Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap "Maafkan" Kerajaan Inggris

Kompas.com - 14/04/2021, 14:10 WIB
Gambar yang dirilis Harpo Productions menunjukkan Pangeran Harry dan Meghan Markle berbicara mengenai anak kedua mereka dalam wawancara bersama Oprah Winfrey. Oprah with Meghan and Harry: A CBS Primetime Special disiarkan pada 7 Maret di Amerika Serikat dan berdurasi dua jam. AP PHOTO/HARPO PRODUCTIONS/Joe PuglieseGambar yang dirilis Harpo Productions menunjukkan Pangeran Harry dan Meghan Markle berbicara mengenai anak kedua mereka dalam wawancara bersama Oprah Winfrey. Oprah with Meghan and Harry: A CBS Primetime Special disiarkan pada 7 Maret di Amerika Serikat dan berdurasi dua jam.

LONDON, KOMPAS.com - Meghan Markle dilaporkan siap "memaafkan" Kerajaan Inggris setelah Pangeran Philip meninggal pekan lalu.

Duchess of Sussex disebut tidak ikut ke London bersama suaminya, Pangeran Harry, karena kondisi medis yang melarangnya terbang.

Sumber yang mengeklaim temannya mengungkapkan, Meghan tidak ingin menjadi 'pusat perhatian" jika pulang ke Inggris.

Baca juga: Meghan Markle Berusaha Keras Hadiri Pemakaman Pangeran Philip

Meski begitu, dia disebut siap "meminggirkan perbedaan" buntut wawancara kontroversial bersama Oprah Winfrey.

"Meghan mengatakan, saat ini fokus terebsarnya adalah mendukung Harry," jelas si teman kepada Mail Online.

Si teman menuturkan, Meghan Markle menyerahkan ke Pangeran Harry apakah dia harus hadir dalam pemakaman Pangeran Philip.

"Meghan berkata di masa sulit ini, keluarga harus bersatu, menyingkirkan perbedaan dan menyatukan diri," paparnya.

Dilansir Daily Mirror Selasa (13/4/2021), Meghan menuturkan dia siap "memaafkan dan melupakan semuanya".

Kabar itu muncul setelah sang suami merilis pernyataan penghormatan kepada sang kakek, yang meninggal pada Jumat (9/4/2021).

Duke of Sussex menyebut kakeknya, Duke of Edinburgh, sebagai "pria setia, penuh hormat, dan pandai bergurau".

Dia juga menyebut Pangeran Philip sebagai "jagoan dalam memanggang" sekaligus "legenda dalam lelucon".

Pangeran Harry menyebut Philip akan selalu ada di hatinya, Meghan, putra mereka Archie, dan calon anak kedua.

Dia kemudian memberikan pesan Per Mare, Per Terram, dalam bahasa Latin yang berarti Demi Laut, dan Demi Darat.

Semboyan itu digunakan oleh Marinir Inggris, di mana kakeknya sempat bertugas di angkatan laut.

Baca juga: Meghan Markle Tak Akan Hadiri Pemakaman Pangeran Philip, Ini Alasannya


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Internasional
Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam 'Russophobia' dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam "Russophobia" dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Global
Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Global
Dua Pria Lemparkan Kantong Penuh Kecoak ke Restoran, Bertepatan Perjamuan Polisi

Dua Pria Lemparkan Kantong Penuh Kecoak ke Restoran, Bertepatan Perjamuan Polisi

Global
Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Internasional
Diplomat AS, China, dan Rusia Desak Kerja Sama, tapi Masih Bertikai

Diplomat AS, China, dan Rusia Desak Kerja Sama, tapi Masih Bertikai

Global
China Angkat Suara Setelah Roketnya Jatuh di Samudra Hindia

China Angkat Suara Setelah Roketnya Jatuh di Samudra Hindia

Global
Roket China Long March 5B Pernah Pecah lalu Jatuh di Afrika

Roket China Long March 5B Pernah Pecah lalu Jatuh di Afrika

Global
Di Tempat Inilah Wahana Ruang Angkasa yang Mati 'Dikuburkan'

Di Tempat Inilah Wahana Ruang Angkasa yang Mati "Dikuburkan"

Global
Rembrandt, Pelukis Beraliran Baroque Menggunakan Teknik Impasto

Rembrandt, Pelukis Beraliran Baroque Menggunakan Teknik Impasto

Internasional
Junta Militer Myanmar Masukkan Pemerintah Bayangan sebagai Teroris

Junta Militer Myanmar Masukkan Pemerintah Bayangan sebagai Teroris

Global
Muncul Bukti Keterlibatan Israel dalam Pembunuhan Jenderal Top Iran

Muncul Bukti Keterlibatan Israel dalam Pembunuhan Jenderal Top Iran

Global
Kronologi Roket China Long March 5B Jatuh di Samudra Hindia, Dunia Sempat Tegang

Kronologi Roket China Long March 5B Jatuh di Samudra Hindia, Dunia Sempat Tegang

Global
Corona India Update: 4.000 Kematian 2 Hari Berturut-turut

Corona India Update: 4.000 Kematian 2 Hari Berturut-turut

Global
Korban Tewas Ledakan Bom di Sekolah Afghanistan Bertambah Jadi 50 Orang

Korban Tewas Ledakan Bom di Sekolah Afghanistan Bertambah Jadi 50 Orang

Global
komentar
Close Ads X