Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Kompas.com - 14/04/2021, 12:00 WIB
Pria bernama Guy Frank (67) dibebaskan pada Kamis (8/4/2021) pekan lalu setelah The Innocence Project New Orleans terlibat dalam kasusnya melalui Unjust Punishment Project. Dia dibebaskan setelah menghabiskan 20 tahun di penjara karena mencuri dua kemeja. THE INNOCENCE PROJECT NEW ORLEANS via DAILY MAILPria bernama Guy Frank (67) dibebaskan pada Kamis (8/4/2021) pekan lalu setelah The Innocence Project New Orleans terlibat dalam kasusnya melalui Unjust Punishment Project. Dia dibebaskan setelah menghabiskan 20 tahun di penjara karena mencuri dua kemeja.

NEW ORLEANS, KOMPAS.com – Seorang pria di Amerika Serikat (AS) akhirnya dibebaskan setelah menghabiskan 20 tahun di penjara karena mencuri dua kemeja.

Pria bernama Guy Frank (67) tersebut dibebaskan pada Kamis (8/4/2021) pekan lalu setelah The Innocence Project New Orleans terlibat dalam kasusnya melalui Unjust Punishment Project.

Baca juga: Kisah Durga Timsina Dipenjara 41 Tahun Tanpa Sidang, Dijebak Orang dan Namanya Salah Catat

Pria asal Louisiana, AS, tersebut dipenjara sangat lama setelah ditangkap pada September 2000 karena salah satunya melakukan pencurian dua kemeja dengan harga di bawah 500 dollar AS, sekitar Rp 5 juta kala itu.

Pencurian di bawah 500 dollar AS digolongkan sebagai kejahatan saat itu. Namun sejak 2010, pelanggaran itu digolongkan sebagai pelanggaran ringan.

Selain itu, Frank juga dijerat dengan three-strikes laws, yang memungkinkan jaksa untuk menuntut hukuman lebih keras terhadap terdakwa dengan tuduhan dan hukuman sebelumnya.

Sebelum mencuri kemeja dari Saks Fifth Avenue di New Orleans, Louisiana, Frank telah ditangkap 36 kali dan dihukum setidaknya tiga tindak pidana.

Baca juga: Disiksa di Penjara, Kaki dan Tangan Alexei Navalny Mati Rasa

Three-strikes laws lama menjadi sorotan ketat karena berkontribusi pada penahanan massal dan memperburuk ketidaksetaraan rasial di Louisiana.

“Kasus Frank menunjukkan, betapa orang kulit hitam yang miskin dipengaruhi secara tidak proporsional oleh hukuman ekstrem ini,” kata Innocence Project New Orleans.

“Sulit membayangkan ada orang kulit putih yang memiliki sumber daya akan menerima hukuman ini untuk kasus semacam ini, '' sambung Innocence Project New Orleans.

Three-strikes laws juga telah dikritik karena hanya berfokus pada hukuman, bukannya merehabilitasi atau pencegahan kejahatan.

Baca juga: 7 Sipir dan 1 Tahanan Tewas di Septic Tank Penjara, Penyebabnya Masih Misteri

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Bioskop Semakin Populer di China

Hotel Bioskop Semakin Populer di China

Global
Warga Muslim India Padati Pasar untuk Persiapan Idul Fitri, Abaikan Prokes

Warga Muslim India Padati Pasar untuk Persiapan Idul Fitri, Abaikan Prokes

Global
Wisata Luar Angkasa Siap Diuji Coba, Harga Tiket Hampir Rp 3 Miliar

Wisata Luar Angkasa Siap Diuji Coba, Harga Tiket Hampir Rp 3 Miliar

Global
Kota Kecil di Brasil Sukses Turunkan Kasus Covid-19 dengan 95 Persen Vaksinasi

Kota Kecil di Brasil Sukses Turunkan Kasus Covid-19 dengan 95 Persen Vaksinasi

Global
Potret Kuburan Sepeda di China, Hamparan Sampah Bekas Fasilitas Umum

Potret Kuburan Sepeda di China, Hamparan Sampah Bekas Fasilitas Umum

Global
Kisah Desa yang Tolak Proyek Internet Elon Musk, Khawatir Sinyal Ganggu Ternak

Kisah Desa yang Tolak Proyek Internet Elon Musk, Khawatir Sinyal Ganggu Ternak

Global
Uganda Buat UU Larang Tumbal Anak agar Orangtua Cepat Kaya, Pelanggar Dihukum Mati

Uganda Buat UU Larang Tumbal Anak agar Orangtua Cepat Kaya, Pelanggar Dihukum Mati

Global
China Remehkan Prediksi Roketnya Jatuh Tanpa Kendali ke Bumi

China Remehkan Prediksi Roketnya Jatuh Tanpa Kendali ke Bumi

Global
Trauma Diperkosa Sejak Kecil, Wanita di Singapura Berupaya Bunuh Putra Kandungnya

Trauma Diperkosa Sejak Kecil, Wanita di Singapura Berupaya Bunuh Putra Kandungnya

Global
Dubai Buka Restoran Tanpa Tirai Penutup Selama Ramadhan

Dubai Buka Restoran Tanpa Tirai Penutup Selama Ramadhan

Global
Wanita Ini 5 Kali Hamil dan Melahirkan Supaya Tidak Masuk Penjara

Wanita Ini 5 Kali Hamil dan Melahirkan Supaya Tidak Masuk Penjara

Global
Penerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Vietnam Meninggal Sehari setelah Disuntik

Penerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Vietnam Meninggal Sehari setelah Disuntik

Global
Tembus Pandang, Inilah Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Berani Coba?

Tembus Pandang, Inilah Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Berani Coba?

Global
156 Kotak Misteri Disita di China, Berisi Anak Anjing dan Kucing dengan Kondisi Memprihatinkan

156 Kotak Misteri Disita di China, Berisi Anak Anjing dan Kucing dengan Kondisi Memprihatinkan

Global
Agar Anaknya Aman, Wanita Bangun Jembatan Penyeberangan dari Uang Sendiri, Habis Rp 2,1 Miliar

Agar Anaknya Aman, Wanita Bangun Jembatan Penyeberangan dari Uang Sendiri, Habis Rp 2,1 Miliar

Global
komentar
Close Ads X