"Saya Kehilangan Kesehatan Mental, Saya Kehilangan Segalanya"

Kompas.com - 01/02/2021, 17:44 WIB
Foto bertanggal 14 Agustus 2020 ini menunjukkan potret seorang warga Beirut, Hussein Haidar (27) yang merupakan satu dari ribuan korban ledakan masif di pelabuhan Beirut, Lebanon. Haidar terluka ketika berada di kantornya saat ledakan masif terjadi pada 4 Agustus 2020. AP/HASSAN AMMARFoto bertanggal 14 Agustus 2020 ini menunjukkan potret seorang warga Beirut, Hussein Haidar (27) yang merupakan satu dari ribuan korban ledakan masif di pelabuhan Beirut, Lebanon. Haidar terluka ketika berada di kantornya saat ledakan masif terjadi pada 4 Agustus 2020.

BEIRUT, KOMPAS.com - Ledakan Beirut pada 4 Agustus 2020 tak hanya menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang.

Atau semakin melumpuhkan Lebanon yang sudah dihajar oleh kemerosotan ekonomi dan pandemi Covid-19.

Ledakan di Beirut tahun lalu juga berdampak secara luas pada para korban yang selamat. Mereka yang kini tengah memperjuangkan kesehatan mental sejak peristiwa nahas itu.

Melansir Associated Press (AP), Senin (1/2/2021), inilah kisah para korban selamat dari salah satu peristiwa terburuk yang terjadi tahun lalu.

Baca juga: Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

"Saya kehilangan segalanya"

Joana Dagher terbaring tak sadarkan diri. Dia mengalami pendarahan di bawah tumpukan puing bangunan apartemennya usai ledakan besar di pelabuhan Beirut.

Dagher berada di ambang kematian.

Wanita 33 tahun itu selamat karena keberanian suaminya yang mengeluarkannya dari puing-puing. Karena kebaikan orang yang tak dia kenal yang membawanya dengan mobil rusak.

Karena bantuan saudara perempuannya selama kekacauan di rumah sakit yang tengah kewalahan.

Namun sayangnya, Dagher tak ingat seluruhnya. Ibu dari 2 anak itu kehilangan ingatan selama 2 bulan karena trauma akibat ledakan. Termasuk memar dan lesi pada otak.

Baca juga: Mantan PM Lebanon dan Sejumlah Menteri Didakwa atas Ledakan Beirut

"Saya kehilangan kehidupan saya pada 4 Agustus," kata Dagher. "Saya kehilangan rumah saya, saya kehilangan ingatan, saya kehilangan 2 teman saya," imbuhnya yang mengacu pada tetangganya yang tewas akibat ledakan itu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendarat di Inggris, Pangeran Harry Langsung Dikarantina

Mendarat di Inggris, Pangeran Harry Langsung Dikarantina

Global
Pejabat Kesehatan China Beri Klarifikasi setelah Sebut Vaksin Negaranya Kurang Efektif

Pejabat Kesehatan China Beri Klarifikasi setelah Sebut Vaksin Negaranya Kurang Efektif

Global
Wakil Menteri di Malaysia Tertidur saat Acara Sekolah, Berulang Kali Dibangunkan Tidak Merespons

Wakil Menteri di Malaysia Tertidur saat Acara Sekolah, Berulang Kali Dibangunkan Tidak Merespons

Global
Rusia Rayakan 60 Tahun Penerbangan Pertama Manusia ke Luar Angkasa

Rusia Rayakan 60 Tahun Penerbangan Pertama Manusia ke Luar Angkasa

Global
Sudah Tepat, Chile Bela Vaksin Covid-19 Sinovac di Tengah Isu Soal Efektivitas Penggunaan

Sudah Tepat, Chile Bela Vaksin Covid-19 Sinovac di Tengah Isu Soal Efektivitas Penggunaan

Global
5 Pastor dan 2 Biarawati Diculik di Haiti, Pelaku Minta Tebusan Rp 14 Miliar

5 Pastor dan 2 Biarawati Diculik di Haiti, Pelaku Minta Tebusan Rp 14 Miliar

Global
Bill Hwang, Miliarder yang Kehilangan Rp 291,3 Triliun dalam 2 Hari

Bill Hwang, Miliarder yang Kehilangan Rp 291,3 Triliun dalam 2 Hari

Global
Duta Besar Myanmar untuk PBB Desak Larangan Terbang ke Myanmar, Usai Lebih dari 600 Jiwa Tewas

Duta Besar Myanmar untuk PBB Desak Larangan Terbang ke Myanmar, Usai Lebih dari 600 Jiwa Tewas

Global
Iran Sebut Ada Teroris yang Menyerang Fasilitas Nuklirnya

Iran Sebut Ada Teroris yang Menyerang Fasilitas Nuklirnya

Global
Mesir dan Lebanon Umumkan 1 Ramadhan Jatuh pada Selasa, 13 April

Mesir dan Lebanon Umumkan 1 Ramadhan Jatuh pada Selasa, 13 April

Global
Insiden Salah Duduk Presiden Komisi Eropa Saat Temui Erdogan, Presiden Dewan Eropa Malu

Insiden Salah Duduk Presiden Komisi Eropa Saat Temui Erdogan, Presiden Dewan Eropa Malu

Global
Raja Salman Perintahkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Dipersingkat

Raja Salman Perintahkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Dipersingkat

Global
Caroline Jurie Copot Mahkota Sendiri Setelah Ditangkap atas Insiden Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Copot Mahkota Sendiri Setelah Ditangkap atas Insiden Mrs Sri Lanka

Global
Pengakuan Langka, Pejabat China Akui Vaksinnya Kurang Efektif

Pengakuan Langka, Pejabat China Akui Vaksinnya Kurang Efektif

Global
Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul 'Dokter Hantu' yang Memakan Korban

Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul "Dokter Hantu" yang Memakan Korban

Internasional
komentar
Close Ads X