Presiden Brasil Dorong Ketidakpercayaan Rakyatnya terhadap Vaksin Covid-19

Kompas.com - 13/12/2020, 19:25 WIB
Tayangan dari TV Brasil menampilkan Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengenakan masker saat diwawancarai wartawan di istana kepresidenan Planalto Palace di Brasilia, pada Selasa (7/7/2020). Di hari itu Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19, tapi mengaku dirinya baik-baik saja serta hanya mengalami gejala ringan. TV BRASIL via AFPTayangan dari TV Brasil menampilkan Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengenakan masker saat diwawancarai wartawan di istana kepresidenan Planalto Palace di Brasilia, pada Selasa (7/7/2020). Di hari itu Bolsonaro dinyatakan positif Covid-19, tapi mengaku dirinya baik-baik saja serta hanya mengalami gejala ringan.

BRASILIA, KOMPAS.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang skeptis terdahap vaksin Covid-19 mendorong peningkatan ketidakpercayaan rakyat terhadap vaksin tersebut, khususnya yang diproduksi dari China.

Persentase orang Brasil yang tidak mau menggunakan vaksin Covid-19 tumbuh menjadi 22 persen pada pekan ini, dibandingkan 9 persen pada Agustus lalu.

Sebagian besar dari mereka menolak untuk menerima vaksin Covid-19 yang berasal dari China, menurut jajak pandapat Datafolha pada Sabtu (12/12/2020), seperti yang dilansir dari Reuters pada Minggu (13/12/2020).

Baca juga: Mulai Besok Warga Amerika Akan Disuntik Vaksin Covid-19 Pfizer

Jajak pendapat Datafolha menunjukkan bahwa 73 persen responden berencana untuk melakukan vaksinasi dan 5 persen tidak tahu apakah mereka akan melakukan vaksinasi.

Angka tersebut bergeser dari Agustus, di mana ketertarikan masyarakat untuk vaksin mencapai 89 persen dan ketidakyakinan terhadap vaksinasi 3 persen.

Baca juga: Syarat Vaksin Covid-19 dari Pejabat Kesehatan Rusia Ini Tuai Kecaman Netizen

Akhir bulan lalu, presiden yang berkuasa negara itu, mengatakan dia tidak akan melakukan vaksinasi virus corona yang tersedia.

Bolsonaro, salah satu orang paling skeptis terhadap virus corona terkemuka di dunia itu, mengatakan penolakan adalah "haknya".
Baca juga: Pengembangan Vaksin Covid-19 di Australia Dihentikan Setelah Ditemukan Hasil HIV Positif Palsu

Ia juga menyatakan skeptisnya secara khusus ditujukan terhadap vaksin yang dikembangkan oleh China, Sinovac, dan diproduksi bersama dengan pemerintah negara bagian Sao Paulo melalui Institut Butantan.

Menurut Datafolha, hanya 47 persen koresponden Brasil yang ingin menerima vaksin buatan China, sementara 50 persen mengatakan mereka tidak akan menerimanya, dan 3 persen mengatakan mereka ragu-ragu.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Israel Akan Buka Bagian Terlarang Makam Istana Herodes | China Beri Bantuan Vaksin Covid-19 tapi dengan Imbalan, Apakah Itu?

Angka-angka itu menunjukkan korelasi antara penolakan vaksin dan kepercayaan pada Presiden Bolsonaro.

Sebanyak 33 persen orang yang mengatakan mereka selalu percaya terhadap Bolsonaro yang tidak mau mengambil suntukan vaksin, dibandingkan 16 persen dari mereka yang mengatakan mereka tidak akan pernah mempercayai presiden.

Baca juga: Pemberian Dosis Kedua Vaksin Covid-19 Harus Tepat Waktu, Kenapa?


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Mobilisasi Pasukan Rusia di Perbatasan Ukraina Terbesar sejak 2014

Global
Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin 'Benar-benar Adil'

Hakim Kasus Kematian George Floyd Pastikan Hukuman untuk Derek Chauvin "Benar-benar Adil"

Global
Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja setelah Ratu Elizabeth II

Global
[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kelas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

Global
Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

Global
China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

Global
Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Global
Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Global
Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Global
Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Global
Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Global
Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak 'Dilarang Gendut sampai Mati', Akhirnya Dipenjara

Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak "Dilarang Gendut sampai Mati", Akhirnya Dipenjara

Global
Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Global
Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Global
komentar
Close Ads X