Terkejut Korut Luncurkan Senjata Baru, Korsel Ingatkan Perjanjian Anti-Bentrokan Senjata

Kompas.com - 11/10/2020, 17:07 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya Ri Sol Ju (sisi kiri), berpose dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-sook di Gunung Paektu Kamis (20/9/2018) setelah pertemuan. AFP/Pyeongyang Press CorpsPemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya Ri Sol Ju (sisi kiri), berpose dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-sook di Gunung Paektu Kamis (20/9/2018) setelah pertemuan.

SEOUL, KOMPAS.com - Sehari setelah Korea Utara meluncurkan senjata strategis dan taktis baru pada parade militer, Korea Selatan mendesak Korea Utara untuk tetap berpegang pada perjanjian yang melarang bentrokan senjata antara negara tetangga, pada Minggu (11/10/2020).

Parade besar-besaran pada Sabtu (10/10/2020), memperingati 75 tahun berdirinya Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara

Acara diisi dengan Korea Utara memamerkan berbagai senjata baru, di antaranta rudal balistik antarbenua (ICBM) dan peluru kendali balistik berbasis kapal selam (SLBM).

Baca juga: Kim Jong Un Minta Maaf untuk Sulitnya Hidup di Korea Utara

Melansir Reuters pada Minggu, Gedung Biru kepresidenan Korea Selatan mengatakan pihaknya langsung mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional, untuk membahas senjata dan pidato pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam perayaan itu.

"Kami menekankan berbagai kesepakatan yang dibuat antara Selatan dan Utara untuk mencegah konflik bersenjata dan perang," katanya dalam sebuah pernyataan.

Meski pun, Kim berjanji dalam pidatonya untuk terus membangun kekuatan militernya, dia berharap negara komunis itu tetap dapat bergandengan tangan untuk menjaga perdamaian, bahkan setelah pandemi virus corona berakhir.

Baca juga: Ceritakan Kesulitan Korea Utara, Kim Jong Un Menangis

Dalam pemberitaan sebelumnya, parade militer perayaan 75 tahun berdirinya Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongtang berlangsung dengan emosional.

Kim mulai membahas mengenai kesulitan yang tengah dihadapi Korea Utara sepanjang tahun, mulai dari sanksi internasional akibat uji coba senjata, terjangan banjir, topan, hingga dampak virus corona.

Selain itu, dia juga menawarkan kata-kata lebih bersahabat kepada Korea Selatan, di mana dia berharap bisa "menggenggam tangan" tetangganya tersebut, jika pandemi berakhir.

Pawai dan pidato itu digelar tidak lama berselang, setelah sebulan kedua negara tetangga ini berselisih tentang pembunuhan seorang pejabat perikanan Korea Selatan, oleh pasukan Korea Utara setelah dia hilang.

Baca juga: Inilah Rudal Balistik Antar Benua Terbaru Korea Utara

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Global
Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Global
Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Global
Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Global
Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Global
PM Thailand Menangkan Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

PM Thailand Menangkan Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

Global
Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Global
Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Global
Iran Ancam Akan Serang UEA, Jika Diserang AS Lewat Negara Teluk Itu

Iran Ancam Akan Serang UEA, Jika Diserang AS Lewat Negara Teluk Itu

Global
Selir Thailand Sineenat Terancam Digulingkan Lagi Pasca Ratusan Foto Seksual Beredar

Selir Thailand Sineenat Terancam Digulingkan Lagi Pasca Ratusan Foto Seksual Beredar

Global
Inggris Jadi Negara Pertama yang Setuju Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech

Inggris Jadi Negara Pertama yang Setuju Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech

Global
[POPULER GLOBAL] Curhat Pramugari Korban PHK Jualan Elpiji untuk Sambung Hidup | Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

[POPULER GLOBAL] Curhat Pramugari Korban PHK Jualan Elpiji untuk Sambung Hidup | Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

Global
Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal

Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal

Global
Model Semi-Telanjang Berjoget di Piramida Mesir, Langsung Diciduk Polisi

Model Semi-Telanjang Berjoget di Piramida Mesir, Langsung Diciduk Polisi

Global
Uni Eropa Alokasikan Dana Rp 341 Miliar Lebih untuk Program Baru ASEAN Atasi Covid-19

Uni Eropa Alokasikan Dana Rp 341 Miliar Lebih untuk Program Baru ASEAN Atasi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X