Kekurangan Polisi Usai Kematian George Floyd, Kejahatan di Minneapolis Meningkat

Kompas.com - 09/08/2020, 14:31 WIB
Seorang petugas dari Departemen Kepolisian Minneapolis sedang membekuk sekelompok oknum demonstran yang berunjuk rasa atas kematian George Floyd. Foto diambil di kota Minneapolis, negara bagian Minnesota, Minggu (31/5/2020). REUTERS/LUCAS JACKSONSeorang petugas dari Departemen Kepolisian Minneapolis sedang membekuk sekelompok oknum demonstran yang berunjuk rasa atas kematian George Floyd. Foto diambil di kota Minneapolis, negara bagian Minnesota, Minggu (31/5/2020).

MINNEAPOLIS, KOMPAS.com - Minneapolis kekurangan polisi usai kematian George Floyd, dan jumlah kejahatan di kota itu pun meningkat.

Untuk mengatasi kekurangan personel ini, Departemen Kepolisian Minneapolis kemudian mengeluarkan daftar imbauan bagi para warga untuk melindungi dirinya sendiri.

Dilansir dari Daily Mail Senin (3/8/2020), contoh imbauannya antara lain:

Baca juga: Hendak Bubarkan Kepolisian, Dewan Kota Minneapolis Bayar Bodyguard Rp 64 Juta Per Hari

  • Bawalah barang-barang yang diperlukan saja, dan bawa sedikit uang tunai.
  • Jangan berjalan sendirian.
  • Serahkan saja ponsel dan dompet jika dirampok.
  • Jangan berkelahi dengan penjahat.
  • Ingat, keselamatan Anda adalah yang terpenting.

Minneapolis setidaknya kehilangan 100 personelnya dalam dua bulan terakhir, dan itu merupakan 10 persen lebih dari total polisi di sana.

Selama kurun waktu itu, 40 polisi mengundurkan diri, dipecat, atau dalam proses pemecatan.

Sementara itu 75 polisi lainnya cuti medis karena stres pasca-trauma kerusuhan usai kematian George Floyd.

Warga Minneapolis sudah mengeluhkan polisi kini lebih lama menanggapi panggilan darurat, karena kekurangan personel sedangkan tindak kejahatan justru meningkat.

Bahkan Minneapolis Star-Tribune melaporkan, kadang tidak ada tanggapan sama sekali dari polisi.

Baca juga: Penembakan di Minneapolis, 1 Orang Tewas

Seorang penduduk Minneapolis, Leslie Bowden, yang tinggal di sekitar tugu peringatan George Floyd berkata, dia memanggil polisi sebagai opsi terakhir, kebanyakan jika mendengar suara tembakan.

Wanita itu berkata, "Polisi membunuh seorang pria di lingkungan kami dan kemudian mereka semua meninggalkan kami sendirian untuk melindungi diri sendiri."

Halaman:

Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemimpin Hezbollah: Perancis Jangan Bertindak Layaknya Penguasa Lebanon

Pemimpin Hezbollah: Perancis Jangan Bertindak Layaknya Penguasa Lebanon

Global
[POPULER GLOBAL]  Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden | Armenia: Turki Kirim Ahli Militer hingga Pesawat Tempur untuk Azerbaijan

[POPULER GLOBAL] Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden | Armenia: Turki Kirim Ahli Militer hingga Pesawat Tempur untuk Azerbaijan

Global
Banyak Penampakan UFO, Jepang Buat Perintah Baru untuk Pilot Militer

Banyak Penampakan UFO, Jepang Buat Perintah Baru untuk Pilot Militer

Global
WHO Akan Rilis Alat Tes Covid-19 Seharga Rp 70.000, Hasilnya Keluar 30 Menit

WHO Akan Rilis Alat Tes Covid-19 Seharga Rp 70.000, Hasilnya Keluar 30 Menit

Global
Bantah Tuduhan Berikan Pelatihan Teroris, Iran: Itu Skenario Tidak Berharga

Bantah Tuduhan Berikan Pelatihan Teroris, Iran: Itu Skenario Tidak Berharga

Global
Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong

Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong

Global
Preview: Menanti Debat Capres Pertama Trump Vs Biden

Preview: Menanti Debat Capres Pertama Trump Vs Biden

Global
Beli Ayam di Supermarket, Pria Ini Mual Temukan Sesuatu yang Menjijikkan

Beli Ayam di Supermarket, Pria Ini Mual Temukan Sesuatu yang Menjijikkan

Global
Tawarkan Hubungan Damai kepada Pakistan, Afghanistan: Sudahi Retorika Basi dan Teori Konspirasi

Tawarkan Hubungan Damai kepada Pakistan, Afghanistan: Sudahi Retorika Basi dan Teori Konspirasi

Global
Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa, Ditemukan Bersimbah Darah dan Lumpuh

Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa, Ditemukan Bersimbah Darah dan Lumpuh

Global
Kisah Perang: Momotaro, Anime yang Jadi Alat Propaganda Jepang di PD II

Kisah Perang: Momotaro, Anime yang Jadi Alat Propaganda Jepang di PD II

Global
Korsel Sebut Pejabat yang Dibunuh dan Dibakar Hendak Membelot ke Korea Utara

Korsel Sebut Pejabat yang Dibunuh dan Dibakar Hendak Membelot ke Korea Utara

Global
Dituduh Selingkuh, Paha Seorang Pria Disiram Air Mendidih oleh Pacar

Dituduh Selingkuh, Paha Seorang Pria Disiram Air Mendidih oleh Pacar

Global
Terlibat Pembunuhan Breonna Taylor, Detektif Hankison Mengaku Tak Bersalah

Terlibat Pembunuhan Breonna Taylor, Detektif Hankison Mengaku Tak Bersalah

Global
Seorang Ibu Keji Bunuh Anak 5 Tahun Setelah Insiden Telur Pecah di Teras Rumah

Seorang Ibu Keji Bunuh Anak 5 Tahun Setelah Insiden Telur Pecah di Teras Rumah

Global
komentar
Close Ads X