Kekurangan Polisi, Minneapolis Siapkan Rp 7 Miliar untuk Sewa Pasukan Lain

Kompas.com - 15/11/2020, 11:57 WIB
Seorang demonstran membawa papan bertuliskan kalimat protes, berhadapan dengan jajaran polisi yang mengamankan rumah Derek Chauvin, polisi Minneapolis yang dipecat setelah membunuh pria kulit hitam George Floyd. Foto diambil pada Rabu (27/5/2020). AP/JEFF WHEELERSeorang demonstran membawa papan bertuliskan kalimat protes, berhadapan dengan jajaran polisi yang mengamankan rumah Derek Chauvin, polisi Minneapolis yang dipecat setelah membunuh pria kulit hitam George Floyd. Foto diambil pada Rabu (27/5/2020).

MINNEAPOLIS, KOMPAS.com - Dewan kota Minneapolis telah mengesahkan alokasi dana 500.000 dollar AS (Rp 7,1 miliar) bagi departemen kepolisian untuk mempekerjakan polisi dari unit lain, setelah beberapa petugas keluar dan memicu peningkatan tindak kejahatan.

Para anggota dewan pada Jumat (13/11/2020) sepakat 7 banding 6 untuk menyetujui dana tambahan itu bagi Departemen Kepolisian Minneapolis (MPD).

Uang itu akan dipakai untuk mempekerjakan 20-40 polisi dari Departemen Sheriff Hennepin County dan Dewan Metropolitan atau Polisi Transit Metro.

Baca juga: Kekurangan Polisi Usai Kematian George Floyd, Kejahatan di Minneapolis Meningkat

Kontrak tersebut akan berlangsung dari 15 November sampai akhir tahun 2020.

Petugas tambahan akan ditugaskan untuk membantu menjawab panggilan 911 dan menangani kejahatan di beberapa titik kota itu.

Wali Kota Minneapolis Jacob Frey mengajukan proposal yang mengatakan bahwa MPD mengalami pengurangan signifikan dalam jumlah petugas, yang mengakibatkan kesulitan memenuhi kebutuhan keamanan publik.

"Minneapolis, seperti pemerintah daerah di seluruh negeri ini, sedang bergulat dengan krisis, memerangi pandemi global, mengatasi kemerosotan ekonomi, dan menegakkan keadilan rasial," kata Frey dikutip dari Daily Mail, Sabtu (14/11/2020).

"Dan pada saat yang sama, lingkungan di seluruh kota kami mengalami peningkatan kekerasan dan kejahatan senjata yang tak tertahankan," lanjutnya.

Baca juga: Hendak Bubarkan Kepolisian, Dewan Kota Minneapolis Bayar Bodyguard Rp 64 Juta Per Hari

Keputusan itu diambil setelah Kepala Polisi Minneapolis Medaria Arradando pada Selasa (10/11/2020) mengatakan, pasukannya butuh lebih banyak sumber daya untuk menghentikan kota yang "berdarah".

"Sumber daya kita menipis, kota kita berdarah dan saya melakukan semua yang saya bisa untuk menghentikan pendarahan itu," tutur Arradando.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X