Pemberian Dosis Kedua Vaksin Covid-19 Harus Tepat Waktu, Kenapa?

Kompas.com - 10/12/2020, 19:06 WIB
Ilustrasi vaksinasi pada lansia SHUTTERSTOCK/BaLL LunLaIlustrasi vaksinasi pada lansia

WASHINGTON, KOMPAS.com - Ahli imunologi Amerika Serikat (AS) menyatakan, dosis kedua vaksin Covid-19 harus diberikan tepat waktu. Hal ini berbeda dengan aturan pemberian vaksin pada umumnya.

“Dari perspektif ilmiah, ketepatan seperti itu tidak begitu penting dan sistem kekebalan umumnya merespons lebih baik ketika ada kesenjangan yang lebih lebar antara vaksinasi,” kata Moncef Slaoui, ahli imunologi AS yang menghabiskan 30 tahun kariernya dalam pengembangan vaksin, di konferensi pers melansir USA Today pada Rabu (9/12/2020).

Tapi untuk Covid-19, ia mengingatkan bahwa ada dua pendekatan yang harus diperhatikan yaitu terkait regulasi dan pengamatan ilmiah.

Khusus selama pandemi, ketika risiko penularan tinggi, dia mencatat bahwa orang lebih baik mendapatkan suntikan kedua dan dilindungi sepenuhnya sesuai dengan jadwal resmi.

"Jika ada penularan penyakit yang signifikan, seperti yang terjadi di sini, kami harus benar-benar mendapatkan dosis kedua persis seperti yang telah dipelajari," katanya.

Baca juga: Negara Kaya Timbun Vaksin Covid-19, Miliaran Orang di Negara Miskin Terancam Tak Vaksinasi pada 2021

Data yang dirilis pada Selasa (8/12/2020) oleh Food and Drug Administration (FDA) AS, menunjukkan bahwa perlindungan dari vaksin Pfizer-BioNTech dimulai segera setelah suntikan pertama.

Orang yang mendapatkan dosis pertama dari salah satu vaksin Covid-19 diharapkan mendapatkan suntikan kedua dalam rentang waktu yang telah ditentukan produsen vaksin.

Vaksin yang dibuat oleh Pfizer-BioNTech akan diberikan dalam dua dosis dengan selang waktu 21 hari, sedangkan dua dosis vaksin Moderna harus diberikan dengan selang waktu 28 hari.

Para regulator di AS kemungkinan besar akan mengesahkan kedua vaksin tersebut. Salah satu vaksin kemungkinan mendapat izin dalam empat hari ke depan dan yang lainnya seminggu kemudian.

Harapannya orang-orang bisa menerimanya sesuai jadwal yang mereka gunakan untuk diuji dalam uji klinis.

Baca juga: China Beri Bantuan Vaksin Covid-19 tapi dengan Imbalan, Apakah Itu?

Halaman:

Sumber USA Today
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Global
Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Global
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Global
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Global
Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Global
komentar
Close Ads X