Putin Bantah Miliki Istana Mewah Dekat Laut Hitam seperti yang Dituduhkan Navalny

Kompas.com - 25/01/2021, 22:03 WIB
Kombinasi gambar yang dibuat pada 1 Oktober 2020 ini menunjukkan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny (kiri, 16 Januari 2018 di Moskwa) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (pada 4 Juli 2019 di Roma). AFP/MLADEN ANTONOVKombinasi gambar yang dibuat pada 1 Oktober 2020 ini menunjukkan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny (kiri, 16 Januari 2018 di Moskwa) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (pada 4 Juli 2019 di Roma).

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (25/1/2021) membantah kepemilikan sebuah istana mewah di dekat Laut Hitam.

Tuduhan itu diberikan kepada Putin dari oposisi pemerintah yang kini tengah ditahan, Alexei Navalny.

Melansir France 24, sebelumnya, tim Navalny merilis sebuah video pekan lalu di mana Putin dituduh memiliki sebuah istana mewah dekat Laut Hitam. Tayangan itu telah dilihat lebih dari 86 juta kali di YouTube.

Baca juga: Aktivis Anti-korupsi: Pemerintah Rusia Benar-benar Takut Demo Pendukung Navalny

Putin membantah kepemilikan rumah yang sangat luas itu. Dia mengatakan, "Tidak ada yang terdaftar di sana sebagai properti milik saya atau kerabat saya, dan tidak pernah menjadi milik saya."

Putin, menjawab pertanyaan dari para mahasiswa, mengatakan bahwa protes akhir pekan yang menuntut pembebasan Navalny adalah ilegal dan berbahaya.

Polisi Rusia telah menahan lebih dari 3.000 orang dan menggunakan kekerasan untuk membubarkan aksi massa di seluruh Rusia pada Sabtu.

Baca juga: Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Saat itu, puluhan ribu orang mengabaikan musim dingin yang ekstrem dan peringatan polisi demi menyerukan pembebasan Navalny.

Salah satu pembantu senior Navalny pada Senin juga menyerukan agar massa kembali berdemonstrasi pada akhir pekan depan.

Leonid Volkov, kepala jaringan regional politikus oposisi, meminta di Twitter agar warga Rusia di seluruh negeri turun ke jalan pada Minggu "untuk kebebasan Navalny, untuk kebebasan semua orang, dan untuk keadilan."

Baca juga: [Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

Navalny ditahan awal bulan ini pada saat kedatangannya ke Moskwa dari Jerman, di mana dia telah pulih dari serangan racun saraf Novichok.

Volkov meminta orang-orang Rusia untuk bersatu kembali menekan pihak berwenang agar membebaskan Navalny sebelum dia dijadwalkan di pengadilan pada 2 Februari atas tuduhan melanggar ketentuan hukuman percobaan tahun 2014.

Baca juga: Navalny Rilis Penyelidikan “Istana Putin”, Ada Kasino dan Strip Club Pribadi di Dalamnya

Kritikus Kremlin itu bisa dipenjara selama lebih dari tiga tahun jika pengadilan mendukung layanan penjara Rusia, yang mengatakan bahwa Navalny gagal untuk melapor dua kali per bulan saat dia sedang memulihkan diri di Jerman.

Volkov mengatakan bahwa jika orang-orang turun ke jalan menjelang 2 Februari maka pengadilan akan lebih mendengar permintaan pihak oposisi untuk membebaskan Navalny.

Baca juga: 3 Negara Kepung Rusia, Kecam Penangkapan Alexei Navalny


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X