KTT APEC 2020, Presiden Xi Jinping Sebut China Titik Pusat Perdagangan Bebas Dunia

Kompas.com - 19/11/2020, 11:26 WIB
Presiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York. AP/UNTVPresiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping mematok China sebagai titik pusat perdagangan bebas dunia pada Kamis (19/11/2020).

Melansir AFP, Xi berjanji untuk terus menjaga perekonomian besar negaranya tetap terbuka dan memperingatkan proteksionisme.

Didukung oleh penandatanganan pakta perdagangan terbesar di dunia selama akhir pekan, presiden China itu mengatakan bahwa Asia-Pasifik adalah "cikal bakal pendorong pertumbuhan global" di dunia yang dilanda "berbagai tantangan" termasuk pandemi.

Baca juga: China Dituding Pakai Senjata Gelombang Mikro untuk Masak Pasukan India Hidup-hidup

Dia berjanji untuk 'terbuka' dalam berdagang dan menyangkal segala kemungkinan "pemisahan" ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Hal tersebut merupakan satu-satunya komentar Xi yang mengacu pada kebijakan perdagangan yang bermusuhan dari pemerintahan Amerika Serikat ( AS) Donald Trump, yang telah menghantam China dengan tarif dan pembatasan teknologi.

Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik ( APEC), yang diadakan secara virtual tahun ini karena pandemi virus corona, mempertemukan 21 negara di Lingkar Pasifik termasuk dua ekonomi terbesar dunia, menyumbang sekitar 60 persen dari PDB global.

Baca juga: AS Berkoar Berhasil Ganggu Upaya China Menumbangkan Keamanan Nasional Mereka

Trump yang terluka akibat kekalahannya di pemilihan presiden AS tidak ikut dalam acara tersebut maupun mengirimkan delegasi tertinggi AS di sana.

Melalui pidatonya yang mengarah pada kemenangan atas 'ketahanan dan vitalitas' ekonomi China setelah virus corona melanda pusat kota Wuhan, Xi memperingatkan pada negara-negara yang bersikeras menghambat perdagangan bahwa sikap itu akan menghambat pertumbuhan.

Pertemuan APEC terjadi seminggu setelah China dan 14 negara Asia-Pasifik lainnya menandatangani kesepakatan perdagangan bebas terbesar di dunia.

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), tanpa AS, dipandang sebagai kudeta besar bagi China dan bukti lebih lanjut bahwa Beijing sedang menetapkan agenda perdagangan global ketika Washington mundur.

Baca juga: Trump Larang AS Investasi di 31 Perusahaan China, Apa Alasannya?


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Profil Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Global
5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

Global
Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Global
Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Global
Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Global
Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Global
Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Global
Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Global
Tolak Tes Covid-19, Pria Tua Ini Dilumpuhkan di Tanah oleh Para Petugas

Tolak Tes Covid-19, Pria Tua Ini Dilumpuhkan di Tanah oleh Para Petugas

Global
Wapres AS Mike Pence Dikabarkan Menghubungi Kamala Harris untuk Ucapkan Selamat

Wapres AS Mike Pence Dikabarkan Menghubungi Kamala Harris untuk Ucapkan Selamat

Global
Rusia Tinggalkan Open Skies dengan Salahkan AS, Jadi Ujung Kesepakatan Pasca Perang Dingin

Rusia Tinggalkan Open Skies dengan Salahkan AS, Jadi Ujung Kesepakatan Pasca Perang Dingin

Global
Penyerbuan Capitol Hill Disebut Terencana dan Dibantu Orang Dalam, Ini Buktinya...

Penyerbuan Capitol Hill Disebut Terencana dan Dibantu Orang Dalam, Ini Buktinya...

Global
Joe Biden Dapat Akun Twitter Kepresidenan Baru, Follower Mulai dari Nol

Joe Biden Dapat Akun Twitter Kepresidenan Baru, Follower Mulai dari Nol

Global
Sirkus Rusia Picu Kemarahan karena Hewan yang Ditampilkan Pakai Baju Bersimbol Nazi

Sirkus Rusia Picu Kemarahan karena Hewan yang Ditampilkan Pakai Baju Bersimbol Nazi

Global
Silvio Berlusconi Keluar Rumah Sakit Usai Dirawat karena Sakit Jantung

Silvio Berlusconi Keluar Rumah Sakit Usai Dirawat karena Sakit Jantung

Global
komentar
Close Ads X