Dubes Iran untuk Brasil: Sanksi AS adalah Kejahatan Kemanusiaan

Kompas.com - 04/01/2021, 15:17 WIB
Ilustrasi konflik AS-Iran. BILDAGENTUR ONLINE/OHDE via DW INDONESIAIlustrasi konflik AS-Iran.

TEHERAN, KOMPAS.com - Duta Besar Iran untuk Brasil, Hossein Qaribi pada Senin (4/1/2021) mengatakan bahwa Amerika Serikat ( AS) telah berbuat kejahatan terhadap kemanusiaan dengan memberikan sanksi sepihak dan ilegal kepada Iran.

Melansir kantor berita IRNA, sanksi yang dibuat AS telah menghambat perjuangan Iran melawan pandemi.

"Sanksi yang telah menghambat perjuangan Iran melawan pandemi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," ujar Qaribi dalam wawancaranya dengan jaringan televisi TeleSur Venezuela, Senin.

Baca juga: Dapat Ancaman dari Iran, AS Siagakan Kapal Induknya di Timur Tengah

Selain membahas sanksi, diplomat Qaribi juga menyinggung bahwa di Iran, hak asasi manusia punya mekanisme sipil yang aktif untuk memerangi segala kemungkinan pelanggaran HAM.

Dia mengatakan bahwa pendekatan barat menggunakan hak asasi manusia sebagai standar ganda untuk melawan Iran adalah destruktif.

Dia mengatakan bahwa Iran lebih memilih mata uang nasional dalam transaksi dengan mitra bisnisnya untuk menggantikan dolar AS dari perdagangan internasional.

Baca juga: Selama 20 Tahun Ilmuwan Nuklir Top Iran Dibunuh dalam Operasi Rahasia, Siapa Pelaku dan Apa Motifnya?

Hal itu menunjukkan rencana jangka panjang pemerintah Iran untuk melawan sanksi AS berikutnya dan mengambil inisiatif untuk meminimalkan dampak dari sanksi ekonomi yang diberikan AS.

Dubes Qaribi juga membahas soal peringatan setahun kematian Letnan Jenderal Qasem Soleimani pada 3 Januari kemarin.

Dia mengatakan bahwa Soleimani adalah jenderal anti-terorisme terhebat.

Baca juga: Setahun Kematian Soleimani, Iran Salahkan Jerman dan Negara-negara Lain

Jenderal Soleimani berdiri melawan ancaman yang ditimbulkan terhadap perdamaian dan keamanan global oleh ISIS, imbuhnya.

Upaya anti-terorisnya menyebabkan kekalahan kelompok teroris Daesh (ISIS), sebut diplomat itu.

Komandan Pasukan Quds, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Letnan Jenderal Soleimani dan Abu Mahdi Al Muhandis, pejabat komandan Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU), yang dikenal sebagai Hashd Al Shaabi, tewas dalam serangan pesawat tanpa awak AS pada 3 Januari 2020 di dekat Baghdad, Irak.

Baca juga: Momen-momen Eskalasi Konflik AS-Iran Sejak Tewasnya Qasem Soleimani


Sumber IRNA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Biografi Tokoh Dunia] Matteo Messina Denaro, Mafia Terkaya Italia dan Buron Paling Dicari Dunia

[Biografi Tokoh Dunia] Matteo Messina Denaro, Mafia Terkaya Italia dan Buron Paling Dicari Dunia

Global
Sejoli yang Tepergok Satpam Berduaan di Hotel Akhirnya Dipenjara

Sejoli yang Tepergok Satpam Berduaan di Hotel Akhirnya Dipenjara

Global
Ketika Netizen India Ramai-ramai Boikot Spider-Man tapi Salah Sasaran...

Ketika Netizen India Ramai-ramai Boikot Spider-Man tapi Salah Sasaran...

Global
Tepi Barat Direncankan Lockdown 2 Pekan Saat Lonjakan Kasus Covid-19 Capai 180.000

Tepi Barat Direncankan Lockdown 2 Pekan Saat Lonjakan Kasus Covid-19 Capai 180.000

Global
Rusia dan Austria Sepakat Bahas Pengiriman dan Produksi Vaksin Sputnik V

Rusia dan Austria Sepakat Bahas Pengiriman dan Produksi Vaksin Sputnik V

Global
Pengakuan Pangeran Harry: Mundur dari Tugas Kerajaan karena Media Inggris “Toxic”

Pengakuan Pangeran Harry: Mundur dari Tugas Kerajaan karena Media Inggris “Toxic”

Global
Viral Video Orang Shalat di Tengah Jalan, Dijaga Pengendara Motor sampai Selesai

Viral Video Orang Shalat di Tengah Jalan, Dijaga Pengendara Motor sampai Selesai

Global
Berkat Kaleng Minuman Ringan, Kasus Pembunuhan Berusia 40 Tahun Terungkap

Berkat Kaleng Minuman Ringan, Kasus Pembunuhan Berusia 40 Tahun Terungkap

Global
Kepulangan Shamima Begum Gadis Eks ISIS Ditolak MA Inggris

Kepulangan Shamima Begum Gadis Eks ISIS Ditolak MA Inggris

Global
Ratu Inggris Cerita Pengalaman Suntik Vaksin Covid-19 Agar Rakyatnya Tak Ragu Lagi

Ratu Inggris Cerita Pengalaman Suntik Vaksin Covid-19 Agar Rakyatnya Tak Ragu Lagi

Global
Peneliti AS Berhasil 'Memanen' Sinar Matahari dari Luar Angkasa

Peneliti AS Berhasil "Memanen" Sinar Matahari dari Luar Angkasa

Global
Al-Qaeda Punya Pimpinan Baru, Panggilannya 'Pedang Pembalasan'

Al-Qaeda Punya Pimpinan Baru, Panggilannya "Pedang Pembalasan"

Global
Dubes Italia Ditembak Mati di RD Kongo, Istri: Dia Dikhianati

Dubes Italia Ditembak Mati di RD Kongo, Istri: Dia Dikhianati

Global
[Cerita Dunia]: Bos dari Segala Bos, Miguel Angel Felix Gallardo, “Arsitek” Perang Narkoba

[Cerita Dunia]: Bos dari Segala Bos, Miguel Angel Felix Gallardo, “Arsitek” Perang Narkoba

Global
Istri Bandar Narkoba El Chapo Menyerahkan Diri secara Sukarela

Istri Bandar Narkoba El Chapo Menyerahkan Diri secara Sukarela

Global
komentar
Close Ads X