Gadis Kasta Dalit Tewas Diperkosa, Aktivis yang Berunjuk Rasa Ditangkap Aparat India

Kompas.com - 30/09/2020, 19:22 WIB
Seorang aktivis India berdebat dengan seorang petugas polisi sebelum ditahan oleh polisi selama protes di New Delhi, India, Rabu, 30 September 2020. Pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan sekelompok pria terhadap seorang gadis dari kasta terendah Dalit di India telah memicu kemarahan di seluruh dunia. Negara dengan beberapa politisi dan aktivis menuntut keadilan dan pengunjuk rasa berunjuk rasa di jalanan. AP/Altaf QadriSeorang aktivis India berdebat dengan seorang petugas polisi sebelum ditahan oleh polisi selama protes di New Delhi, India, Rabu, 30 September 2020. Pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan sekelompok pria terhadap seorang gadis dari kasta terendah Dalit di India telah memicu kemarahan di seluruh dunia. Negara dengan beberapa politisi dan aktivis menuntut keadilan dan pengunjuk rasa berunjuk rasa di jalanan.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerkosaan dan kematian seorang gadis 19 tahun dari kasta rendah Dalit di India memicu kemarahan besar di seluruh negeri itu pada Rabu (30/9/2020).

Melansir Associted Press, para aktivis yang menuntut keadilan memenuhi jalan dan beberapa dari mereka ditangkap oleh aparat.

Kasus pemerkosaan terhadap gadis 19 tahun itu merupakan yang terbaru dari serangkaian kasus serupa yang kerap terjadi di India.

Diwartakan Kompas.com sebelumnya, Selasa (29/9/2020) seorang gadis remaja kasta Dalit tewas diperkosa oleh empat pria dari kasta tinggi pada Senin (14/9/2020) di pusat negara bagian distrik Hathras, Uttar Pradesh.

Korban ditemukan di lapangan luar rumahnya dalam kondisi tanpa busana, berlumuran darah dan lumpuh dan tulang belakang yang patah.

Baca juga: Seorang Polisi Salahkan Korban Pemerkosaan di Pakistan, Tuai Protes Nasional

Korban masih hidup ketika ditemukan dan tewas 2 pekan kemudian, setelah berjuang keras melawan cedera serius.

Sementara para pelakunya, menurut keterangan polisi setempat sudah ditahan.

Kepala menteri Uttar Pradesh, Yogi Adityanath pada Rabu memerintahkan tim investigasi khusus untuk menangani kasus tersebut dan mengatakan bahwa pelaku akan diadili di pengadilan jalur cepat.

Di New Delhi, polisi menahan beberapa aktivis wanita setelah mereka mencoba berbaris di jalan meneriakkan slogan-slogan menentang Adityanath dan Perdana Menteri Narendra Modi. Para demonstran membawa plakat bertuliskan "Hentikan budaya pemerkosaan."

Sebelumnya pada Selasa kemarin, ratusan pengunjuk rasa dari Bhim Army, sebuah partai yang memperjuangkan hak-hak Dalit, memadati rumah sakit di New Delhi dan berdesakan dengan polisi.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Global
Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Global
Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Global
'Jemur Kelamin', Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

"Jemur Kelamin", Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

Global
Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Global
CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Global
Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Global
Pasangan Lanjut Usia Wariskan Rp 100 Miliar Lebih kepada Para Tetangganya

Pasangan Lanjut Usia Wariskan Rp 100 Miliar Lebih kepada Para Tetangganya

Global
Jutaan Warga Australia Tidak Sanggup Bayar Biaya Perawatan Medis

Jutaan Warga Australia Tidak Sanggup Bayar Biaya Perawatan Medis

Global
Wallaroo 'Bandel' Diselamatkan dari Sungai Usai Susah Payah Dikejar Polisi

Wallaroo 'Bandel' Diselamatkan dari Sungai Usai Susah Payah Dikejar Polisi

Global
'Pawang Cuaca' China Akan Mencakup Area Lebih Luas dari Wilayah India

"Pawang Cuaca" China Akan Mencakup Area Lebih Luas dari Wilayah India

Global
Ini Dia Terowongan Bawah Laut di Kepulauan Faroe dengan Kedalaman 187 Meter

Ini Dia Terowongan Bawah Laut di Kepulauan Faroe dengan Kedalaman 187 Meter

Global
Seorang Remaja Palestina Tewas ketika Bentrok dengan Tentara Israel

Seorang Remaja Palestina Tewas ketika Bentrok dengan Tentara Israel

Global
Ilmuwan Rusia Dituduh Berkhianat, Bocorkan Data Pesawat Hipersonik

Ilmuwan Rusia Dituduh Berkhianat, Bocorkan Data Pesawat Hipersonik

Global
komentar
Close Ads X