Israel Disebut "Tentara Bayaran" AS yang Bunuh Ilmuwan Nuklir Top Iran

Kompas.com - 28/11/2020, 14:48 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara dalam Sidang Umum PBB, pada Rabu (25/9/2019). AFP / TIMOTHY A CLARYPresiden Iran Hassan Rouhani berbicara dalam Sidang Umum PBB, pada Rabu (25/9/2019).

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran Hassan Rouhani pada Sabtu (28/11/2020), menuduh Israel bertindak sebagai "tentara bayaran" Amerika Serikat ( AS) untuk membunuh salah satu ilmuwan nuklir terkemuka Teheran.

"Sekali lagi, tangan jahat dari arogansi global dengan rezim Zionis, sebagai tentara bayaran, telah ternoda dengan darah putra bangsa ini," ucap Rouhani dalam sebuah pernyataan resminya yang dilansir dari AFP pada Sabtu (28/11/2020).

Iran umumnya menggunakan istilah "arogansi global" untuk merujuk pada Amerika Serikat dan rezim Zionis adalah Israel. 

Baca juga: Israel Dituding Bunuh Ilmuwan Top Iran Mohsen Fakhrizadeh-Mahabadi

Kementerian Pertahanan Iran mengatakan, iluwan terkemuka bernama Mohsen Fakhrizadeh "terluka parah" ketika penyerang menargetkan mobilnya, sebelum terlibat baku tembak dengan pengawalnya dalam serangan di luar Teheran pada Jumat.

Ia menambahkan bahwa Fakhrizadeh yang mengepalai organisasi penelitian dan inovasi kementerian, tewas setelah petugas medis gagal untuk menyelamatkan nyawanya dari luka parah.

Baca juga: Seorang Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Diserang di dalam Mobil

Rouhani bersumpah bahwa kematiannya "tidak mengganggu" kemajuan ilmiah Iran dan menekankan bahwa pembunuhan itu dilakukan, karena "kelemahan dan ketidakmampuan" musuh-musuh Teheran untuk menghalangi kemajuan nuklir yang dilakukan Iran.

Dia menyampaikan belasungkawa kepada "komunitas ilmiah dan orang-orang revolusioner Iran."

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan pada Jumat bahwa ada "indikasi serius peran Israel" dalam pembunuhan itu.

Baca juga: Israel Sudah Bersiap jika Trump Menyerang Iran Sebelum Lengser dari Gedung Putih

Amerika Serikat memberikan sanksi kepada Fakhrizadeh pada 2008 untuk "aktivitas dan transaksi yang berkontribusi pada pengembangan program nuklir Iran".

Sementara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah menggambarkan sosok Fakhrizadeh sebagai bapak program senjata nuklir Iran.

Baca juga: 800 Hari Ditahan di Penjara Iran, Akademisi Ini Alami Penderitaan Traumatis

Fakhrizadeh menjadi sasaran saat melakukan perjalanan di dekat kota Absard di wilayah Damavand timur provinsi Teheran.

The New York Times mengatakan seorang pejabat Amerika dan dua pejabat intelijen lainnya mengonfirmasi bahwa Israel berada di balik serangan itu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Baca juga: Beri Peringatan ke Iran, Trump Kirim Pesawat Pengebom B-52

Pembunuhan itu terjadi kurang dari 2 bulan sebelum Presiden terpilih AS Joe Biden menjabat.

Biden telah berjanji untuk kembali berdiplomasi dengan Iran setelah 4 tahun hawkish di bawah Donald Trump, yang menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018 dan mulai menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan.


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bus Gandeng Tabrak Pembatas Jalan, Menggelantung di Jembatan Layang

Bus Gandeng Tabrak Pembatas Jalan, Menggelantung di Jembatan Layang

Global
Pemilu Uganda, Diktator Yoweri Museveni Menang untuk Keenam Kalinya

Pemilu Uganda, Diktator Yoweri Museveni Menang untuk Keenam Kalinya

Global
Viral Video Anjing Menangis Saat Mencari Sahabatnya yang Hilang Dicuri Orang

Viral Video Anjing Menangis Saat Mencari Sahabatnya yang Hilang Dicuri Orang

Global
Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Global
[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

Global
Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Global
Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Global
Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Global
5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

Global
Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Global
Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Global
Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Global
Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Global
Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Global
Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Global
komentar
Close Ads X