NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

Kompas.com - 14/04/2021, 11:26 WIB
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berbicara selama konferensi pers menjelang pertemuan menteri pertahanan NATO di markas NATO di Brussels, Senin, 15 Februari 2021. AP PHOTO/OLIVIER HOSLETSekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berbicara selama konferensi pers menjelang pertemuan menteri pertahanan NATO di markas NATO di Brussels, Senin, 15 Februari 2021.

BRUSSELS, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg pada Selasa (13/4/2021) mengatakan pada Rusia untuk mengakhiri eskalasi militer di sekitar Ukraina yang "tidak dibenarkan".

Kekhawatiran tentang ketegangan Ukraina dan Rusia meningkat, karena konflik yang telah lama mendidih di timur Ukraina bisa kembali menjadi pertempuran yang lebih luas, setelah laporan pergerakan pasukan utama Rusia dan intensifikasi bentrokan dengan separatis yang didukung Moskwa.

"Pembangunan militer Rusia yang cukup besar tidak dapat dibenarkan, tidak dapat dijelaskan dan sangat memprihatinkan," kata Stoltenberg, seperti yang dilansir dari AFP pada Selasa (14/3/2021).

Baca juga: Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina Tong Mesiu

"Rusia harus mengakhiri pembangunan militer ini di dalam dan sekitar Ukraina, menghentikan provokasinya dan segera menurunkan ketegangan," lanjutnya.

"Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia telah memindahkan ribuan pasukan siap tempur ke perbatasan Ukraina, pasukan Rusia terbesar sejak aneksasi ilegal Krimea pada 2014," terangnya Stoltenberg.

Ukraina menekan kepada kekuatan Barat untuk memberikan dukungan "praktis" agar bisa mencegah agresi baru dari Moskwa. Ukraina bergabung dengan aliansi yang didukung AS pada 2008.

Baca juga: Rusia Rayakan 60 Tahun Penerbangan Pertama Manusia ke Luar Angkasa

"Rusia tidak akan dapat mengejutkan siapa pun lagi. Ukraina dan teman-teman kami tetap waspada," kata Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba bersama dengan kepala NATO.

"Kami tidak dan tidak akan kehilangan waktu, dan jika Moskwa mengambil langkah sembrono atau memulai kekerasan baru, itu akan memiliki konsekuensi besar dalam semua hal," jelas Kuleba.

Di tengah ketegangan Ukraina dan Rusia, Kuleba akan mengadakan pembicaraan di Brussel pada Selasa malam waktu setempat (13/4/2021) dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang telah kembali untuk melakukan pertemuan baru di NATO, setelah kunjungan bulan lalu.

Baca juga: Pasukan Rusia Mendekat, Ukraina Ancam Mereka Bisa Terprovokasi

Kremlin, yang tidak membantah pergerakan pasukan di sepanjang perbatasan, mengatakan pihaknya tidak berencana untuk berperang dengan Ukraina.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X