Paedofil Seks yang Lakukan Pelecehan dan Sebar Video Tak Senonoh Dipenjara 14 Tahun

Kompas.com - 17/01/2021, 08:47 WIB
Abraham Berger dipenjara 14 tahun karena melakukan serangakaian serangan seksual terhadap anak di bawah umur. Metropolitan Police UKAbraham Berger dipenjara 14 tahun karena melakukan serangakaian serangan seksual terhadap anak di bawah umur.

LONDON, KOMPAS.com - Seorang paedofil berbahaya telah divonis penjara pada Kamis (14/1/2021) karena melakukan serangan seksual terhadap anak-anak dan membagikan video pelecehannya secara online.

Melansir Evening Standard, Abraham Berger (40) menjalani "kehidupan ganda" dan memiliki sekitar 1.600 gambar tidak senonoh di ponselnya.

Pria yang berasal dari Hackney, London timur ini mengakui bahwa dia telah melakukan serangan seksual terhadap anak laki-laki dan perempuan di bawah 10 tahun.

Baca juga: Seorang Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Korban Pelecehan Seksual di Palmerah

Menurut Pengadilan Snaresbrook Crown, Berger juga termasuk dalam anggota grup chatting yang membahas tentang pelecehan terhadap anak.

Para anggota membagikan gambar dan video yang tidak senonoh melalui grup tersebut.

Berger pertama kali ditangkap pada Agustus 2020 oleh detektif dari unit Met’s Online Child Abuse and Exploitation.

Baca juga: Paedofil di Kazakhstan Cerita Bagaimana Dia Dikebiri secara Ilmiah

Ponselnya diperiksa dan berisi hampir 1.600 gambar pelecehan anak serta 127 video, dinilai dari kategori paling serius A hingga C.

Dia didakwa penjara selama 14 tahun pada Kamis setelah mengaku bersalah atas berbagai pelanggaran kekerasan seksual dengan penetrasi dan sentuhan, serta membuat dan menyebarkan gambar tidak senonoh dari anak-anak.

Baca juga: Kejar Paedofil, Polisi Ini Meloncat dari Jendela Lantai 13

Detektif Polisi Chris Bailey mengatakan bahwa "Berger adalah predator berbahaya yang menimbulkan risiko serius bagi anak-anak."

Berger dilaporkan melakukan tindakan pelecehan anak yang sangat keji dan bahkan membincangkan kejahatannya itu dengan orang lain secara online.

Baca juga: WN Perancis Predator Tersangka Paedofil Bunuh Diri, Ini Saran Pakar untuk Polisi


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Global
Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Global
Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Global
Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Video Perlihatkan Istri Dibawa Suami ke Tebing, Sebelum Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Seorang Wanita dalam Program Hamil Dipecat karena Tolak Vaksinasi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X