Khamenei Iran Desak "Menghukum" Mereka Pelaku Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Ternama

Kompas.com - 29/11/2020, 05:00 WIB
Ayatollah Ali Khamenei DW/TasnimAyatollah Ali Khamenei

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/11/2020) menyerukan untuk "menghukum" mereka yang berada di balik pembunuhan seorang ilmuwan nuklir ternama.

Dia menyerukan untuk "menindaklanjuti kejahatan ini dan tentu saja menghukum para pelaku dan mereka yang bertanggung jawab."

"dan...melanjutkan upaya ilmiah serta teknis dari ini di semua bidang yang dia kerjakan," lanjut Khamenei seperti yang dilansir dari AFP pada Sabtu (28/11/2020).

Baca juga: Tak Terima Ilmuwan Nuklirnya Dibunuh, Iran Bersumpah akan Membalas

Khamenei menyebut Mohsen Fakhrizadeh sebagai "ilmuwan nuklir dan pertahanan bergengsi" dan mengatakan ia "menjadi martir oleh tangan penjahat dan tentara bayaran yang kejam".

" Ilmuwan yang tak tertandingi ini memberikan hidupnya yang berharga dan berharga kepada Tuhan karena upaya ilmiahnya yang besar dan langgeng, dan hadiah tertinggi kemartiran adalah pahala ilahi," tambah Khamenei.

Baca juga: Israel Disebut Tentara Bayaran AS yang Bunuh Ilmuwan Nuklir Top Iran

Fakhrizadeh terluka parah ketika penyerang menargetkan mobilnya dan terlibat dalam baku tembak dengan pengawalnya di luar ibu kota Teheran pada Jumat, menurut kementerian pertahanan Iran.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa ilmuwan, yang mengepalai organisasi penelitian dan inovasinya, meninggal setelah petugas medis gagal menyelamatkannya.

Baca juga: Israel Dituding Bunuh Ilmuwan Top Iran Mohsen Fakhrizadeh-Mahabadi

Presiden Iran Hassan Rouhani sebelumnya menuduh musuh bebuyutan Iran, Israel, bertindak sebagai "tentara bayaran" bagi AS dan berusaha menciptakan kekacauan dengan melakukan pembunuhan itu.

"Bangsa Iran lebih pintar daripada jatuh ke dalam perangkap konspirasi yang dibuat oleh Zionis," kata Rouhani dalam sambutan yang disiarkan televisi.

Baca juga: Seorang Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Diserang di dalam Mobil

"Mereka berpikir untuk menciptakan kekacauan, tetapi mereka harus tahu bahwa kami telah membaca tangan mereka dan mereka tidak akan berhasil," lanjutnya.

Dia bersumpah bahwa Iran tidak akan "membiarkan tindakan kriminal ini tidak dijawab" dan akan membalas "pada waktunya."

Baca juga: Israel Sudah Bersiap jika Trump Menyerang Iran Sebelum Lengser dari Gedung Putih


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X