Israel Kembali Gempur Jalur Gaza Lewat Serangan Udara

Kompas.com - 17/04/2021, 14:58 WIB
Asap dan api membubung menyusul serangan udara Israel di Khan Yunis, di selatan Jalur Gaza pada 16 September 2020. Israel mengebom tempat itu setelah dua roket ditembakkan dari Gaza, dengan salah satunya jatuh di Ashdod dan melukai dua orang. AFP PHOTO/SAID KHATIBAsap dan api membubung menyusul serangan udara Israel di Khan Yunis, di selatan Jalur Gaza pada 16 September 2020. Israel mengebom tempat itu setelah dua roket ditembakkan dari Gaza, dengan salah satunya jatuh di Ashdod dan melukai dua orang.

GAZA CITY, KOMPAS.com – Militer Israel menyatakan, pihaknya melancarkan serangan udara terhadap sasaran di Jalur Gaza.

Serangan tersebut dilancarkan sebagai balasan atas serangan roket yang diluncurkan dari wilayah kantong Palestina tersebut sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Balas Serangan Roket, Israel Gempur Gaza dari Udara

Militer Israel mengatakan, serangan udara tersebut mengenai target yang dioperasikan oleh kelompok Hamas yang berkuasa di Gaza.

Target tersebut mencakup fasilitas pelatihan, pos peluncur rudal anti-pesawat, pabrik produksi beton, dan infrastruktur terowongan.

Sejumlah saksi dan sumber keamanan mengatakan, serangan itu menghantam dua tempat pelatihan milisi di Gaza selatan dan sasaran lain di Gaza tengah.

Seorang juru bicara Hamas mengatakan, meski wilayahnya digempur Israel, Gaza masih mampu bertempur dan tidak pecah.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Pertama Gaza Akhirnya Sampai Setelah Sempat Diblokir Israel

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah para milisi di Jalur Gaza menembakkan roket ke Israel selatan.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan, roket itu menghantam tanah terbuka dan tidak menimbulkan korban atau kerusakan.

Peluncuran roket yang dibalas dengan serangan udara tersebut merupakan insiden yang kedua dalam beberapa hari terakhir.

Pada Kamis (15/4/2021) malam waktu setempat, milisi Palestina juga menembakkan roket ke Israel selatan.

Baca juga: Palestina Sebut Israel Telah Memblokir Pengiriman Vaksin Mereka ke Jalur Gaza

Serangan itu mendorong militer Israel untuk melancarkan serangan udara balasan di Gaza. Serangan itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu, Israel memberlakukan blokade laut dan darat di Jalur Gaza setelah Hamas merebut kendali wilayah kantong itu pada 2007.

Sejak saat itu, Hamas dan Israel telah berperang sebanyak tiga kali hingga akhirnya kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata.

Meski rapuh, gencatan senjata tersebut telah bertahan dalam beberapa tahun terakhir kendati terkadang terjadi gejolak.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Tepi Barat dan Gaza, Tanggung Jawab Israel atau Otoritas Palestina?


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X