Biden Salahkan Trump atas Kerusuhan di Capitol Hill, Sebut Para Anarkis "Teroris Domestik"

Kompas.com - 08/01/2021, 16:17 WIB
Presiden AS terpilih Joe Biden berbicara dalam sebuah acara di teater The Queen di Wilmington, Delaware, Kamis, 7 Januari 2021. AP/Susan WalshPresiden AS terpilih Joe Biden berbicara dalam sebuah acara di teater The Queen di Wilmington, Delaware, Kamis, 7 Januari 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden mengecam para perusuh yang menyerbu Capitol Hill di Washington dan menyebut mereka sebagai 'teroris domestik'.

Melansir Associated Press (AP), Jumat (8/1/2021) Biden menyalahkan Presiden AS Donald Trump atas kekerasan yang telah mengguncang ibu kota negara dan sekitarnya itu.

Baca juga: Akhirnya, Trump Akui Kalah dari Biden, Kecam Kerusuhan di Capitol

Bentrok yang dilakukan para pendukung Trump yang melanggar keamanan Kongres pada Rabu lalu disebutnya bukan 'bukan perbedaan pendapat, bukan ketidaktertiban, dan bukan juga protes.'

 

"Itu kerusuhan," ujar Biden.

Mereka yang berkumpul di Capitol Hill dengan tujuan mengganggu sesi bersama Kongres yang menyatakan kemenangan pemilihan Biden atas Trump, "bukanlah pedemo. Jangan sekali-kali menyebut mereka pedemo. Mereka itu gerombolan perusuh, pemberontak, teroris domestik. Itu mengesalkan," ungkap Biden pada Kamis.

Baca juga: Joe Biden Angkat Bicara, Sebut Kerusuhan Capitol Hill sebagai Teroris Domestik

Dengan serius, Biden mengatakan bahwa tindakan yang diambil Trump selama masa kepresidenannya yang menumbangkan lembaga-lembaga demokrasi, mengakibatkan kekacauan di Washington. 

Dalam empat tahun terakhir, kita memiliki seorang presiden yang menghina demokrasi kita, Konstitusi kita, aturan hukum yang jelas dalam segala hal yang telah dia lakukan,” kata Biden.

"Dia melancarkan serangan habis-habisan terhadap institusi demokrasi kita sejak awal. Dan kemarin adalah puncak dari serangan yang tak henti-hentinya itu."

Baca juga: Demo AS: Joe Biden Desak Donald Trump Bertindak dan Mengakhiri Protes

Ratusan massa pendukung Trump masuk ke Capitol Hill dan menyeruak di aula gedung itu mencari para anggota parlemen yang terpaksa menghentikan musyawarah mereka karena berusaha menyelamatkan diri.

Para perusuh yang anarkis itu terpicu oleh ucapan Trump yang keliru menyatakan bahwa dia kalah dalam pemilihan presiden November 2020 karena ada penggelembungan suara.

Trump saat ini sedang menghadapi banyak pihak yang ingin memakzulkannya. Ketua DPR AS Nancy Pelosi meminta agar Wakil Presiden AS Mike Pence segera mengeluarkan Amandemen ke-25 yang dapat membuat mayoritas kabinet mencopot jabatan Trump.

Baca juga: Selain Pemakzulan, Donald Trump Diminta Mundur oleh Surat Kabar di AS


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Seorang Tentara AS Ancam dan Usir Pria Kulit Hitam

Video Seorang Tentara AS Ancam dan Usir Pria Kulit Hitam

Global
Duta Besar Myanmar untuk Inggris Pasang “Barikade” di Rumah, Takut Diusir Loyalis Junta, dan Dibunuh jika Pulang

Duta Besar Myanmar untuk Inggris Pasang “Barikade” di Rumah, Takut Diusir Loyalis Junta, dan Dibunuh jika Pulang

Global
Apakah Nasib Alibaba Jadi Peringatan bagi Perusahaan Teknologi China Lainnya?

Apakah Nasib Alibaba Jadi Peringatan bagi Perusahaan Teknologi China Lainnya?

Global
Biden Tarik Pasukan dari Afganistan, Begini Komentar Obama

Biden Tarik Pasukan dari Afganistan, Begini Komentar Obama

Global
China Tantang Menkeu Jepang Minum Air Limbah PLTN Fukushima

China Tantang Menkeu Jepang Minum Air Limbah PLTN Fukushima

Global
Berhubungan Seks di Depan Sekolah pada Siang Bolong, Sejoli Ditangkap Polisi

Berhubungan Seks di Depan Sekolah pada Siang Bolong, Sejoli Ditangkap Polisi

Global
Seorang Pria Down Syndrome di China Dibunuh dan Dikremasi untuk Gantikan Orang Lain

Seorang Pria Down Syndrome di China Dibunuh dan Dikremasi untuk Gantikan Orang Lain

Global
Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Global
Biden Ajak Putin Bertemu, Rusia Menganggapnya Sebagai Kemenangan

Biden Ajak Putin Bertemu, Rusia Menganggapnya Sebagai Kemenangan

Global
Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Global
Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Global
Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Global
10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

Global
Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Global
Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Global
komentar
Close Ads X