Kelompok Milisi Serang Markas Tentara Filipina, Kocar-kacir Setelah Dibalas Tembakan

Kompas.com - 04/12/2020, 10:12 WIB
Pasukan Filipina menaiki truk dalam perjalanan ke garis depan di pinggiran Marawi, Mindanao pada tanggal 28 Juni 2017.  AFP PHOTO / TED ALJIBEPasukan Filipina menaiki truk dalam perjalanan ke garis depan di pinggiran Marawi, Mindanao pada tanggal 28 Juni 2017.

DATU PIANG, KOMPAS.com – Sekelompok milisi yang berafiliasi dengan ISIS menyerang dan melepaskan ke markas tentara di Datu Piang, Maguindanao, Filipina pada Kamis (3/12/2020) malam waktu setempat.

Selain itu, kelompok yang terdiri dari 30 hingga 50 orang tersebut juga membakar satu unit mobil polisi.

Namun, para milisi dari Bangsamoro Islamic Freedom Fighters tersebut tersebut segera mundur setelah tentara Filipina membalas tembakan.

Laporan serangan kelompok milisi tersebut dilaporkan oleh pejabat militer Filipina pada Jumat (4/12/2020) sebagaimana dilansir dari Associated Press.

Baca juga: Jurnalis Filipina Tewas Ditembak Usai Pura-pura Mati di Penembakan Sebelumnya

Tidak ada korban jiwa dalam serangan itu. Kendati demikian, serangan tersebut menimbulkan kepanikan di antara penduduk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Serangan itu juga memunculkan kekhawatiran akan terulangnya pengepungan pada 2017 di kota Marawi yang berlangsung selama lima bulan sebelum dipadamkan oleh tentara Filipina.

“Kami menangani situasi ini. Ini hanya kasus lokal,” kata Komandan Militer Regional Letjen Corleto Vinluan Jr melalui dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, sumber dari aparat penegak hukum memberikan pernyataan berbeda tentang motif serangan tersebut.

Baca juga: Setelah Melahirkan, Istri Terduga Teroris Asal Indonesia Berniat Meledakkan Diri di Filipina

Beberapa di antaranya mengatakan para milisi itu menargetkan Kepala Kepolisian Datu Piang karena sebuah perseteruan.

Namun, beberapa sumber lain berspekulasi bahwa para milisi itu ingin menunjukkan bahwa mereka masih merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan dengan menyerang markas militer di pusat kota itu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KISAH MISTERI: Pasukan X, Satuan Komando Rahasia Yahudi, Pahlawan Perang Dunia II

KISAH MISTERI: Pasukan X, Satuan Komando Rahasia Yahudi, Pahlawan Perang Dunia II

Global
Ketika Paus Fransiskus Bertemu Spider-Man di Vatikan...

Ketika Paus Fransiskus Bertemu Spider-Man di Vatikan...

Global
Diselamatkan dari Kepunahan, Tasmanian Devil Musnahkan Koloni Penguin di Pulau Maria

Diselamatkan dari Kepunahan, Tasmanian Devil Musnahkan Koloni Penguin di Pulau Maria

Global
Gajah Nakal Mengamuk, Tewaskan 16 Warga Desa

Gajah Nakal Mengamuk, Tewaskan 16 Warga Desa

Global
10 Bulan Beruntun Positif 43 Kali, Inilah Pasien Covid-19 Terlama di Dunia

10 Bulan Beruntun Positif 43 Kali, Inilah Pasien Covid-19 Terlama di Dunia

Global
Remaja Pria Diamuk dan Akan Diusir Ibunya Gara-gara Suntik Vaksin Covid-19

Remaja Pria Diamuk dan Akan Diusir Ibunya Gara-gara Suntik Vaksin Covid-19

Global
Tak Sengaja Tanam Mangga Termahal di Dunia, Petani Ini Kini Harus Sewa Petugas Keamanan

Tak Sengaja Tanam Mangga Termahal di Dunia, Petani Ini Kini Harus Sewa Petugas Keamanan

Global
Bully Wanita yang Unggah Kritik soal Islam, 13 Pemuda Perancis Didakwa

Bully Wanita yang Unggah Kritik soal Islam, 13 Pemuda Perancis Didakwa

Global
Ingin Mirip Barbie, Gadis Ini Perbesar Bibir Jadi Paling Dower Sedunia

Ingin Mirip Barbie, Gadis Ini Perbesar Bibir Jadi Paling Dower Sedunia

Global
Kanada Kembali Temukan Ratusan Kuburan Tak Bertanda di Bekas Sekolah Adat

Kanada Kembali Temukan Ratusan Kuburan Tak Bertanda di Bekas Sekolah Adat

Global
India Dikhawatirkan Alami Gelombang Ketiga Covid-19, 3 Bulan Lagi

India Dikhawatirkan Alami Gelombang Ketiga Covid-19, 3 Bulan Lagi

Global
Varian Delta Dominasi 90 Persen Kasus Baru Covid-19 di Uni Eropa

Varian Delta Dominasi 90 Persen Kasus Baru Covid-19 di Uni Eropa

Global
Demonstran Thailand Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Perdana Menteri Mundur

Demonstran Thailand Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Perdana Menteri Mundur

Global
Inggris Bantah Pernyataan Rusia Terkait Tembakan Peringatan ke Kapal Perangnya

Inggris Bantah Pernyataan Rusia Terkait Tembakan Peringatan ke Kapal Perangnya

Global
7 Kontroversi John McAfee: Guru Kripto Gadungan hingga Dugaan Bunuh Tetangga

7 Kontroversi John McAfee: Guru Kripto Gadungan hingga Dugaan Bunuh Tetangga

Global
komentar
Close Ads X