Dimediasi Rusia, Israel-Suriah Tukar Tawanan, 2 Gembala untuk 1 Wanita Israel

Kompas.com - 19/02/2021, 11:05 WIB
Pertahanan Udara Suriah menanggapi rudal Israel yang menargetkan selatan ibu kota Damaskus, pada 20 Juli 2020. AFP PHOTO/STRPertahanan Udara Suriah menanggapi rudal Israel yang menargetkan selatan ibu kota Damaskus, pada 20 Juli 2020.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Suriah bertukar tawanan dengan Israel melalui mediasi yang ditengahi oleh Rusia.

Dua gembala asal Suriah ditukar dengan seorang wanita Israel dalam kesepakatan pertukaran tawanan, Kamis (18/2/2021).

Militer Israel mengatakan bahwa 2 orang gembala Suriah telah ditahan sejak beberapa pekan lalu setelah melewati perbatasan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Baca juga: Israel Lancarkan Serangan Rudal ke Suriah, Ditangkis Sistem Pertahanan Udara

Militer memulangkan 2 genbala itu kepada perwakilan palang merah internasional melalui Quneitra Crossing sesuai dengan arahan pemerintah Israel, terang pernyataan militer dikutip AFP.

Pihak militer Israel tidak memberikan detail tentang identitas orang-orang yang mereka tawan dan bebaskan itu namun kantor berita SANA di Damaskus mengonfirmasi pertukaran itu dan menyebut 2 gembala itu bernama Mohammed Hussein dan Tarek Al Obeidan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengonfirmasi bahwa pertukaran itu dimediasi oleh Rusia, yang punya hubungan dekat dengan pemerintah Suriah dan menempatkan tentara mereka di negara itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kisah Pengungsi Suriah Jadi Caleg di Pemilu Jerman 2021

Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas kesepakatan itu.

Tentang wanita Israel yang dibebaskan Suriah dalam pertukaran itu, Netanyahu mengatakan bahwa kondisinya kini sedang menuju ke rumahnya. Wanita itu ditangkap setelah tersesat di perbatasan.

Israel mengungkap pertukaran itu dilakukannya dengan itikad baik.

Baca juga: Israel Dilaporkan Serang Suriah Lagi, Dicegat Sistem Pertahanan Udara

Sebagai bagian dari perjanjian itu juga menurut Netanyahu, seorang aktivis Suriah bernama Nihal Al Mokt yang kini tengah melakukan pengabdian masyarakat akan dipersingkat hukumannya menjadi 3 bulan.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X