Filipina Gandeng China untuk Bantu Pulih dari Covid-19

Kompas.com - 17/01/2021, 06:28 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Kamis (20/10/2016). Duterte tengah melakukan kunjungan empat hari di China. POOL / AFP Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Kamis (20/10/2016). Duterte tengah melakukan kunjungan empat hari di China.

MANILA, KOMPAS.com - Menteri luar negeri China dan Filipina pada Sabtu (16/1/2021) saling berkomitmen untuk bekerjasama memprioritaskan upaya pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Maret memberlakukan salah satu lockdown terpanjang dan terketat di dunia untuk menahan virus corona.

Langkah itu membuat pertumbuhan ekonominya anjlok, setelah menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia sebelum pandemi.

Baca juga: Waspadai Varian Baru Virus Corona, Filipina Susul 40 Negara Tangguhkan Penerbangan dari Inggris

"Sebagai teman Filipina dan tetangga terdekat Anda, kami akan teguh berdiri bersama rakyat Filipina sampai virus ini terkalahkan," kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi dalam sambutan pembukaannya pada pertemuan dengan Menlu Manila.

Duterte telah mencari hubungan yang lebih hangat dengan Beijing sejak menjabat pada 2016, mengesampingkan perselisihan teritorial dengan imbalan janji bantuan, pinjaman, dan hibah, sebagaimana yang dilansir dari Reuters pada Sabtu (16/1/2021). 

Baca juga: Covid-19 di Filipina dan Kelahiran 200.000 Bayi yang Tak Direncanakan

“China memainkan peran yang sangat penting dalam menghidupkan kembali ekonomi kawasan kami,” kata Duterte.

"Mari kita lakukan semua yang kita bisa untuk menghidupkan kembali kegiatan ekonomi antara Filipina dan China," lanjutnya.

Istana presiden dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa China akan mendonasikan 500.000 dosis vaksin Covid-19 ke Filipina, tanpa mengatakan vaksin mana yang akan ditawarkan.

Baca juga: Belum Disetujui Regulator, Filipina telah Beri Suntikan Vaksin Virus Corona kepada Tentara dan Anggota Kabinet

Dengan hampir mencatat 499.000 kasus virus corona dan hampir 9.900 kematian, Filipina memiliki infeksi dan korban Covid-19 tertinggi kedua di Asia Tenggara, setelah Indonesia.

Namun, Manila telah tertinggal dari negara-negara lain di kawasan dalam mengamankan vaksin virus corona.

Duterte mengatakan dia lebih suka mendapatkan vaksin Covid-19 dari China atau Rusia.

Baca juga: Cegah Penyebaran Varian Baru Virus Corona, Filipina Larang Kedatangan Pesawat dari AS

Negara tersebut membeli 25 juta dosis vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh pembuat vaksin China, Sinovac Biotech, dengan 50.000 dosis pertama diharapkan tiba pada Februari.

Pada Sabtu, pejabat dari kedua negara menandatangani kesepakatan untuk hibah 500 juta yuan (Rp 1,085 triliun) dari China untuk mendanai infrastruktur, mata pencaharian, dan proyek lainnya di Filipina.

Mereka juga menandatangani kontrak komersial untuk skema kereta api senilai 940 juta dollar (Rp 2 triliun), 71 kilometer di utara ibu kota, kata duta besar Beijing untuk Manila dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Demi Babi Panggang, Warga Filipina Abaikan Aturan Kesehatan Covid-19


Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Bersitegang, Pemerintah China Kini Puji Jack Ma Ternyata Ini Alasannya

Sempat Bersitegang, Pemerintah China Kini Puji Jack Ma Ternyata Ini Alasannya

Global
Ramai soal Orang Shalat di Tengah Jalan, Ternyata ODGJ dan Didoakan Netizen

Ramai soal Orang Shalat di Tengah Jalan, Ternyata ODGJ dan Didoakan Netizen

Global
Viral Patung Emas Trump Muncul dengan Jas tapi Pakai Sandal Jepit

Viral Patung Emas Trump Muncul dengan Jas tapi Pakai Sandal Jepit

Global
Cerita Diplomat Rusia 34 Jam Pulang dari Korut Naik Troli, Didorong Sendiri

Cerita Diplomat Rusia 34 Jam Pulang dari Korut Naik Troli, Didorong Sendiri

Global
Reaksi Dunia: Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi dan Peran Putra Mahkota Arab Saudi

Reaksi Dunia: Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi dan Peran Putra Mahkota Arab Saudi

Global
Polisi Myanmar Berjam-jam Tembaki Pedemo Anti-Kudeta Militer

Polisi Myanmar Berjam-jam Tembaki Pedemo Anti-Kudeta Militer

Global
Biden Ungkap Pesan Terselubung dari Serangan Udara Pertama di Suriah

Biden Ungkap Pesan Terselubung dari Serangan Udara Pertama di Suriah

Global
Ini Isi Laporan Rahasia AS soal Pembunuhan Jamal Khashoggi, yang Tuding Pangeran MBS Pelakunya

Ini Isi Laporan Rahasia AS soal Pembunuhan Jamal Khashoggi, yang Tuding Pangeran MBS Pelakunya

Global
Arab Saudi Tolak Mentah-mentah Laporan Intel AS tentang Pembunuhan Jurnalis Khashoggi

Arab Saudi Tolak Mentah-mentah Laporan Intel AS tentang Pembunuhan Jurnalis Khashoggi

Global
Ini Sanksi AS kepada Arab Saudi dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

Ini Sanksi AS kepada Arab Saudi dalam Kasus Pembunuhan Khashoggi

Global
Laporan Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Menyetujui Pembunuhan Khashoggi

Laporan Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Menyetujui Pembunuhan Khashoggi

Global
Duta Besar Myanmar Desak PBB Lakukan 'Berbagai Cara' untuk Hentikan Kudeta Militer

Duta Besar Myanmar Desak PBB Lakukan "Berbagai Cara" untuk Hentikan Kudeta Militer

Global
Sri Lanka Akhirnya Izinkan Muslim Lakukan Penguburan Jenazah Covid-19

Sri Lanka Akhirnya Izinkan Muslim Lakukan Penguburan Jenazah Covid-19

Global
Saat Ramadhan, Pemerintah Inggris Akan Beri Vaksin Covid-19 pada Malam Hari

Saat Ramadhan, Pemerintah Inggris Akan Beri Vaksin Covid-19 pada Malam Hari

Global
Kasus Covid-19 di Kalangan Medis Kanada Naik Capai Lebih dari 60.000

Kasus Covid-19 di Kalangan Medis Kanada Naik Capai Lebih dari 60.000

Global
komentar
Close Ads X