Gubernur Michigan: Trump Menghasut Terorisme Domestik

Kompas.com - 19/10/2020, 10:02 WIB
Gubernur Negara Bagian Michigan, Gretchen Whitmer, saat berpidato di Lansing, Michigan, pada 17 Juni 2020. MICHIGAN GOVERNORS OFFICE via APGubernur Negara Bagian Michigan, Gretchen Whitmer, saat berpidato di Lansing, Michigan, pada 17 Juni 2020.

MICHIGAN, KOMPAS.com – Gubernur Negara Bagian Michigan Gretchen Whitmer mengatakan Presiden AS Donald Trump menghasut “ terorisme domestik” menyusul teriakan “lock her up” dari massa pendukung Trump dalam kampanye pada malam sebelumnya.

Dalam kampanye di Muskegon, Michigan, AS, Sabtu (17/10/2020) malam, Trump mendesak para pendukungnya untuk mendorong Whitmer membuka kembali negara bagian itu menyusul pembatasan Covid-19.

Setelah itu, massa pendukung Trump meneriakkan “lock her up” dan Trump tertawa lalu mengatakan “lock them all up”.

Baca juga: Studi Cornell University: Presiden AS Donald Trump Pendorong Terbesar Misinformasi Covid-19

Kalimat “lock her up” mucul pertama kali pada kampanye 2016 di mana ketika kata tersebut ditujukan langsung kepada saingan Trump kala pemilu 2016, Hillary Clinton.

Whitmer mengatakan kepada Meet the Press NBC, Minggu (18/10/2020), bahwa teriakan tersebut muncul lebih dari sepekan setelah pihak berwenang mengumumkan telah menggagalkan rencana yang diduga untuk menculik Whitmer.

"Presiden melakukannya lagi dan menginspirasi dan memberi insentif serta menghasut terorisme domestik semacam ini," kata Gubernur dari Partai Demokrat tersebut.

Baca juga: Jika Kalah Pilpres, Trump: Mungkin Saya Harus Meninggalkan Negara Ini

Dia menambahkan orang-orang baik di kedua sisi perlu meredam gejolak dan tensi tinggi sebagaimana dilansir dari New Zealand Herald.

"Ini salah. Ini harus diakhiri. Ini berbahaya, tidak hanya untuk saya dan keluarga saya, tapi juga untuk pegawai negeri di mana pun yang melakukan pekerjaan mereka dan berusaha melindungi sesama rakyat AS,” sambung Whitmer.

Berbicara dalam acara This Week ABC, Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan pernyataan Trump tersebut "tidak bertanggung jawab".

Baca juga: Biden Unggul Jauh dari Trump di Polling, Jaminan Menang Pilpres AS?

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X