Jill Biden Akan Aktif dalam Program Reunifikasi Anak-Anak Imigran

Kompas.com - 28/01/2021, 23:54 WIB
 Jill Biden menunjukkan niatnya untuk menjadi FLOTUS yang aktif, menyeimbangkan agenda ibu negaranya dan pekerjaan mengajarnya di Perguruan Tinggi Virginia Utara. 
Alex Brandon Jill Biden menunjukkan niatnya untuk menjadi FLOTUS yang aktif, menyeimbangkan agenda ibu negaranya dan pekerjaan mengajarnya di Perguruan Tinggi Virginia Utara.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Jill Biden akan aktif dalam upaya penyelesaian warisan masalah imigrasi era Donald Trump.

Menurut tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut, Jill akan memberi masukan pada satuan tugas yang direncanakan pemerintahan Biden. Misinya untuk menyatukan kembali anak-anak yang terpisah dari orang tua mereka di perbatasan.

Biden secara khusus menugaskan staf ibu negara di “Sayap Timur” mengambil peran aktif dalam proyek reunifikasi.

Minatnya Jill pada gugus tugas itu diharap dapat menawarkan sesuatu yang sangat kontras dengan mantan ibu negara Melania Trump.

Melania melakukan perjalanan pertamanya mengunjungi fasilitas perbatasan untuk anak-anak dan keluarga di Texas pada Juni 2018. Kunjungan itu dilakukan di tengah kontroversi pemisahan tanpa toleransi dalam kebijakan imigrasi Trump.

Tetapi dia melakukannya dengan mengenakan jaket bertuliskan, "Saya benar-benar tidak peduli. Kamu?"

Jaket tersebut sontak mendapat sorotan yang justru menciptakan persepsi publik tentang ketidak pedulian Melania dengan masalah tersebut. Tapi dalam sebuah wawancara beberapa bulan setelah perjalanan perbatasannya, Melania menyebut pemisahan keluarga, "tidak dapat diterima" dan "memilukan."

Baca juga: Jaket Melania dan Beragam Momen Ikonik Lainnya Selama Trump Berkuasa

Keterlibatan Jill dan gugus tugasnya dalam masalah ini diharapkan membuka kemungkinan penyatuan kembali anak-anak dengan orang tua mereka.

Namun tantangan dalam masalah ini masih menimpa banyak keluarga.

Menurut pengajuan pengadilan terbaru, pengacara masih tidak dapat menjangkau orang tua dari 611 anak, yang telah dipisahkan dari keluarga mereka oleh petugas perbatasan AS antara 2017 dan 2018.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X