170 Gajah Hidup Dijual Namibia Setelah Dilanda Kekeringan dan Konflik dengan Manusia

Kompas.com - 04/12/2020, 07:15 WIB
Kawanan satwa liar terlihat berkumpul di sumber air di Taman Nasional Ethosa, Namibia. SHUTTERSTOCKKawanan satwa liar terlihat berkumpul di sumber air di Taman Nasional Ethosa, Namibia.

WINDHOEK, KOMPAS.com - Namibia menjual 170 gajah hidup untuk mengekang populasi gajah yang meningkat di bawah tekanan kekeringan dan konflik teritorial dengan manusia.

Sebuah iklan untuk penjualan 170 gajah "bernilai tinggi" dimuat pada Rabu (2/12/2020) oleh surat kabar harian milik negara, New Era.

Kementerian mengatakan gajah dijual "karena kekeringan dan peningkatan jumlah gajah ditambah dengan insiden konflik manusia-gajah", seperti yang dikutip adari AFP pada Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Kaavan Gajah Paling Kesepian di Dunia Akhirnya Punya Teman Setelah 8 Tahun

Negara Afrika selatan yang semi-kering berpenduduk jarang itu adalah rumah bagi sekitar 28.000 gajah, menurut perkiraan resmi.

Menteri Lingkungan Hidup Pohamba Shifeta mengatakan kepada AFP bahwa pemerintah mendukung kebijakan penjualan hewan hidup setelah dikritik karena menembak gajah untuk mengendalikan kelebihan populasi.

Baca juga: Cegah Gajah Makan Plastik, Sri Lanka Akan Buat Parit dan Pagar Listrik

"Kami memutuskan, setelah penelitian, untuk menjualnya," kata Shifeta.

Populasi gajah telah menyusut menjadi sekitar 5.000 hewan pada saat kemerdekaan pada 1990, tetapi meningkat secara fenomenal berkat program konservasi yang dipuji secara global.

Iklan tersebut mengatakan pachyderm yang dijual akan mencakup seluruh kawanan untuk melestarikan struktur sosial penting dalam komunitas gajah, bayi atau remaja tidak akan ditinggalkan.

Baca juga: Gajah-gajah Mati Perlahan karena Makan Plastik di Tempat Pembuangan Sampah Sri Lanka

Shifeta memperingatkan bahwa Namibia tidak akan sembarangan menjual gajah kepada pembeli, dengan mengatakan "kita harus memastikan bahwa negaranya kondusif."

Untuk tujuan ekspor, pembeli harus memastikan bahwa persyaratan CITES (konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam) dipenuhi oleh negara bagian pengekspor dan pengimpor agar perdagangan diotorisasi.

Baca juga: Kisah Dokter Gajah, Selamatkan 10.000 Gajah di India dan Indonesia

Pada Oktober, 100 kerbau liar dijual di Namibia, yang dikutip dari Reuters pada Rabu (2/12/2020), jumlahnya terdiri dari 70 kerbau betina dan 30 kerbau jantan.

Tahun lalu pemerintah menawarkan penjualan sekitar 1.000 hewan termasuk 600 kerbau, 150 springboks, 60 jerapah, dan 28 gajah.

Baca juga: Bikin Heboh, Gajah Laut Muncul di Tengah Jalan Permukiman


Sumber AFP,Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Global
Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Global
Menengkok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengkok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Global
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Global
AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

Global
Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Internasional
Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Global
Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri, Taliban Rebut Daerah Dekat Ibu Kota Afghanistan

Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri, Taliban Rebut Daerah Dekat Ibu Kota Afghanistan

Global
Konflik di Gaza Makin Panas, PM Israel Janji Hamas Bakal 'Membayar Mahal'

Konflik di Gaza Makin Panas, PM Israel Janji Hamas Bakal "Membayar Mahal"

Global
Cerita Puasa Ramadhan Diaspora Muslim Indonesia di Alaska Ikuti Waktu Mekkah

Cerita Puasa Ramadhan Diaspora Muslim Indonesia di Alaska Ikuti Waktu Mekkah

Global
Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Gabung Pemberontak Menentang Junta Militer

Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Gabung Pemberontak Menentang Junta Militer

Global
AS Bersedia Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Korea Utara

AS Bersedia Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Korea Utara

Global
Kecaman Indonesia terhadap Konflik Israel dan Palestina yang Memanas

Kecaman Indonesia terhadap Konflik Israel dan Palestina yang Memanas

Global
komentar
Close Ads X