Studi Cornell University: Presiden AS Donald Trump Pendorong Terbesar Misinformasi Covid-19

Kompas.com - 18/10/2020, 18:30 WIB
Riset Cornell University bertajuk Coronavirus Misinformation: Quantifying Sources and Themes in the COVID-19 Infodemic Alliance for Science CornellRiset Cornell University bertajuk Coronavirus Misinformation: Quantifying Sources and Themes in the COVID-19 Infodemic

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah pendorong terbesar informasi yang salah ( misinformasi) seputar Covid-19.

Simpulan itu berasal dari penelitian yang digelar Cornell University, Amerika Serikat (AS).

Penelitian mengambil data dari sekitar 38 juta konten yang diterbitkan media tradisional berbahasa Inggris di dunia di saluran sosial pada 1 Januari hingga 26 Mei 2020.

Data juga mencakup lebih dari 1,1 juta artikel berita atau 2,9 persen dari percakapan tentang Covid-19 yang menyebarkan, memperkuat, atau melaporkan informasi keliru terkait pandemi Covid-19.

Dari lima kategori misinformasi dalam riset itu, utas misinformasi yang dapat diidentifikasi/konspirasi mengambil porsi tertinggi, yakni 46,6 persen dari total volume konten. Kategori ini mencakup 11 sub-topik utama.

Sementara, kategori Trump Mentions mencakup 37,9 persen dari seluruh percakapan misinformasi, sedangkan Trump-Only sebesar 10,3 persen.

Kategori Trump Mentions mencakup semua penyebutan Presiden AS Donald Trump dalam seluruh percakapan misinformasi, sebagai cara untuk mengukur penonjolan Trump dalam infodemik Covid-19.

Sementara, kategori Trump-Only merepresentasikan volume dan frekuensi artikel yang menyebut Presiden Trump dalam konteks misinformasi, tetapi tidak menyebutkan topik spesifik lain pada saat bersamaan.

"Hal ini memperkuat kesimpulan bahwa Presiden Amerika Serikat kemungkinan merupakan pendorong terbesar dari misinformasi infodemik Covid-19," tulis riset bertajuk "Coronavirus Misinformation: Quantifying Sources and Themes in the COVID-19 Infodemic" itu.

Hanya 16,4 persen dari percakapan misinformasi bersifat “pengecekan fakta”. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar informasi yang salah terkait Covid-19 disampaikan oleh media tanpa pertanyaan atau koreksi.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X