3 Negara Kepung Rusia, Kecam Penangkapan Alexei Navalny

Kompas.com - 18/01/2021, 08:58 WIB
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny (tengah) bersama istrinya, Yulia, dan tokoh oposisi Lyubov Sobol, serta para demonstran saat mengenang tewasnya kritikus Kremlin, Boris Nemtsov, di Moskwa pada 29 Februari 2020.
AFP PHOTO/KIRILL KUDSRYAVTSEVPemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny (tengah) bersama istrinya, Yulia, dan tokoh oposisi Lyubov Sobol, serta para demonstran saat mengenang tewasnya kritikus Kremlin, Boris Nemtsov, di Moskwa pada 29 Februari 2020.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia dikecam tiga negara sekaligus yakni Amerika Serikat (AS), Perancis, dan Lituania, atas tindakannya menangkap pemimpin oposisi Alexei Navalny, di bandara Moskwa pada Minggu (17/1/2021).

Pria berusia 44 tahun itu ditangkap Rusia di bandara Sheremetyevo, tak sampai satu jam usai mendarat dari Berlin, Jerman.

Di Berlin ia menghabiskan waktu sekitar lima bulan, usai kolaps diduga akibat keracunan racun Novichok yang diperintahkan Presiden Vladimir Putin.

Baca juga: Alexei Navalny Ditahan Rusia Saat Mendarat di Moskwa

AS melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, mengecam keras penangkapan Navalny dan menuntut dia dibebaskan.

"Kami sangat prihatin karena penahanannya adalah upaya terbaru untuk membungkam Navalny dan tokoh oposisi lainnya, serta suara independen yang kritis terhadap otoritas Rusia," ujarnya dikutip dari AFP.

AS juga bergabung dengan Uni Eropa yang mengecam penangkapan itu. Salah satunya Perancis yang mendesak Rusia segera membebaskan Alexei Navalny.

Baca juga: Rival Politik Putin, Alexey Navalny Diancam Hukuman Penjara Jika Tidak Muncul di Moskwa

"Perancis menanggapi penangkapan Alexei Navalny di Rusia dengan perhatian sangat kuat," kata Kementerian Luar Negeri Perancis.

"Bersama dengan para mitra di Eropa, kami memantau situasinya dengan kewaspadaan tinggi dan menyerukan pembebasannya segera."

Kemudian Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis meminta Uni Eropa memberi sanksi ke Rusia.

Sementara itu Amnesty International menuduh Rusia melakukan upaya tanpa henti untuk membungkam Navalny.

Baca juga: Dokter Jerman Ungkap Bukti Alexei Navalny Keracunan Novichok


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro-kontra Respons Warga Inggris soal Blak-blakannya Meghan dan Pangeran Harry

Pro-kontra Respons Warga Inggris soal Blak-blakannya Meghan dan Pangeran Harry

Global
Bunuh Selingkuhan Saat Seks Oral, Dokter Ini Diminta Ganti Rugi

Bunuh Selingkuhan Saat Seks Oral, Dokter Ini Diminta Ganti Rugi

Global
Hendak Menulis Berita Pemerkosaan, Wartawan Ini Ditangkap dan Dipenjara

Hendak Menulis Berita Pemerkosaan, Wartawan Ini Ditangkap dan Dipenjara

Global
AS Kecam Rusia Bahayakan Nyawa dengan Informasi Sesat Vaksin Covid-19

AS Kecam Rusia Bahayakan Nyawa dengan Informasi Sesat Vaksin Covid-19

Global
Biden Tangguhkan Serangan Pesawat Tak Berawak AS di Zona Perang

Biden Tangguhkan Serangan Pesawat Tak Berawak AS di Zona Perang

Global
Meghan dan Harry: Obsesi Tabloid Inggris Merusak Keluarga Kerajaan Inggris

Meghan dan Harry: Obsesi Tabloid Inggris Merusak Keluarga Kerajaan Inggris

Global
Suster Ann Roza Kembali Berlutut demi Lindungi Demonstran yang Ditembaki Aparat Myanmar

Suster Ann Roza Kembali Berlutut demi Lindungi Demonstran yang Ditembaki Aparat Myanmar

Global
Siswi Perancis Mengaku Berbohong Setelah Tuduhan soal Kartun Nabi Berujung Pembunuhan Gurunya

Siswi Perancis Mengaku Berbohong Setelah Tuduhan soal Kartun Nabi Berujung Pembunuhan Gurunya

Global
Junta Militer Myanmar Blokade dan Gerebek Rumah-rumah Warga, PBB Beri Peringatan

Junta Militer Myanmar Blokade dan Gerebek Rumah-rumah Warga, PBB Beri Peringatan

Global
Sedang Melacak Cheetah, Pria Ini Disergap dan Tewas Dimakan 2 Ekor Singa

Sedang Melacak Cheetah, Pria Ini Disergap dan Tewas Dimakan 2 Ekor Singa

Global
UPDATE: Korban Tewas Ledakan Pangkalan Militer Bata Meningkat Jadi 98 Orang

UPDATE: Korban Tewas Ledakan Pangkalan Militer Bata Meningkat Jadi 98 Orang

Global
5 Pengakuan Penting Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam Wawancara Oprah Winfrey

5 Pengakuan Penting Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam Wawancara Oprah Winfrey

Global
Meski Merasa Disakiti, Pangeran Harry Ingin Berbaikan dengan Pangeran Charles

Meski Merasa Disakiti, Pangeran Harry Ingin Berbaikan dengan Pangeran Charles

Global
Junta Militer Myanmar Cabut Izin 5 Perusahaan Media

Junta Militer Myanmar Cabut Izin 5 Perusahaan Media

Global
Video Mengerikan Pria Ini Nyaris Tertimpa Bahaya saat Menggunakan Toilet

Video Mengerikan Pria Ini Nyaris Tertimpa Bahaya saat Menggunakan Toilet

Global
komentar
Close Ads X