Kisah Getir Pekerja Anak di Pertanian Kakao, Ada yang Berusia 5 Tahun

Kompas.com - 28/11/2020, 21:22 WIB
Pekerja anak di pertanan kakao. AP via DW IndonesiaPekerja anak di pertanan kakao.

KOMPAS.com -  Pekerja anak tetap menjadi masalah di pertanian kakao. Selama bertahun-tahun, industri cokelat berjanji untuk menghentikan praktik tersebut, tetapi sebuah studi baru menunjukkan bahwa hal itu justru meningkat.

"Jalan menuju neraka ditaburi dengan niat baik," kata pepatah terkenal, dan memang tidak ada niat baik untuk menghapus pekerja anak di pertanian kakao.

Namun terlepas dari janji puluhan tahun lalu, praktik mempekerjakan anak masih terus dilakukan, seperti yang diungkap oleh sebuah studi dari lembaga penelitian NORD di Universitas Chicago, Amerika Serikat (AS).

Studi itu menyebutkan ada sekitar 1,6 juta anak di Pantai Gading dan Ghana dipekerjakan di pertanian kakao. Kedua negara tersebut merupakan penghasil kakao terbesar di dunia.

Di setiap kebun kakao di dua negara itu, anak-anak berusia lima tahun terpaksa bekerja lantaran orangtua mereka terlalu miskin untuk menyewa tenaga petani.

Bahkan anak-anak juga melakukan pekerjaan yang lebih berbahaya, seperti menyiangi atau memanen kakao dengan parang.

Baca juga: Anak 9 Tahun Alami Kerusakan Otak Akibat Ibu dan Pacarnya Kerap Sadis Main Pukul

Janji 20 tahun silam perusahaan kakao soal pekerja anak

Sejak sekitar 20 tahun lalu, produsen cokelat besar seperti Mars dan Nestle telah berjanji untuk mengakhiri bentuk-bentuk pekerjaan terburuk terhadap anak-anak.

Mereka bahkan menetapkan tujuan dan tenggat waktu yang jelas dengan menandatangani Protokol Harkin-Engel pada tahun 2001. Ketika target meleset, mereka berulang kali menunda.

"Pada 2005, batas waktu diperpanjang hingga 2008, lalu 2008 hingga 2010," kata Johannes Schorling dari Inkota, jaringan kebijakan pembangunan yang berbasis di Berlin, Jerman.

Pada tahun 2010, target revisi diumumkan, dengan rencana mengurangi pekerja anak sebesar 70 persen pada 2020.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemimpin Tajikistan Sebut Negaranya Sudah Bebas Covid-19 tapi Tetap Harus Waspada

Pemimpin Tajikistan Sebut Negaranya Sudah Bebas Covid-19 tapi Tetap Harus Waspada

Global
Kisah Perang: Luftwaffe, AU Nazi Spesialis Serangan Kilat Blitzkrieg

Kisah Perang: Luftwaffe, AU Nazi Spesialis Serangan Kilat Blitzkrieg

Global
Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

Global
Ayah Terlibat Kerusuhan Gedung Capitol, Anak Sendiri Ketakutan Lapor ke FBI

Ayah Terlibat Kerusuhan Gedung Capitol, Anak Sendiri Ketakutan Lapor ke FBI

Global
Eksodus dari Hong Kong ke Inggris Diproyeksi Tidak akan Besar meski Tensi dengan China Memanas

Eksodus dari Hong Kong ke Inggris Diproyeksi Tidak akan Besar meski Tensi dengan China Memanas

Global
Berhasil Taklukkan Gunung K2 yang Mematikan, 10 Pendaki Nepal Disambut Bak Pahlawan

Berhasil Taklukkan Gunung K2 yang Mematikan, 10 Pendaki Nepal Disambut Bak Pahlawan

Global
Masalah Pandemi dan Ekonomi Melanda, Perdana Menteri Italia Pilih Mengundurkan Diri

Masalah Pandemi dan Ekonomi Melanda, Perdana Menteri Italia Pilih Mengundurkan Diri

Global
Janet Yellen, Wanita Pertama yang Jadi Menteri Keuangan AS

Janet Yellen, Wanita Pertama yang Jadi Menteri Keuangan AS

Global
Pasangan Bos Kasino Tipu Pemerintah Daerah untuk dapat Vaksin Covid-19 Lebih Cepat

Pasangan Bos Kasino Tipu Pemerintah Daerah untuk dapat Vaksin Covid-19 Lebih Cepat

Global
Pengacara Trump Digugat Rp 18,3 Triliun dari Kasus Hukum Pemilu AS 2020 yang Meluas

Pengacara Trump Digugat Rp 18,3 Triliun dari Kasus Hukum Pemilu AS 2020 yang Meluas

Global
Presiden Biden Copot Dokter Gedung Putih yang Rawat Trump

Presiden Biden Copot Dokter Gedung Putih yang Rawat Trump

Global
Kerusuhan Terjadi di Belanda karena Pembatasan Jam Malam akibat Covid-19

Kerusuhan Terjadi di Belanda karena Pembatasan Jam Malam akibat Covid-19

Global
Selangkah Menuju Sidang Pemakzulan Trump, DPR Kirimkan Artikel Pemakzulan ke Senat

Selangkah Menuju Sidang Pemakzulan Trump, DPR Kirimkan Artikel Pemakzulan ke Senat

Global
Donald Trump Buka Kantor Pribadi Upaya Terus Lancarkan 'Agenda Pemerintahannya'

Donald Trump Buka Kantor Pribadi Upaya Terus Lancarkan "Agenda Pemerintahannya"

Global
6 Hari Menjabat, Berikut Daftar Lengkap Kebijakan Eksekutif Biden

6 Hari Menjabat, Berikut Daftar Lengkap Kebijakan Eksekutif Biden

Global
komentar
Close Ads X