Kompas.com - 24/12/2020, 21:07 WIB

BERLIN, KOMPAS.com - Para dokter di Berlin yang merawat Alexei Navalny membeberkan bukti medis bahwa pemimpin oposisi Rusia itu keracunan Novichok.

Dalam satu artikel di jurnal medis The Lancet, dokter-dokter di rumah sakit Charite Berlin mengungkap gejala yang dialami Navalny saat dirawat pada Agustus.

Mereka juga menjabarkan informasi soal respons tubuh Navalny saat diinfus, mendapat perawatan, CT scan, dan MRI.

Baca juga: Presiden Putin: Alexei Navalny Akan Mati, Jika Rusia Dalang yang Meracuninya

"Memastikan adanya racun Novichok dan produk biotransformasinya dalam kasus ini didapat beberapa hari setelah menjalankan diagnosis keracunan inhibitor kolinesterasi, dan tidak memengaruhi hasil terapeutik," tulis mereka di The Lancet, dikutip Kompas.com dari AFP, Rabu (23/12/2020).

Navalny diterbangkan ke Jerman untuk mendapat perawatan, setelah dia pingsan dalam penerbangan dari Siberia ke Moskwa.

Para pakar dari beberapa negata Barat meyakini Navalny diracuni dengan racun saraf Novichok era Soviet, yang hanya dibuat Rusia.

Akan tetapi klaim itu berulang kali dibantah oleh Moskwa.

Baca juga: Alexey Navalny, Lawan Politik Putin, Diracun dengan Varian Baru Senjata Kimia, Bagaimana caranya?

Navalny kemudian menulis di Facebook, dan menyindir Presiden Rusia Vladimir Putin yang kerap meminta bukti keracunan Novichok.

"Di setiap konferensi pers, dia berseru, dengan tangan gelisah bertanya kapan Jerman akan memberikan datanya?"

"Itu tidak penting lagi sekarang, data medis sudah dipublikasikan dan tersedia untuk seluruh dunia."

Publikasi di Lancet keluar hanya dua hari setelah Navalny mengunggah video percakapan dengan orang diduga agen FSB, yang mengatakan bahwa para agen menaruh racun di celana dalamnya pada Agustus.

Percakapan telepon itu diam-diam direkam oleh Navalny, yang menyamar sebagai pejabat di Dewan Keamanan Kremlin, agar agen FSB mengakui tuduhan keracunan itu.

Baca juga: Begini Cara Tim Investigasi Lacak Keterlibatan FSB Rusia yang Lukai Alexey Navalny, Lawan Politik Putin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Uji Coba Rudal Balistik yang Tertunda karena Latihan Militer China

AS Uji Coba Rudal Balistik yang Tertunda karena Latihan Militer China

Global
5 Kesalahpahaman tentang Indonesia yang Sering Didengar WNI di Australia

5 Kesalahpahaman tentang Indonesia yang Sering Didengar WNI di Australia

Global
Setelah 54 Tahun Menikah dan Berusaha, Pasangan Usia 70-an Ini Akhirnya Punya Bayi

Setelah 54 Tahun Menikah dan Berusaha, Pasangan Usia 70-an Ini Akhirnya Punya Bayi

Global
Gutteres, Erdogan, dan Zelensky Akan Bertemu di Ukraina Bahas Solusi Akhiri Perang

Gutteres, Erdogan, dan Zelensky Akan Bertemu di Ukraina Bahas Solusi Akhiri Perang

Global
Rangkuman Hari Ke-174 Serangan Rusia ke Ukraina, Ledakan Besar di Crimea, Putin Tuding AS Perpanjang Konflik

Rangkuman Hari Ke-174 Serangan Rusia ke Ukraina, Ledakan Besar di Crimea, Putin Tuding AS Perpanjang Konflik

Global
[POPULER GLOBAL] Ikea Shanghai Tetiba Lockdown | Alasan Banyak Pejabat AS ke Taiwan

[POPULER GLOBAL] Ikea Shanghai Tetiba Lockdown | Alasan Banyak Pejabat AS ke Taiwan

Global
Rusia Sebut Ledakan Besar di Pangkalan Militer Crimea Hasil Sabotase, Akui Alami Kerusakan

Rusia Sebut Ledakan Besar di Pangkalan Militer Crimea Hasil Sabotase, Akui Alami Kerusakan

Global
WHO Minta Publik Bantu Cari Nama Baru untuk Virus Cacar Monyet, Ini Situs yang Bisa Digunakan

WHO Minta Publik Bantu Cari Nama Baru untuk Virus Cacar Monyet, Ini Situs yang Bisa Digunakan

Global
Jerman Terbangkan 6 Jet Tempur ke Singapura Hanya dalam Waktu 24 Jam, Ada Apa?

Jerman Terbangkan 6 Jet Tempur ke Singapura Hanya dalam Waktu 24 Jam, Ada Apa?

Global
Abaikan Peringatan AS dan India, Sri Lanka Izinkan Kapal Kontroversial China Berlabuh di Pelabuhannya

Abaikan Peringatan AS dan India, Sri Lanka Izinkan Kapal Kontroversial China Berlabuh di Pelabuhannya

Global
Kekacauan di Ikea Shanghai Setelah Toko Tiba-tiba Terapkan Lockdown, Pengunjung Berdesakan Coba Melarikan Diri

Kekacauan di Ikea Shanghai Setelah Toko Tiba-tiba Terapkan Lockdown, Pengunjung Berdesakan Coba Melarikan Diri

Global
Pejabat Senior Rusia Dilaporkan Diam-diam Dekati Barat untuk Akhiri Invasi ke Ukraina

Pejabat Senior Rusia Dilaporkan Diam-diam Dekati Barat untuk Akhiri Invasi ke Ukraina

Global
Australia dan Selandia Baru Bantah Isu Larangan Kirim Daging ke China

Australia dan Selandia Baru Bantah Isu Larangan Kirim Daging ke China

Global
Buku Ayat-ayat Setan Salman Rushdie Puncaki Best Seller di Amazon

Buku Ayat-ayat Setan Salman Rushdie Puncaki Best Seller di Amazon

Global
Ukraina: Serangan Presisi Hancurkan Pangkalan Paramiliter Rusia Grup Wagner

Ukraina: Serangan Presisi Hancurkan Pangkalan Paramiliter Rusia Grup Wagner

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.