Kompas.com - 06/05/2021, 14:10 WIB
Para perempuan Tatar Crimea mengibarkan bendera Tatar dan Ukraina dalam sebuah unjuk rasa di kota Simferopol, Crimea, Sabtu (8/3/2014). Beberapa perempuan itu bahkan membawa spanduk dengan tulisan Crima = Tatar. GENYA SAVILOV / AFPPara perempuan Tatar Crimea mengibarkan bendera Tatar dan Ukraina dalam sebuah unjuk rasa di kota Simferopol, Crimea, Sabtu (8/3/2014). Beberapa perempuan itu bahkan membawa spanduk dengan tulisan Crima = Tatar.

KIEV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal menuding Rusia yang menduduki Crimea berisiko memusnahkan bahasa asli warga lokal.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Rabu (5/5/2021) Shmyhal berujar, pendudukan Rusia di Republik Otonomi Crimea dan kota Sevastopol bertujuan membatasi lingkup fungsi bahasa Tatar Crimea.

Meski tidak ada larangan akses ke pendidikan bahasa ibu, pencaplokan itu disebutnya rawan memusnahkan bahasa Tatar yang merupakan bahasa penduduk asli Ukraina.

Baca juga: Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

"Sebagai bahasa penduduk asli Ukraina, bahasa Tatar Krimea merupakan bagian integral dari identitas, etnis, dan kesatuan budaya bangsa Ukraina."

"Kewajiban negara untuk memastikan perkembangan perbedaan linguistik masyarakat adat dijamin dalam Konstitusi Ukraina," kata PM Shmyhal dalam keterangan tertulis.

Bahasa Tatar Crimea sendiri termasuk dalam daftar UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger (2010) yang sangat terancam punah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu Crimea dan Sevastopol adalah tempat tinggal mayoritas penutur bahasa Tatar.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanjiran Ratusan Paket Misterius Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Kebanjiran Ratusan Paket Misterius Tidak Pernah Dipesan, Wanita Ini Terkejut Lihat Isinya

Global
7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

7 Tahun Pemerintahan Narendra Modi di Tengah Covid-19

Global
Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Presiden Filipina: Kalau Tolak Vaksin Covid-19, Saya Suntik Vaksin Babi

Global
Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Global
Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Thailand Punya Patung Buddha Raksasa Baru, Bisa Terlihat di Seluruh Ibu Kotanya

Global
Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Foto Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarga, Muncul Sedang Liburan di Madrid

Global
Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Global
Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Global
Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Global
Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Global
Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Global
Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Global
Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Global
Rusia dan Junta Militer Myanmar Nyatakan Komitmen Perkuat Hubungan Dua Negara

Rusia dan Junta Militer Myanmar Nyatakan Komitmen Perkuat Hubungan Dua Negara

Global
WHO: Puluhan Negara Miskin Kehabisan Dosis Vaksin Covid-19

WHO: Puluhan Negara Miskin Kehabisan Dosis Vaksin Covid-19

Global
komentar
Close Ads X