Kompas.com - 13/04/2021, 23:07 WIB
Bentrok antara demonstran dan pihak keamanan di Yangon, Myanmar. AFP PHOTO/MIN HTAT SANBentrok antara demonstran dan pihak keamanan di Yangon, Myanmar.

JENEWA, KOMPAS.com - Kepala HAM PBB memperingatkan pada Selasa (13/4/2021) kemungkinan kejahatan kemanusian di Myanmar dapat menuju konflik besar, seperti Perang Saudara yang melanda Suriah.

Kantor HAM PBB mendesak negara-negara untuk mengambil tindakan segera dan tegas terhadap para jenderal militer yang berada di balik kudeta Myanmar 1 Februari, agar berhenti dalam "kampanye penindasan dan pembantaian rakyatnya".

"Saya khawatir situasi di Myanmar sedang menuju konflik besar-besaran," kata Michelle Bachelet, Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, dalam pernyataan itu, seperti yang dilansir dari AFP pada Selasa (13/4/2021).

"Negara tidak boleh membiarkan kesalahan mematikan di masa lalu, di Suriah dan di tempat lain terulang kembali," lanjutnya.

Baca juga: Inilah Para Korban Penembakan Maut Aparat Myanmar, dari Penyuka TikTok hingga Tukang Ojek

Myanmar berada dalam kekacauan dan ekonominya lumpuh sejak militer merebut kekuasaan dari pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

Tindakan keras junta militer terhadap perbedaan pendapat telah mengakibatkan korban tewas sipil mencapai setidaknya 710 pada Senin malam (12/4/2021), termasuk 50 anak, menurut kelompok pemantau setempat.

Sementara itu, kelompok pemberontak bersenjata etnis telah meningkatkan serangan terhadap militer dan polisi dalam beberapa pekan terakhir, meningkatkan kekhawatiran Myanmar yang berkembang menjadi konflik sipil yang lebih luas.

Kemudian, militer membalas dengan serangan udara yang dilaporkan telah membuat ribuan warga sipil mengungsi.

Baca juga: Membedah Gurita Bisnis Anak Istri Petinggi Militer di Myanmar yang Menggiurkan

"Militer tampaknya bermaksud untuk meningkatkan kebijakan kekerasannya yang kejam terhadap rakyat Myanmar, menggunakan persenjataan kelas militer dan tanpa pandang bulu," kata Bachelet.

"Ada gema yang jelas tentang Suriah pada 2011," ujar Bachelet memperingatkan tentang dimulainya Perang Saudara yang selama dekade terakhir, telah menewaskan hampir 400.000 orang dan memaksa lebih dari 6 juta orang meninggalkan negara Suriah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wajah-wajah Figur Publik Ini Dicuri oleh Akun Medsos Palsu untuk Dukung Vladimir Putin

Wajah-wajah Figur Publik Ini Dicuri oleh Akun Medsos Palsu untuk Dukung Vladimir Putin

Global
Korea Selatan Sampaikan Komitmen Mau Bantu Korea Utara Lawan Covid-19

Korea Selatan Sampaikan Komitmen Mau Bantu Korea Utara Lawan Covid-19

Global
Sertifikat Vaksin Covid-19 PeduliLindungi Diakui di Seluruh Negara ASEAN

Sertifikat Vaksin Covid-19 PeduliLindungi Diakui di Seluruh Negara ASEAN

Global
NATO Yakin Turki Tak Akan Halangi Finlandia dan Swedia Jadi Anggota

NATO Yakin Turki Tak Akan Halangi Finlandia dan Swedia Jadi Anggota

Global
India Larang Ekpor Gandum karena Gelombang Panas Rusak Panen

India Larang Ekpor Gandum karena Gelombang Panas Rusak Panen

Global
NATO Yakin Ukraina Akan Menang Perang Lawan Rusia

NATO Yakin Ukraina Akan Menang Perang Lawan Rusia

Global
Orangtua di India Gugat Anaknya Rp 10 Miliar karena Tak Kunjung Dapat Cucu

Orangtua di India Gugat Anaknya Rp 10 Miliar karena Tak Kunjung Dapat Cucu

Global
Kim Jong Un Perintahkan Militer Korea Utara Stabilkan Pasokan Obat di Tengah Wabah Covid-19

Kim Jong Un Perintahkan Militer Korea Utara Stabilkan Pasokan Obat di Tengah Wabah Covid-19

Global
Banjir Buatan Rupanya Ampuh Cegah Pasukan Rusia Rebut Kyiv

Banjir Buatan Rupanya Ampuh Cegah Pasukan Rusia Rebut Kyiv

Global
Pelaku Penembakan Bermotif Rasialis yang Tewaskan 10 Orang Rupanya Pernah Buat Acaman di Sekolahnya

Pelaku Penembakan Bermotif Rasialis yang Tewaskan 10 Orang Rupanya Pernah Buat Acaman di Sekolahnya

Global
Kemenangan Marcos Jr dan Pengaruh Disinformasi di Medsos

Kemenangan Marcos Jr dan Pengaruh Disinformasi di Medsos

Global
Inggris: Rusia Telah Kehilangan Sepertiga Tentaranya di Darat

Inggris: Rusia Telah Kehilangan Sepertiga Tentaranya di Darat

Global
Rangkuman Hari Ke-81 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan Balasan Kyiv di Izium, Serangan Moskwa di Donbass Hilang Momentum

Rangkuman Hari Ke-81 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan Balasan Kyiv di Izium, Serangan Moskwa di Donbass Hilang Momentum

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Mayat Manusia Bermunculan saat Danau di AS Mengering | Kembalinya Dinasti Marcos di Filipina

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Mayat Manusia Bermunculan saat Danau di AS Mengering | Kembalinya Dinasti Marcos di Filipina

Global
Finlandia Mulai Proses untuk Gabung NATO

Finlandia Mulai Proses untuk Gabung NATO

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.