Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Kompas.com - 27/11/2020, 18:43 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat menghadiri pertemuan dengan para gubernur di Brasil, untuk menentukan strategi menangani wabah virus corona. Pertemuan dihelat di Brasilia, Brasil, 23 Maret 2020. Joedson Alves/EPA-EFEPresiden Brasil Jair Bolsonaro saat menghadiri pertemuan dengan para gubernur di Brasil, untuk menentukan strategi menangani wabah virus corona. Pertemuan dihelat di Brasilia, Brasil, 23 Maret 2020.

BRASILIA, KOMPAS.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan bahwa dia tidak akan melakukan vaksinasi untuk melawan virus corona, meski telah mendapatkan persetujuan dari pemerintahannya sendiri.

"Sata beritahu Anda, saya tidak akan mengambil itu (vaksin Covid-19)," kata Bolsonaro dalam video yang diunggah di media sosial pada Kamis (26/11/2020).

"Ini hak saya," tandasnya seperti yang dilansir dari AFP pada Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Enggan Ucapkan Selamat ke Joe Biden, Presiden Bolsonaro: Apakah Pemilu AS sudah Selesai?

Brasil telalh mencatat terdapat lebih dari 170.000 kematian akibat virus corona, menurut penghitungan AFP, yang mana jumlahnya adalah terbesar setelah Amerika Serikat.

Bolsonaro menghadapi kritikan tentang penanganannya terhadap pandemi virus corona, yang mana hal itu termasuk menentang kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran virus.

Baca juga: Brasil Tunda Uji Coba Vaksin Covid-19 dari China, Jair Bolsonaro: Menang

Selain itu, ia juga terus mempromosikan obat hydroxychloroquine, yang menurut penelitian tidak efektif melawan Covid-19.

Dia sendiri telah tertular Covid-19 pada awal Juli, dan lebih dari setengah kabinetnya juga telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Pesan Bolsonaro untuk Trump, Teman Dekatnya: Ia Bukan Orang Terpenting di Dunia

Setelah berbagai tindakan perawatan disetujui oleh otoritas pengawas kesehatan Brasil, pemerintahnya akan "segera mengatur" pembelian vaksin virus corona dan distribusinya kepada mereka yang menginginkannya, katanya dalam video tersebut.

Namun, dia "yakin" bahwa parlemen Brasil tidak akan mewajibkan imunisasi untuk melawan Covid-19.

Baca juga: Dikritik Biden Soal Deforestasi Hutan Amazon, Jair Bolsonaro: Ancaman Pengecut

Banyak negara menaruh harapan mereka pada vaksin Covid-19 untuk mengakhiri penderitaan dari pandemi.
Di Brasil, proses persetujuan kebijakan pengadaan dan pemberian vaksin Covid-19 oleh pihak berwenang hampir selesai, setelah menunjukkan sekitar 95 persen kemanjuran dalam uji coba.

Baca juga: Menkes Brasil Jatuh Sakit, Ada Indikasi Terinfeksi Covid-19

Pada Rabu, raksasa farmasi yang berbasis di AS, Pfizer, memberikan hasil tes kandidat mereka ke kantor regulator kesehatan Brasil, langkah yang diperlukan untuk menyetujui dan mendaftarkan vaksin Covid-19.

Kementerian kesehatan Brasil telah setuju untuk membeli 100 juta dosis vaksin berbeda yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford.


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Fakta Pelantikan Joe Biden-Kamala Harris

3 Fakta Pelantikan Joe Biden-Kamala Harris

Global
Trump Disebut Hanya Duduk Menonton TV Saat Kerusuhan di Capitol AS

Trump Disebut Hanya Duduk Menonton TV Saat Kerusuhan di Capitol AS

Global
Dilantik Jadi Presiden AS, Joe Biden Bakal Hadapi Serangkaian Bencana yang Belum Pernah Terjadi

Dilantik Jadi Presiden AS, Joe Biden Bakal Hadapi Serangkaian Bencana yang Belum Pernah Terjadi

Global
Trump Tiba-tiba Cabut Pembatasan Perjalanan terkait Covid-19 Saat Infeksi Belum Terkendali

Trump Tiba-tiba Cabut Pembatasan Perjalanan terkait Covid-19 Saat Infeksi Belum Terkendali

Global
Takut Ada Covid-19, Pria Ini Bersembunyi di Bandara Selama 3 Bulan

Takut Ada Covid-19, Pria Ini Bersembunyi di Bandara Selama 3 Bulan

Global
China Sebut Menlu AS Mike Pompeo Seperti 'Belalang Sembah'

China Sebut Menlu AS Mike Pompeo Seperti "Belalang Sembah"

Global
Ada Insiden, Aparat Tutup Sementara Gedung Capitol dan Evakuasi Peserta Geladi Bersih Pelantikan Biden

Ada Insiden, Aparat Tutup Sementara Gedung Capitol dan Evakuasi Peserta Geladi Bersih Pelantikan Biden

Global
Upacara Perpisahan Trump Akan Digelar Meriah Saat Pelantikan Joe Biden

Upacara Perpisahan Trump Akan Digelar Meriah Saat Pelantikan Joe Biden

Global
Navalny Desak Masyarakat Rusia Bergerak 'Turun ke Jalan' Melawan Putin

Navalny Desak Masyarakat Rusia Bergerak "Turun ke Jalan" Melawan Putin

Global
Arab Saudi Masih Hukum Mati Pelaku Kejahatan Remaja, Lewat dari 9 Bulan Janji Menghapusnya

Arab Saudi Masih Hukum Mati Pelaku Kejahatan Remaja, Lewat dari 9 Bulan Janji Menghapusnya

Global
Jelang Pelantikan, Kamala Harris Resmi Ajukan Pengunduran Diri dari Senat AS

Jelang Pelantikan, Kamala Harris Resmi Ajukan Pengunduran Diri dari Senat AS

Global
Macron Puji Piagam Muslim Perancis untuk Lawan Ekstremisme

Macron Puji Piagam Muslim Perancis untuk Lawan Ekstremisme

Global
Pemuka Agama di Israel Sebarkan Isu Vaksin Covid-19 Sebabkan Orang Jadi Gay

Pemuka Agama di Israel Sebarkan Isu Vaksin Covid-19 Sebabkan Orang Jadi Gay

Global
Sebuah Penyelidikan Pandemi Ungkap WHO dan China Harusnya Bisa Bertindak Lebih Cepat

Sebuah Penyelidikan Pandemi Ungkap WHO dan China Harusnya Bisa Bertindak Lebih Cepat

Global
[POPULER GLOBAL] Kronologi Tewasnya Pramugari Christine Dacera | Australia Batal Bunuh Merpati yang Diduga Terbang dari AS

[POPULER GLOBAL] Kronologi Tewasnya Pramugari Christine Dacera | Australia Batal Bunuh Merpati yang Diduga Terbang dari AS

Global
komentar
Close Ads X