Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Kompas.com - 14/04/2021, 15:29 WIB
Dalam foto file 30 Maret 2021 ini, Kapal Ever Given, sebuah kapal kargo milik perusahaan galangan kapal besar Jepang Imabari Shipbuilding dan disewa oleh perusahaan pengangkutan dan pengiriman peti kemas Evergreen Marine Taiwan, terlihat tertambat di Great Bitter Lake Mesir. AP PHOTO/MOHAMED ELSHAHEDDalam foto file 30 Maret 2021 ini, Kapal Ever Given, sebuah kapal kargo milik perusahaan galangan kapal besar Jepang Imabari Shipbuilding dan disewa oleh perusahaan pengangkutan dan pengiriman peti kemas Evergreen Marine Taiwan, terlihat tertambat di Great Bitter Lake Mesir.

SUEZ, KOMPAS.com - Perusahaan Jepang pemilik Ever Given, yang disita setelah memblokir Terusan Suez, mengatakan pihaknya sedang bernegosiasi dengan otoritas Mesir terkait kompensasi pembebasan kapalnya.

Terbaru diketahui besaran kompensasi yang dituntut otoritas Mesir kepada perusahaan itu adalah 900 juta dollar AS (Rp 13,13 triliun).

Baca juga: Ever Given Tertahan Lagi, Harus Bayar Rp 14,5 T Kerugian Terusan Suez Baru Bebas Pergi

Kapal MV Ever Given seberat 200.000 ton terjebak secara diagonal di arteri perdagangan global yang sempit namun penting, dalam badai pasir pada 23 Maret.

Operasi pembebasan besar-besaran dilakukan selama enam hari untuk melepaskannya, dengan melibatkan lebih dari 800 pekerja.

Perusahaan data maritim Lloyd's List mengatakan penyumbatan oleh kapal, yang lebih panjang dari empat lapangan sepak bola, menahan kargo senilai 9,6 miliar dollar AS (Rp 140 triliun) setiap hari untuk pengiriman Asia dan Eropa.

Mesir juga kehilangan pendapatan antara 12 - 15 juta dollar AS (RP 175 - 218miliar) untuk setiap hari jalur air ditutup, menurut otoritas kanal.

Baca juga: Terusan Suez Akhirnya Pertimbangkan Opsi Pelebaran Kanal Tempat Ever Given Tersangkut

MV Ever Given kemudian disita "karena gagal membayar 900 juta dollar AS", kata kepala Otoritas Terusan Suez Osama Rabie seperti dikutip oleh surat kabar milik pemerintah Al-Ahram.

Nasibnya "sekarang ... di arena hukum," kata juru bicara pemilik kapal Shoei Kisen Kaisha kepada AFP, Rabu (14/4/2).

Seorang juru bicara yang tidak disebutkan namanya juga dikutip oleh kantor Pers Jiji Jepang, yang mengatakan bahwa perusahaan itu "berselisih dengan otoritas kanal dalam pembicaraan mengenai jumlah yang pantas (kompensasi)." Tetapi diskusi itu sedang berlangsung.

Kapal Ever Given milik Jepang, yang dioperasikan Evergreen Marine Taiwan, dan berbendera Panama, dipindahkan ke tempat berlabuh yang tidak mengganggu di kanal, setelah dibebaskan pada 29 Maret.

Pintu masuk kanal baik di utara dan selatan sudah dibersihkan dari kemacetan pada awal April. Sebelumnya sebanyak 420 kapal di kedua ujung kanal ikut tertahan karena tidak bisa melintas di jalur sempit itu.

Baca juga: Ada Kekuatan Alam Berperan dalam Pembebasan Kapal Ever Given dari Terusan Suez

Angka kompensasi dihitung berdasarkan "kerugian yang diderita oleh kapal yang tertahan, serta biaya pengapungan kembali (pembebasan kapal) dan pemeliharaan" kata Rabie, mengutip putusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Ekonomi Ismailia di Mesir.

Pelarangan kapal dan upaya penyelamatan intensif juga dilaporkan mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada kanal.

Terusan Suez menghasilkan Mesir lebih dari 5,7 miliar dollar AS (Rp 83,1 trilium) pada tahun fiskal 2019/20, menurut angka resmi. Pendapatannya hanya berubah sedikit dari 5,3 miliar dollar (Rp 77,3 triliun) yang diperoleh pada 2014.

 


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X