Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Skandal Anak-anak Inggris Jadi "Kelinci Percobaan", Terpapar Hepatitis C dan HIV

Kompas.com - 22/04/2024, 10:45 WIB
BBC News Indonesia,
Aditya Jaya Iswara

Tim Redaksi

LONDON, KOMPAS.com - Tabir skandal kontaminasi darah di Inggris kian terkuak. BBC News memperoleh banyak dokumen yang menunjukkan betapa anak-anak di negara itu pada 1970-an dan 1980-an mengikuti uji coba medis dengan menggunakan produk darah yang sudah terinfeksi.

Berbagai dokumen ini menyibak sebuah dunia rahasia di mana anak-anak di Inggris menjadi korban uji klinis—sesuatu yang terjadi ketika para dokter menempatkan tujuan riset di atas kebutuhan pasien.

Praktik ini berlanjut hingga lebih dari 15 tahun dan melibatkan ratusan orang—sebagian besar terkena hepatitis C dan HIV.

Baca juga: Skandal Jam Tangan Rolex Presiden Peru, Boluarte Mengaku Itu Barang Sewaan

Satu pasien mengaku diperlakukan bak “kelinci percobaan”—seperti yang diutarakannya kepada BBC.

Uji coba medis ini melibatkan anak-anak yang menderita gangguan pembekuan darah atau hemofilia. Keluarga anak-anak ini seringnya tidak menyetujui buah hatinya menjadi bagian dari percobaan.

Mayoritas anak yang mengikuti uji coba sudah berada di liang kubur.

Seluruh dokumen tadi juga menunjukkan bagaimana para dokter di pusat-pusat hemofilia di seluruh penjuru negeri menggunakan produk darah meski kemungkinan terkontaminasinya sudah banyak yang tahu.

Inggris mengalami kelangkaan produk darah pada 1970-an dan 80-an sehingga harus mengimpornya dari AS.

Donor-donor berisiko tinggi seperti narapidana dan pencandu obat-obatan terlarang memberikan plasma darah untuk pengobatan—tetapi ternyata mengandung virus-virus yang berpotensi fatal termasuk hepatitis C—yang menyerang hati dan menyebabkan sirosis dan kanker—dan HIV.

Satu produk darah, disebut Faktor VIII, dinilai sangatlah efektif untuk menghentikan pendarahan tetapi juga diketahui sudah terkontaminasi virus.

Penyelidikan publik atas skandal ini tengah bergulir dan laporan akhirnya dijadwalkan terbit pada Mei mendatang.

Baca juga: Skandal Aplikasi Pornografi Deepfake Guncang Kota Kecil Spanyol dan AS

"Kelinci percobaan"

Luke O'Shea-Phillips (42) mengidap hemofilia ringan. Oleh karena kelainannya ini, dia lebih gampang menderita memar juga mengalami pendarahan.

Luke terkena virus yang berpotensi fatal dan mematikan—hepatitis C—saat dirawat di Rumah Sakit Middlesex di London bagian tengah pada 1985. Waktu itu umurnya baru tiga tahun dan dia diboyong ke rumah sakit karena ada luka kecil di mulutnya.

Dokumen-dokumen yang ditelaah BBC menunjukkan Luke sengaja diberikan produk darah—yang dokternya tahu kemungkinan sudah terinfeksi—supaya Luke dapat mengikuti uji coba medis.

Sang dokter ingin tahu seberapa besar kemungkinan pasien-pasien terkena penyakit dari versi baru Faktor VIII yang sudah diberi terapi panas.

Walaupun Luke sebelumnya belum pernah mendapat pengobatan untuk kondisinya, dia diberikan Faktor VIII yang sudah diberi terapi panas untuk menghentikan pendarahan di mulutnya.

Surat dari dokter yang merawat Luke, Dr Samuel Machin, yang ditujukan ke ahli hemofilia lainnya, dijadikan bukti dalam penyelidikan publik atas skandal kontaminasi darah ini.

Dalam suratnya kepada Peter Kernoff di Rumah Sakit London's Royal Free, Dr Machin menjelaskan secara detail pengobatan Luke dan seorang anak laki-laki lainnya.

“Saya harap mereka akan cocok untuk uji coba terapi panas Anda,” tulis Dr Machin.

Penyelidikan publik atas skandal ini tengah bergulir dan laporan akhirnya dijadwalkan terbit pada Mei mendatang.GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Penyelidikan publik atas skandal ini tengah bergulir dan laporan akhirnya dijadwalkan terbit pada Mei mendatang.
Berbulan-bulan sebelumnya, Dr Kernoff memberikan imbauan kepada rekan-rekan sejawatnya untuk mengidentifikasi pasien-pasien yang cocok untuk uji coba klinis. Secara spesifik, Dr Kernoff berkata bahwa mereka haruslah “pasien yang belum pernah diobati”.

Julukan pasien ini adalah “perawan hemofilia”—seperti tertulis dalam rekam medis Luke yang disusun Dr Machin.

“Saya adalah kelinci percobaan di uji coba klinis yang mungkin bisa membunuh saya,” Luke bertutur kepada BBC.

“Tidak ada kata-kata lain untuk menjelaskannya—pengobatan saya diubah supaya saya bisa ikut uji medis. Perubahan pengobatan ini membuat saya terkena penyakit mematikan—hepatitis C—tetapi ibu saya bahkan tidak diberitahu.”

“Bagi dunia medis, luar biasa sekali faedahnya seorang perawan hemofilia,” imbuh Luke.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com