Krematorium India Bakar Korban Covid-19 di Lahan Parkir dan Berlakukan Antrean Tiket

Kompas.com - 06/05/2021, 13:46 WIB
Tumpukan kayu pemakaman dua puluh lima korban COVID-19 dibakar di krematorium terbuka yang didirikan di tambang granit di pinggiran Bengaluru, India, Rabu (5/5/2021). AP PHOTO/AIJAZ RAHITumpukan kayu pemakaman dua puluh lima korban COVID-19 dibakar di krematorium terbuka yang didirikan di tambang granit di pinggiran Bengaluru, India, Rabu (5/5/2021).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Krematorium India harus menggunakan lahan parkir atau lahan terbuka lainnya, dan memberlakukan sistem antrean tiket, demi memenuhi lonjakan kebutuhan kremasi korban gelombang kedua Covid-19.

Dalam dua minggu terakhir, jumlah kasus Covid-19 harian baru di India telah berulang kali memecahkan rekor global.

Di saat yang sama ribuan kematian baru setiap hari tercatat. Kondisi ini mendorong peningkatan permintaan kremasi, sebagai ritus kematian standar dalam agama Hindu, yang dominan dalam masyarakat India.

Krematorium yang kewalahan terus tertekan, meski layanan ini sudah bekerja nyaris 24 jam.

Baca juga: WHO: India Sumbang 46 Persen Kasus Baru Covid-19 di Dunia

Staf di krematorium Seemapuri di New Delhi baru-baru ini mendirikan beberapa platform pembakaran ekstra di tempat parkir untuk memenuhi permintaan yang mengejutkan, menurut laporan Insider.

"Sebelum pandemi, kami biasa mengkremasi delapan hingga 10 orang sehari. Sekarang, kami mengkremasi 100 hingga 120 sehari,” ujar Jitender Singh Shunty, kepala krematorium Seemapuri, kepada CNN.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Krematorium sangat sibuk, sehingga keluarga yang datang dengan kerabat yang sudah meninggal sekarang diminta untuk mengambil tiket. Mereka harus bergabung dalam antrean untuk menunggu giliran pembakaran.

Di kota Gurgaon, di negara bagian Haryana utara, staf di krematorium Madanpuri juga mengubah tempat parkir menjadi tempat kremasi sementara pada Senin (3/4/2021), menurut laporan The Times of India.

"Kami hanya memiliki ruang untuk mengkremasi 30 jenazah pada waktu tertentu. Kami terpaksa mendirikan 10 platform di area parkir," kata seorang juru kunci di krematorium kepada surat kabar tersebut.

Baca juga: Masalah Ini Buat Perjuangan Melawan Covid-19 di India Makin Sulit

Di sebuah krematorium besar di negara bagian Gujarat bagian barat, beberapa bagian logam dilaporkan mulai meleleh karena sudah dipakai begitu lama.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X