kasus yang tinggi.

Namun, seorang pejabat di Pusat Pengendalian Penyakit Nasional India mengatakan, mereka masih belum bisa sepenuhnya menemukan korelasi antara varian mutasi ganda dan tsunami Covid-19 di India saat ini.

Baca juga: Krematorium India Bakar Korban Covid-19 di Lahan Parkir dan Berlakukan Antrean Tiket

Melansir BBC, Kamis (6/5/2021), varian mutasi ganda adalah ketika dua mutasi bersatu dalam virus yang sama.

Sementara itu, India melaporkan 412.000 kasus baru dalam kurun waktu 24 jam pada Rabu (5/5/2021) dan 3.980 kematian akibat virus corona.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang penasihat ilmiah utama pemerintah India, K VijayRaghavan, mengakui bahwa para ahli tidak mengantisipasi keganasan lonjakan kasus virus corona di india.

Baca juga: Delapan Singa Asia di Kebun Binatang India Dinyatakan Positif Covid-19

Bahkan, dia memperingatkan bahwa India harus siap untuk menghadapi gelombang Covid-19 yang akan datang.

Tsunami Covid-19 di India saat ini telah melumpuhkan sistem perawatan kesehatan karena habisnya tempat tidur, oksigen, dan bahkan ruang krematorium.

Beberapa negara bagian di India menerapkan lockdown dan jam malam lokal. Tapi, pemerintah pusat enggan memberlakukan lockdown nasional karena khawatir akan berdampak pada perekonomian.

Baca juga: Dokter Residen India, Putuskan Hidup-Mati Pasien dalam Tugas Jaga Mencekam

Varian mutasi ganda

Dari sekitar 13.000 sampel yang diurutkan, lebih dari 3.500 sampel ditemukan varian yang menjadi perhatian, termasuk B.1.617, di delapan negara bagian.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X