Bulu Mata Palsu Buatan UMKM Indonesia Tembus Pasar Bulgaria

Kompas.com - 17/04/2021, 13:23 WIB
Duta Besar RI untuk Bulgaria Iwan Bogananta (pojok kiri atas) menggelar pertemuan virtual dengan UMKM Indonesia.  KBRI SOFIADuta Besar RI untuk Bulgaria Iwan Bogananta (pojok kiri atas) menggelar pertemuan virtual dengan UMKM Indonesia.

SOFIA, KOMPAS.com – Awal pekan ini, UMKM asal Semarang, Permata Bangun Mandiri (PBM) telah memulai produksi untuk memenuhi pesanan dari Bulgaria.

UMKM tersebut memproduksi false eyelashes (bulu mata palsu), wig (rambut palsu), dan hair extensions sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com dari KBRI Sofia di Bulgaria, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Konsulat RI di Vancouver Tempatkan Produk UMKM di Pasar Daring Dunia di Tengah Pandemi Covid-19

Melalu pesanan tersebut, PBM untuk pertama kalinya mampu menembus pasar Eropa Timur dan Eropa Tenggara.

Duta Besar RI untuk Bulgaria Iwan Bogananta memuji kiprah UMKM tersebut yang telah mampu menembus pasar Bulgaria.

“Awal Ramadhan dan pandemi global tidak menyurutkan derap langkah KBRI untuk terus bekerja sama dengan UMKM menembus pasar luar negeri”, ujar Iwan dalam pertemuan virtual dengan UMKM Indonesia.

Sebelum mendapat pesanan ke Bulgaria, PBM sendiri sebenarnya telah mengekspor produknya ke Amerika Serikat (AS), Inggris, Ceko, dan Nigeria.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Muslim Bulgaria Gelar Tradisi Sunatan Massal

Di kancah internasional, Indonesia sebenarnya telah menjadi penyuplai utama produk false eyelashes dunia sejak 20 tahun terakhir.

Dalam hal kualitas, false eyelashes buatan Indonesia dinilai lebih superior dari pesaingnya.

Pasalnya, produk false eyelashes dari Indonesia dibuat dari perpaduan by hand dan by machine. Keseluruhan produk PBM sendiri dibuat secara hand-made guna mempertahankan kualitas.

Baca juga: Indonesia Hadiahi Presiden Bulgaria Sepeda Bambu Buatan Anak Bangsa

PBM memiliki salah satu workshop di Purbalingga. UMKM tersebut berharap lewas pesanan awal ini, produknya dapat merambah tidak hanya Bulgaria namun juga negara Eropa lainnya.

Dalam sebulan, PBM mampu memproduksi satu juta potong untuk produk false eyelashes, wig, dan hair extensions.

“Itu sedikit dari kami untuk bisa membantu negara. Dengan menarik devisa,” ujar pemilik PBM Darwanto.

Baca juga: Tak Peduli Aturan Jaga Jarak Covid-19, Ribuan Jemaat Kristen Ortodoks Rayakan Epifani di Bulgaria


Sumber Rilis
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X