Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Kompas.com - 14/04/2021, 14:18 WIB
Foto tertanggal 14 Februari 2021 dari pantauan udara, menunjukkan PLTN Fukushima Daiichi yang dioperasikan TEPCO menjalankan prosedur dekomisioning untuk menyimpan air olahan. STR/JIJI PRESS via AFPFoto tertanggal 14 Februari 2021 dari pantauan udara, menunjukkan PLTN Fukushima Daiichi yang dioperasikan TEPCO menjalankan prosedur dekomisioning untuk menyimpan air olahan.

TOKYO, KOMPAS.com – Ketika Jepang menyetujui pembuangan lebih dari 1 juta ton air limbah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima ke laut, Tokyo mendapat kritik dari berbagai pihak.

Korea Selatan mengecam keputusan tersebut dan menyebutnya sama sekali tidak bisa ditoleransi. Seoul bahkan dan memanggil Duta Besar Jepang untuk Korea Selatan.

Baca juga: Jepang Akan Buang 1,25 Juta Ton Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut


Negara lain, China, juga mengungkapkan kekhawatiran yang besar atas keputusan Jepang tersebut. Selain itu, Taiwan juga mengajukan keberatan yang kuat.

Sementara itu, Jepang menepis kritik yang dialamatkan kepadanya atas keputusan membuang air limbah PLTN Fukushima ke laut sebagaumana New York Times, Selasa (13/4/2021).

“Negeri Sakura” mengatakan, alasan penolakan dan keberatan yang diajukan negara-negara tersebut tidak ilmiah.

Di bawah rencana tersebut, Jepang akan menggunakan filter yang kuat untuk menghilangkan semua bahan radioaktif dari air kecuali tritium.

Tririum merupakan isotop hidrogen yang menurut para ahli tidak berbahaya bagi kesehatan manusia dalam dosis kecil.

Baca juga: 10 Tahun Setelah Bencana PLTN Fukushima, Pengembangan Energi Nuklir di Jepang Terhenti

Tokyo mengatakan, air limbah PLTN tersebut sudah diolah dengan baik sesuai standar keamanan.

Tingkat radiasi pada pengolahan air limbah itu, menurut pemerintah, lebih rendah daripada yang ditemukan pada air minum.

Jepang juga berpendapat pembuangan air limbah PLTN semacam itu ke lautan adalah rutinitas di seluruh dunia.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Pembelot Korut Lolos dari Perbudakan dan Kelaparan, Kini Ikut Pemilu di Inggris

Cerita Pembelot Korut Lolos dari Perbudakan dan Kelaparan, Kini Ikut Pemilu di Inggris

Global
Temuan Langka Lampu Minyak Lengkap dengan Sumbu Berusia 2.000 Tahun di Israel

Temuan Langka Lampu Minyak Lengkap dengan Sumbu Berusia 2.000 Tahun di Israel

Global
AL AS Sita Ribuan Senjata Ilegal Buatan Rusia dan China di Laut Arab

AL AS Sita Ribuan Senjata Ilegal Buatan Rusia dan China di Laut Arab

Global
Pemerintahan Trump Ketahuan Intip Telepon 3 Jurnalis Washington Post

Pemerintahan Trump Ketahuan Intip Telepon 3 Jurnalis Washington Post

Global
Kastil Drakula Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 untuk Turis

Kastil Drakula Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 untuk Turis

Global
Covid-19 India Makin Ganas, Pensiunan Tenaga Kesehatan Militer Direkrut

Covid-19 India Makin Ganas, Pensiunan Tenaga Kesehatan Militer Direkrut

Global
KBRI Moskwa Gelar Final Permira Saat Hari Pendidikan Nasional

KBRI Moskwa Gelar Final Permira Saat Hari Pendidikan Nasional

Global
Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Internasional
Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam 'Russophobia' dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam "Russophobia" dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Global
Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Global
Dua Pria Lemparkan Kantong Penuh Kecoak ke Restoran, Bertepatan Perjamuan Polisi

Dua Pria Lemparkan Kantong Penuh Kecoak ke Restoran, Bertepatan Perjamuan Polisi

Global
Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Internasional
Diplomat AS, China, dan Rusia Desak Kerja Sama, tapi Masih Bertikai

Diplomat AS, China, dan Rusia Desak Kerja Sama, tapi Masih Bertikai

Global
China Angkat Suara Setelah Roketnya Jatuh di Samudra Hindia

China Angkat Suara Setelah Roketnya Jatuh di Samudra Hindia

Global
Roket China Long March 5B Pernah Pecah lalu Jatuh di Afrika

Roket China Long March 5B Pernah Pecah lalu Jatuh di Afrika

Global
komentar
Close Ads X