Dokter Jerman Ungkap Bukti Alexei Navalny Keracunan Novichok

Kompas.com - 24/12/2020, 21:07 WIB
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat menunggu persidangan kasusnya di Strasbourg, Perancis, 15 November 2018. REUTERS/VINCENT KESSLERPemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat menunggu persidangan kasusnya di Strasbourg, Perancis, 15 November 2018.

BERLIN, KOMPAS.com - Para dokter di Berlin yang merawat Alexei Navalny membeberkan bukti medis bahwa pemimpin oposisi Rusia itu keracunan Novichok.

Dalam satu artikel di jurnal medis The Lancet, dokter-dokter di rumah sakit Charite Berlin mengungkap gejala yang dialami Navalny saat dirawat pada Agustus.

Mereka juga menjabarkan informasi soal respons tubuh Navalny saat diinfus, mendapat perawatan, CT scan, dan MRI.

Baca juga: Presiden Putin: Alexei Navalny Akan Mati, Jika Rusia Dalang yang Meracuninya

"Memastikan adanya racun Novichok dan produk biotransformasinya dalam kasus ini didapat beberapa hari setelah menjalankan diagnosis keracunan inhibitor kolinesterasi, dan tidak memengaruhi hasil terapeutik," tulis mereka di The Lancet, dikutip Kompas.com dari AFP, Rabu (23/12/2020).

Navalny diterbangkan ke Jerman untuk mendapat perawatan, setelah dia pingsan dalam penerbangan dari Siberia ke Moskwa.

Para pakar dari beberapa negata Barat meyakini Navalny diracuni dengan racun saraf Novichok era Soviet, yang hanya dibuat Rusia.

Akan tetapi klaim itu berulang kali dibantah oleh Moskwa.

Baca juga: Alexey Navalny, Lawan Politik Putin, Diracun dengan Varian Baru Senjata Kimia, Bagaimana caranya?

Navalny kemudian menulis di Facebook, dan menyindir Presiden Rusia Vladimir Putin yang kerap meminta bukti keracunan Novichok.

"Di setiap konferensi pers, dia berseru, dengan tangan gelisah bertanya kapan Jerman akan memberikan datanya?"

"Itu tidak penting lagi sekarang, data medis sudah dipublikasikan dan tersedia untuk seluruh dunia."

Publikasi di Lancet keluar hanya dua hari setelah Navalny mengunggah video percakapan dengan orang diduga agen FSB, yang mengatakan bahwa para agen menaruh racun di celana dalamnya pada Agustus.

Percakapan telepon itu diam-diam direkam oleh Navalny, yang menyamar sebagai pejabat di Dewan Keamanan Kremlin, agar agen FSB mengakui tuduhan keracunan itu.

Baca juga: Begini Cara Tim Investigasi Lacak Keterlibatan FSB Rusia yang Lukai Alexey Navalny, Lawan Politik Putin


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X