Kompas.com - 19/02/2021, 09:19 WIB
Ribuan penyu hijau Atlantik dan penyu Kemp's ridley yang kedinginan diselamatkan agar bisa pulih pada Selasa, 16 Februari 2021 di Pusat Konvensi Pulau Padre Selatan di Pulau Padre Selatan, Texas. AP/MIGUEL ROBERTSRibuan penyu hijau Atlantik dan penyu Kemp's ridley yang kedinginan diselamatkan agar bisa pulih pada Selasa, 16 Februari 2021 di Pusat Konvensi Pulau Padre Selatan di Pulau Padre Selatan, Texas.

PULAU PADRE SELATAN, KOMPAS.com - Para warga Pulau Padre Selatan, Texas Amerika Serikat (AS) yang kedinginan karena kekurangan fasilitas pemanas di tengah cuaca dingin menyelamatkan ribuan penyu laut yang kedinginan.

Penyu-penyu laut itu dibawa ke pusat konvensi di bagian selatan kota Texas. 

"Setiap 15 menitan ada truk atau SUV lain yang berhenti," ujar Ed Caum Direktur Eksekutif Biro Konvensi dan Pengunjung Pulau Padre Selatan kepada Associated Press (AP), Rabu (17/2/2021).

Setiap orang yang datang kadang membawa satu atau dua penyu dan terkadang lebih. "Kemarin ada yang membawa banyak penyu, mulai dari 80, 100 dan 50," ujarnya.

Baca juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Amerika Serikat Saat Badai Musim Dingin 20 Lebih Orang Tewas

Pusat Konvensi Pulau Padre Selatan mulai turun tangan pada Senin ketika Sea Turtle Inc., tidak dapat lagi menangani jumlah penyu dan sebagian besar operasi luar ruangan mereka telah kehilangan daya.

Di tengah kesulitan listrik yang melanda Texas pekan ini, diaa mengatakan pusat konvensi itu sendiri tidak memiliki listrik atau air sampai Rabu pagi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan bahwa mereka telah "mengumpulkan" lebih dari 3.500 penyu sejauh ini. Dia ragu-ragu menggunakan kata "diselamatkan" karena "kita tahu kita akan kehilangan beberapa penyu".

Caum mengatakan bahwa saat angin dingin mendekat, mereka tidak tahu kapan mereka bisa mengembalikan penyu ke laut.

Baca juga: Salahkan Warga yang Menderita Badai Musim Dingin, Wali Kota di AS Mundur

Suhu udara di daerah itu pada Rabu sore waktu setempat berada di kisaran 40-an fahrenheit (sekitar 4 derajat Celsius).

Dia mengatakan mungkin pada Sabtu mereka bisa melepaskan penyu, ketika suhu diperkirakan mencapai di bawah 60-an fahrenheit (di atas 15 Celsius) sebelum penyu dapat dilepaskan kembali ke Teluk.

Dia mengatakan dengan adanya listrik, mereka mampu membawa suhu pusat konvensi hingga 60 derajat Farenheit.

“Kami berusaha melakukan yang terbaik yang kami bisa untuk menyelamatkan penyu sebanyak mungkin,” katanya.

Baca juga: Selundupkan Penyu Langka, AS Ekstradisi Warga China dari Malaysia


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Portugal Khawatir Gelombang Keempat Covid-19 akibat Virus Corona Varian Delta

Portugal Khawatir Gelombang Keempat Covid-19 akibat Virus Corona Varian Delta

Global
Terungkap, 881 Staf Paspampres AS Positif Covid-19 dalam Setahun

Terungkap, 881 Staf Paspampres AS Positif Covid-19 dalam Setahun

Global
POPULER GLOBAL: Biden Umumkan Penerima Vaksin Covid-19, Termasuk Indonesia | Wanita Kebanjiran Paket Misterius

POPULER GLOBAL: Biden Umumkan Penerima Vaksin Covid-19, Termasuk Indonesia | Wanita Kebanjiran Paket Misterius

Global
Bentrok Warga Polisi Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang Diduduki

Bentrok Warga Polisi Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang Diduduki

Global
Ada Wabah Tikus di Australia, Ratusan Tahanan Dievakuasi dari Penjara

Ada Wabah Tikus di Australia, Ratusan Tahanan Dievakuasi dari Penjara

Global
Stres karena Di-PHK, Suami Kurung Istri dan 2 Anaknya di Rumah

Stres karena Di-PHK, Suami Kurung Istri dan 2 Anaknya di Rumah

Global
Kartu Kekebalan Hongaria: Dianggap Prestasi Sekaligus Diskriminasi

Kartu Kekebalan Hongaria: Dianggap Prestasi Sekaligus Diskriminasi

Global
UU Terbaru Texas Berusaha Atasi Klaim Pelecehan Seksual Anak Palsu

UU Terbaru Texas Berusaha Atasi Klaim Pelecehan Seksual Anak Palsu

Global
Profil Rodrigo Duterte, dari Wali Kota Terlama Jadi Presiden Filipina

Profil Rodrigo Duterte, dari Wali Kota Terlama Jadi Presiden Filipina

Global
Temboknya Jebol, Rumah Ini Jadi Tempat Makan Drive-through Gajah Hutan

Temboknya Jebol, Rumah Ini Jadi Tempat Makan Drive-through Gajah Hutan

Global
Kim Jong Un Perintahkan Puluhan Ribu Ibu Rumah Tangga Bekerja di Sawah

Kim Jong Un Perintahkan Puluhan Ribu Ibu Rumah Tangga Bekerja di Sawah

Global
Lupa Taruh Krim Keju, Pegawai Starbucks Miami Ditodong Senjata

Lupa Taruh Krim Keju, Pegawai Starbucks Miami Ditodong Senjata

Global
Masalah Pajak, Mantan Pengawal Trump Diselidiki Jaksa New York

Masalah Pajak, Mantan Pengawal Trump Diselidiki Jaksa New York

Global
AS Bisa Perlambat Tarik Pasukan di Afghanistan jika Taliban di Atas Angin

AS Bisa Perlambat Tarik Pasukan di Afghanistan jika Taliban di Atas Angin

Global
Hamas dan PBB Gagal Bicarakan Masalah Kemanusiaan di Jalur Gaza

Hamas dan PBB Gagal Bicarakan Masalah Kemanusiaan di Jalur Gaza

Global
komentar
Close Ads X