10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

Kompas.com - 15/04/2021, 06:43 WIB
Kombinasi foto yang dibuat pada 4 Maret 2021 menunjukkan kerusakan (kiri atas) yang disebabkan tsunami pada 11 Maret 2011, dilihat dari kota Kesennuma, Prefektur Miyagi, Jepang. Are yang sama pada 14 Januari 2012 (kanan atas), kemudian pada20 Februari 2013 (kiri bawah), dan pada Februari ini (kanan bawah). AFP PHOTO/COMBOKombinasi foto yang dibuat pada 4 Maret 2021 menunjukkan kerusakan (kiri atas) yang disebabkan tsunami pada 11 Maret 2011, dilihat dari kota Kesennuma, Prefektur Miyagi, Jepang. Are yang sama pada 14 Januari 2012 (kanan atas), kemudian pada20 Februari 2013 (kiri bawah), dan pada Februari ini (kanan bawah).

TOKYO, KOMPAS.com – Jam berusia 100 tahun di sebuah kuil di Jepang yang rusak dalam gempa bumi dan tsunami pada 2011 mulai berdetak lagi.

Jam tua tersebut rusak setelah didera tsunami di pantai timur laut Jepang setelah gempa bumi dahsyat, yang menewaskan lebih dari 18.000 orang pada Maret 2011.

Baca juga: Jepang telah Cabut Peringatan Tsunami Pasca-gempa 7,2 Magnitudo

Jam itu kemudian dievakuasi oleh Bunshun Sakano, kepala Kuil Fumonji di Yamamoto, di wilayah Miyagi, Jepang.

Dia berupaya memperbaiki jam tersebut, namun tidak berhasil. Karena tidak berhasil, jam tersebut disimpan saja di kuil itu sebagaimana dilansir BBC, Rabu (14/4/2021).

Namun, 10 tahun kemudian, ketika gempa yang lebih kecil terjadi pada 13 Februari 2021, Sakano mengatakan jam itu mulai bekerja lagi.

Cerita bermula pada 2011. Kala itu, Miyagi dan Fukushima dilanda gempa bumi dahsyat dan tsunami yang parah.

Baca juga: 10 Tahun Usai Gempa dan Tsunami Jepang 2011, Warga Masih Trauma

Pada 11 Maret 2011, kuil Fumonji yang berjarak beberapa ratus meter dari bibir pantai itu dilanda gelombang tsunami.

Kuil tersebut luluh lantak, hanya pilar dan atapnya yang terhindar tersisa akibat diterjang tsunami.

Setelah bencana tersebut usai, Sakano melihat dan menyelamatkan jam tua itu di antara puing-puing.

Dia mencoba memperbaikinya, tetapi tidak berhasil berdetak hingga akhirnya jam itu cuma ditempelkan ke dinding saja.

Baca juga: Gempa M 7,2 Jepang Berpotensi Tsunami, KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ledakan Bom di Sekolah Afghanistan, 40 Tewas termasuk Anak-anak

Ledakan Bom di Sekolah Afghanistan, 40 Tewas termasuk Anak-anak

Global
Unik Global: Wanita Berkali-kali Hamil, Hindari Hukuman Penjara | Emas dan Segepok Uang Ditemukan di Sofa Buangan

Unik Global: Wanita Berkali-kali Hamil, Hindari Hukuman Penjara | Emas dan Segepok Uang Ditemukan di Sofa Buangan

Global
Hotel Bioskop Semakin Populer di China

Hotel Bioskop Semakin Populer di China

Global
Warga Muslim India Padati Pasar untuk Persiapan Idul Fitri, Abaikan Prokes

Warga Muslim India Padati Pasar untuk Persiapan Idul Fitri, Abaikan Prokes

Global
Wisata Luar Angkasa Siap Diuji Coba, Harga Tiket Hampir Rp 3 Miliar

Wisata Luar Angkasa Siap Diuji Coba, Harga Tiket Hampir Rp 3 Miliar

Global
Kota Kecil di Brasil Sukses Turunkan Kasus Covid-19 dengan 95 Persen Vaksinasi

Kota Kecil di Brasil Sukses Turunkan Kasus Covid-19 dengan 95 Persen Vaksinasi

Global
Potret Kuburan Sepeda di China, Hamparan Sampah Bekas Fasilitas Umum

Potret Kuburan Sepeda di China, Hamparan Sampah Bekas Fasilitas Umum

Global
Kisah Desa yang Tolak Proyek Internet Elon Musk, Khawatir Sinyal Ganggu Ternak

Kisah Desa yang Tolak Proyek Internet Elon Musk, Khawatir Sinyal Ganggu Ternak

Global
Uganda Buat UU Larang Tumbal Anak agar Orangtua Cepat Kaya, Pelanggar Dihukum Mati

Uganda Buat UU Larang Tumbal Anak agar Orangtua Cepat Kaya, Pelanggar Dihukum Mati

Global
China Remehkan Prediksi Roketnya Jatuh Tanpa Kendali ke Bumi

China Remehkan Prediksi Roketnya Jatuh Tanpa Kendali ke Bumi

Global
Trauma Diperkosa Sejak Kecil, Wanita di Singapura Berupaya Bunuh Putra Kandungnya

Trauma Diperkosa Sejak Kecil, Wanita di Singapura Berupaya Bunuh Putra Kandungnya

Global
Dubai Buka Restoran Tanpa Tirai Penutup Selama Ramadhan

Dubai Buka Restoran Tanpa Tirai Penutup Selama Ramadhan

Global
Wanita Ini 5 Kali Hamil dan Melahirkan Supaya Tidak Masuk Penjara

Wanita Ini 5 Kali Hamil dan Melahirkan Supaya Tidak Masuk Penjara

Global
Penerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Vietnam Meninggal Sehari setelah Disuntik

Penerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Vietnam Meninggal Sehari setelah Disuntik

Global
Tembus Pandang, Inilah Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Berani Coba?

Tembus Pandang, Inilah Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Berani Coba?

Global
komentar
Close Ads X