Biden Akan Lakukan "Sekitar Puluhan" Tindakan Eksekutif di Hari Pertama Jadi Presiden AS

Kompas.com - 17/01/2021, 09:22 WIB
Presiden AS terpilih Joe Biden berbicara dalam sebuah acara di teater The Queen di Wilmington, Delaware, Kamis, 7 Januari 2021. AP/Susan WalshPresiden AS terpilih Joe Biden berbicara dalam sebuah acara di teater The Queen di Wilmington, Delaware, Kamis, 7 Januari 2021.

WILMINGTON, KOMPAS.com - Presiden terpilih Joe Biden akan memulai kesibukannya pada hari pelantikan dengan mendorong perubahan kebijakan warisan Donald Trump, presiden yang kerap melahirkan kontroversi.

Biden menang dalam pemilu AS 2020 dengan mengkampanyekan serangkaian janji tindakan untuk membalikkan kebijakan kontroversi dari Trump, seperti soal imigrasi, perubahan iklim, perumahan, pinjaman mahasiswa, dan sebagainya.

Baca juga: Mike Pence Berjanji Pelantikan Joe Biden Aman dan Sejarah Amerika Dijunjung Kembali

Kepala Staf Biden yang baru menjabat Ron Klain menyebutkan dalam sebuah memo yang diberikan kepada wartawan bahwa ada "sekitar puluhan" tindakan eksekutif yang akan dilakukan presiden AS ke-46 itu.

Melansir Reuters pada Minggu (17/1/2021), tindakan yang akan diambil Biden pada hari pelantikan, Rabu (20/1/2021) meliputi bergabung kembali dengan kesepakatan iklim Paris, membalikkan larangan perjalanan di beberapa negara mayoritas Muslim.

Baca juga: Alasan Keamanan, Latihan Pelantikan Joe Biden Pun Harus Ditunda

Lalu, memperpanjang jeda pembayaran pinjaman siswa federal, melonggarkan pengusiran dan penyitaan, serta mewajibkan penggunaan masker dalam perjalanan antarnegara bagian dan wilayah federal.

Semua tindakan telah diumumkan sebelumnya.

Sebagian besar tindakan adalah membalikkan berbagai kebijakan Trump dan tidak memerlukan tindakan Kongres.

Baca juga: FBI Berhasil Identifikasi 200 Lebih Orang yang Berencana Mengacaukan Pelantikan Biden

Biden juga akan mengungkap proposal imigrasi yang telah lama diharapkan, yang akan memberikan jalan kepada jutaan imigran yang tidak berdokumentasi, yang membutuhkan tindakan Kongres.

Selain itu, ia juga akan menindaklanjuti proposalnya baru-baru ini untuk menindaklanjuti 1,9 triliun dollar AS (Rp 26,8 kuadriliun) untuk vaksinasi Covid-19 dan stimulus ekonomi.

Serangkaian janji "Hari Pertama" Biden yang lebih luas akan dilaksanakan selama 9 hari berikutnya setelah pelantikan, kata Klain.

Baca juga: Joe Biden Dapat Akun Twitter Kepresidenan Baru, Follower Mulai dari Nol

Langkah-langkah itu termasuk memperluas pengujian Covid-19 dan mengarahkan pemerintah untuk mendukung barang-barang buatan Amerika ketika melakukan pembelian.

"Presiden terpilih Biden mengambil alih kursi kepresidenan pada saat krisis besar bagi bangsa kita," kata Klain.

"Selama kampanye, presiden terpilih Biden berjanji untuk mengambil tindakan segera untuk mulai mengatasi krisis ini dan membangun kembali dengan lebih baik," imbuhnya.

Baca juga: Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

 


Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Global
komentar
Close Ads X