4 Warga Sipil Azerbaijan Terbunuh Terkena Ranjau Darat Armenia

Kompas.com - 28/11/2020, 22:37 WIB
Pasukan Armenia berusaha mengusir tentara Azerbaijan dari Nagorno-Karabakh tahun 1990-an. AFP via BBC INDONESIAPasukan Armenia berusaha mengusir tentara Azerbaijan dari Nagorno-Karabakh tahun 1990-an.

BAKU, KOMPAS.com - Empat warga sipil Azerbaijan terbunuh pada Sabtu (28/11/2020) setelah mobil mereka menabrak ranjau darat yang ditanam oleh tentara Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan, kata jaksa penuntut Azerbaijan.

Insiden itu terjadi di sebuah desa di distrik Fizuli, seperti yang dilansir dari AFP pada Sabtu (28/11/2020).

Baca juga: Parlemen Azerbaijan Minta Perancis Dikeluarkan dari Penengah Konflik Nagorno-Karabakh, Ini Sebabnya

"Tambang itu ditanam oleh angkatan bersenjata Armenia selama mereka mundur," kata jaksa itu, menambahkan bahwa itu adalah ranjau anti-tank.

Pernyataan itu menyebut insiden itu sebagai "jenis provokasi baru" dari Armenia.

Baca juga: Perang Azerbaijan-Armenia Tengah Diselidiki Adanya Dugaan Kejahatan Perang

Berbatasan dengan Iran, Fizuli termasuk di antara distrik yang diklaim oleh pasukan Armenia dalam perang 1990-an.

Distrik yang menyaksikan separatis mendeklarasikan kemerdekaan atas wilayah Nagorno-Karabakh dan beberapa wilayah sekitarnya.

Baca juga: Sniper Iran Unggah Foto Provokasi Targetkan Presiden Azerbaijan

Azerbaijan merebut kembali Fizuli dalam bentrokan baru atas Karbakh yang dimulai pada akhir September dan berlangsung selama 6 pekan, merenggut lebih dari 4.000 nyawa.

Pada 9 November, kemudian kedua negara pecahan Uni Soviet itu menandatangani kesepakatan perdamaian yang ditengahi Moskwa pada 9 November.

Baca juga: Kalah dari Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, PM Armenia Akui Bertanggung Jawab

Kesepakatan itu menandai berakhirnya pertempuran sengit selama berminggu-minggu.

Selain itu, mencatatkan bahwa Armenia akan menyerahkan beberapa wilayah yang berada di bawah kendali separatis selama lebih dari 3 dekade kepada Baku.

Baca juga: Pasukan Azerbaijan Masuki Distrik Pertama yang Dimenangkan dalam Perang dengan Armenia


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
Kera Besar di Kebun Binatang AS Dapat Vaksin Covid-19 Eksperimen

Kera Besar di Kebun Binatang AS Dapat Vaksin Covid-19 Eksperimen

Global
Macan Lapar Berkeliaran Endus-endus di Depan Rumah

Macan Lapar Berkeliaran Endus-endus di Depan Rumah

Global
komentar
Close Ads X