Lebanon Menghadapi Krisis Kesehatan Mental Setelah Ledakan Beirut

Kompas.com - 25/08/2020, 08:00 WIB
University students who volunteered to help clean damaged homes and give other assistance, pass in front of a building that was damaged by last weeks explosion, in Beirut, Lebanon, Tuesday, Aug. 11, 2020. The explosion that tore through Beirut left around a quarter of a million people with homes unfit to live in. But there are no collective shelters, or people sleeping in public parks. That?s because in the absence of the state, residents of Beirut opened their homes to relatives, friends and neighbors. (AP Photo/Hussein Malla) Hussein MallaUniversity students who volunteered to help clean damaged homes and give other assistance, pass in front of a building that was damaged by last weeks explosion, in Beirut, Lebanon, Tuesday, Aug. 11, 2020. The explosion that tore through Beirut left around a quarter of a million people with homes unfit to live in. But there are no collective shelters, or people sleeping in public parks. That?s because in the absence of the state, residents of Beirut opened their homes to relatives, friends and neighbors. (AP Photo/Hussein Malla)

KOMPAS.com - Tiga minggu setelah ledakan besar di Pelabuhan Beirut yang menewaskan 181 orang, Sandra Abinader (18) masih mengalami trauma secara mendalam.

Dia langsung melompat ketika mendengar suara sekecil apa pun.

"Suatu hari saya mencoba membuka kendi dan suara letupan membuat saya melompat mundur dan berteriak. Sesaat saya perlu melarikan diri," kata Sandra, dikutip dari Reuters, (24/8/2020).

Meski sadar cobaan yang dia rasakan begitu berat, Sandra mengaku tak tertarik mencari bantuan profesional.

"Kami terbiasa menangani masalah kami sendiri," katanya dengan tenang.

Kondisi yang dirasakan Sandra umum dijumpai di Lebanon, sebuah negara dengan catatan perang di masa lalu dan konflik sektarian.

Akan tetapi, ledakan itu membuat Lebanon berada pada titik yang sangat rentan setelah berbulan-bulan krisis ekonomi dan diperparah dengan pandemi virus corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Update Corona di Dunia 22 Agustus: 23 Juta Terinfeksi | Lebanon Catatkan Kasus Harian Covid-19 Tertinggi

Darurat kesehatan mental

Para praktisi kini memperingatkan keadaan darurat kesehatan mental nasional ketika orang-orang mulai menunjukkan tanda-tanda trauma akibat ledakan, termasuk mimpi buruk, kilas balik, tangisan, kecemasan, kemarahan, dan kelelahan.

Psikolog mengatakan ini diperburuk oleh aliran gambar yang terus-menerus di TV Lebanon dan media sosial yang menunjukkan ledakan itu.

"Banyak orang merasa putus asa tentang seluruh situasi di sini di Lebanon," kata Jad Daou, seorang sukarelawan di LSM kesehatan mental Lebanon, Embrace.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X