Rilis Deklarasi Bersama soal Myanmar, FPCI Desak ASEAN dan DK PBB Bertindak

Kompas.com - 12/04/2021, 22:10 WIB
Pengunjuk rasa di Myanmar kembali ke jalan pada Minggu (28/3/2021), hanya sehari setelah pasukan keamanan menewaskan lebih dari 100 orang di hari paling berdarah sejak kudeta militer bulan lalu. APPengunjuk rasa di Myanmar kembali ke jalan pada Minggu (28/3/2021), hanya sehari setelah pasukan keamanan menewaskan lebih dari 100 orang di hari paling berdarah sejak kudeta militer bulan lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menggelar pertemuan virtual untuk membahas situasi terkini di Myanmar.

Bertajuk The Region Hall yang merupakan kependekan dari Regional Town Hall, acara pada Kamis (8/4/2021) ini dipandu bersama oleh ketua FPCI Dino Patti Djalal dan Nobel Laureate Jose Ramos-Horta Presiden Timor Leste 2007-2012.

Sebanyak 223 organisasi berpartisipasi dalam pertemuan virtual ini, yang tersebar dari Asia Tenggara, Australia, Amerika Serikat, Jepang, India, Korea Selatan, Britania Raya, Jerman, Meksiko, hingga Nepal.

Baca juga: Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

Diskusi Region Hall membahas situasi politik, keamanan, dan kemanusiaan di Myanmar, serta memberikan kesempatan bagi organisasi akar rumput untuk terhubung dan belajar satu sama lain.

Oleh karena itu, FPCI merilis 27 poin dalam deklarasi bersama terkait situasi terkini di Myanmar.

Melansir siaran pers yang diterima Kompas.com, di poin pertama FPCI menyatakan simpatinya terhadap penderitaan dan kehilangan yang diderita rakyat Myanmar.

FPCI memberikan dukungan penuh dan solidaritas kepada rakyat Myanmar, dan meyakinkan bahwa mereka tidak sendiri dalam situasi sulit ini.

Baca juga: Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas

"Kepada mereka, kami mengatakan: Jangan putus asa. Kami mendukung Anda. Dan kami salut pada kalian!" tulis FPCI.

FPCI turut menyampaikan belasungkawa atas warga Myanmar yang kehilangan kerabat, teman, atau anggota keluarganya akibat kekerasan oleh aparat keamanan.

Lebih lanjut FPCI menyarankan organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah Internasional harus dijamin aksesnya yang aman dan tidak terhalang.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X