Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Kompas.com - 14/04/2021, 13:32 WIB
Meghan Inggris, Duchess of Sussex, Pangeran Harry dari Inggris, Duke of Sussex, Pangeran William dari Inggris, Duke of Cambridge dan Catherine dari Inggris, Duchess of Cambridge, berdiri di balkon Istana Buckingham pada 10 Juli 2018. AFP PHOTO/TOLGA AKMENMeghan Inggris, Duchess of Sussex, Pangeran Harry dari Inggris, Duke of Sussex, Pangeran William dari Inggris, Duke of Cambridge dan Catherine dari Inggris, Duchess of Cambridge, berdiri di balkon Istana Buckingham pada 10 Juli 2018.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang wanita asal India ingin Pangeran Harry ditahan, setelah mengaku janji bakal dinikahi bangsawan Inggris itu.

Si perempuan, diidentifikasi bernama Palwinder Kaur, mengeklaim dalam petisi yang dilayangkannya di Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana.

Palwinder mengungkapkan, dia dihubungi Duke of Sussex lewat media sosial. Setelah berkenalan cukup lama, dia mengaku dilamar oleh Harry.

Baca juga: Beda Pesan Penghormatan dari Pangeran William dan Harry untuk Pangeran Philip

Karena itu, dia meminta otoritas India mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Pangeran Harry.

Palwinder juga mendsaak agar Inggris menahan si bangsawan, dan mengekstradisnya sehingga dia bisa memenuhi janjinya.

Pengadilan jelas menolak permintaan wanita itu, dan menyatakan tidak ada bukti percakapannya dengan si pangeran.

Selain itu seperti diberitakan Daily Mail Selasa (13/4/2021), pengadilan memperingatkan Palwinder agar tak jadi korban catfishing.

Selain, yang aneh adalah dalam petisinya, Palwinder menyatakan Pangeran Harry sebagai "Pangeran Harry Middleton".

Seperti diketahui, Middleton merupakan nama keluarga dari Kate Middleton, istri Pangeran William yang notabene kakak Harry.

Baca juga: Tak Punya Gelar, Pangeran Harry Bakal Beda “Kostum” dengan Anggota Kerajaan Lainnya di Pemakaman Pangeran Philip

"Pemohon meminta agar Pangeran Harry Middleton, putra Pangeran Charles Middleton, ditahan dan dibawa ke India untuk memenuhi janjinya," jelas Palwinder.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X