Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Helikopter Militer Jepang Jatuh ke Laut Saat Latihan, 7 Orang Hilang 

Kompas.com - 21/04/2024, 07:40 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP,NHK

TOKYO, KOMPAS.com - Dua helikopter militer Jepang terlibat kecelakaan di laut pada Sabtu (20/4/2024) malam.

Seorang juru bicara Pasukan Pertahanan Diri Jepang (SDF) pada Minggu (21/4/2024) mengonfirmasi, baru ada satu orang yang berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut.

Sementara, tujuh orang lainnya belum ditemukan.

Baca juga: Jepang Akhirnya Izinkan Orangtua Bercerai Berbagi Hak Asuh Anak

Menteri Pertahanan Jepang Minoru Kihara mengatakan, bahwa tim penyelamat telah melihat apa yang diyakini sebagai bagian dari pesawat di laut dan pihaknya yakin kedua helikopter itu jatuh.

"Pada saat ini penyebabnya belum diketahui, tetapi pertama-tama kami melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa," kata Kihara kepada para wartawan, sebagaimana dikutip dari AFP.

Dia mengatakan, helikopter-helikopter itu sedang melakukan latihan untuk melawan kapal selam di malam hari.

Lebaga penyiar publik Jepang, NHK, melaporkan helikopter-helikopter itu tampaknya jatuh saat latihan malam hari di lepas pantai Kepulauan Izu di Samudra Pasifik.

"Komunikasi dengan salah satu helikopter terputus pada Sabtu pukul 22.38 waktu setempat di lepas pantai pulau Torishima, dan satu menit kemudian sinyal darurat diterima dari pesawat ini," ungkap NHK.

Sekitar 25 menit kemudian, sekitar pukul 23.04 waktu setempat, pihak militer menyadari bahwa komunikasi dengan pesawat lainnya juga hilang di area yang sama.

Baca juga: Saat Ular Ditemukan di Kereta Cepat Shinkansen Jepang...

Helikopter Mitsubishi SH-60K dari Pasukan Bela Diri Maritim (MSDF) sebagian besar berbasis dan beroperasi dari kapal perusak angkatan laut.

"MSDF mengatakan karena tidak ada pesawat atau kapal lain di perairan terdekat, keterlibatan negara lain dalam insiden itu tidak mungkin terjadi," tambah NHK.

Jepang meningkatkan belanja pertahanan dan memperdalam kerja sama dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain di Asia sebagai tanggapan atas meningkatnya ketegasan Tiongkok di kawasan itu dan Korea Utara yang tidak dapat diprediksi.

Bulan April lalu, sebuah helikopter militer Jepang yang membawa 10 orang di dalamnya jatuh di lepas pantai pulau Miyako di selatan Okinawa. Tidak ada yang selamat.

Dua pilot, dua mekanik, dan enam anggota kru berada di dalam UH-60JA, termasuk seorang jenderal angkatan darat dari divisi ke-8.

Pada Januari 2022, sebuah jet tempur Jepang jatuh di perairan di lepas pantai wilayah Ishikawa tengah, menewaskan dua pilot di dalamnya.

Dan pada tahun 2019, sebuah jet tempur siluman F-35A jatuh ke laut setelah lepas landas dari timur laut Jepang dalam sebuah misi pelatihan. 

Pilot yang tewas dalam kecelakaan itu tampaknya menderita disorientasi spasial.

November lalu, sebuah pesawat militer Osprey milik militer AS jatuh di lepas pantai Jepang, menewaskan kedelapan orang di dalamnya, dalam kecelakaan terbaru dari serangkaian kecelakaan fatal.

Baca juga: PM Jepang: Ukraina Berisiko Terpuruk Tanpa Dukungan AS

Hal ini mendorong keputusan Amerika Serikat pada bulan berikutnya untuk mengandangkan pesawat di seluruh dunia. Jepang juga mengandangkan armadanya dengan pesawat yang sama.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com