Pemimpin Proud Boys Ternyata Mantan Mata-Mata Kepolisian AS

Kompas.com - 28/01/2021, 22:45 WIB
Ketua kelompok sayap kanan Proud Boys ditangkap 4 Januari di Washington karena membakar spanduk Black Lives Matter bulan lalu yang diambil dari sebuah gereja selama protes kekerasan. AFP/JOHN RUDOFFKetua kelompok sayap kanan Proud Boys ditangkap 4 Januari di Washington karena membakar spanduk Black Lives Matter bulan lalu yang diambil dari sebuah gereja selama protes kekerasan.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemimpin Proud Boys, Henry Enrique Tarrio ternyata sebelumnya pernah menjadi mata-mata dan bekerja sama dengan penyelidik Amerika Seritkat (AS).

Menurut dokumen pengadilan, pria yang ditangkap tak lama sebelum kerusuhan Gedung Capitol itu, melakukan pekerjaan tersebut setelah dituduh melakukan penipuan pada 2012.

Dia membantu penegak hukum hampir satu dekade lalu. Caranya dengan memberikan informasi dan melakukan penyamaran dalam berbagai investigasi.

Proud Boys adalah kelompok ekstremis sayap kanan yang memanfaatkan kebijakan pemerintahan Trump. Kelompok ini merupakan agitator utama selama protes sebelumnya dan kerusuhan Gedung Capitol pada 6 Januari.

Melansir AP pada Rabu (27/1/2021) terungkapnya Tarrio sebagai informan federal cukup mengejutkan karena Proud Boys selama ini berupaya mendobrak sistem pemerintahan.

Rincian kerja sama Tarrio ditemukan dalam transkrip sidang pengadilan federal di Florida. Dia dituntut pada 2014 karena berpartisipasi dalam kasus penipuan penjualan kembali strip tes diabetes.

Baca juga: Bakar Properti Black Lives Matter, Pemimpin Proud Boys Ditangkap

Jaksa penuntut dan pembela Tarrio sama-sama mengutip soal kerja sama Tarrio yang ekstensif dengan aparat, sehingga hukuman 30 bulan harus dipotong.

Hakim setuju untuk mengurangi hukumannya menjadi 16 bulan, menurut catatan yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters.

Email yang meminta komentar dari pengacara yang mewakili Tarrio dalam kasusnya saat ini, tidak segera mendapat balasan. Sementara dalam wawancara dengan Reuters, Tarrio membantah pernah bekerja sama dengan pihak berwenang.

Setelah dakwaan Tarrio pada 2012, dia membantu pemerintah menuntut lebih dari selusin orang lainnya, kata jaksa federal kepada hakim menurut transkrip tersebut.

Halaman:

Sumber AP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laporan Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Laporan Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Global
Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Global
Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Global
Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Global
POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

Global
Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Global
Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Internasional
Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Global
Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Global
Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Global
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Global
AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

Global
Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Internasional
komentar
Close Ads X