Seorang Polisi Salahkan Korban Pemerkosaan di Pakistan, Tuai Protes Nasional

Kompas.com - 15/09/2020, 07:21 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

LAHORE, KOMPAS.com - Pihak berwenang Pakistan menangkap seorang tersangka pada Senin (14/9/2020) dalam kasus pemerkosaan berkelompok, yang memicu protes nasional.

Melansir AFP pada Senin (14/9/2020), sebuah kasus pemerkosaan memicu protes setelah seorang pejabat polisi terlihat menyalahkan korban karena dia mengemudi pada malam hari tanpa pendamping laki-laki.

Pendapat pejabat polisi itu mendorong ratusan wanita turun ke jalan di kota-kota di seluruh Pakistan pada akhir pekan lalu, untuk memprotes setelah seorang wanita diperkosa di depan 2 anaknya ketika mobilnya kehabisan bahan bakar di dekat kota timur Lahore.

Baca juga: Berhubungan Seks dengan Pelaku Pemerkosaan, Sipir Penjara Ditangkap

Kepala Menteri Provinsi Punjab Usman Buzdar mengatakan salah satu dari 2 tersangka dalam kasus tersebut adalah Shafqat Ali, yang telah ditangkap.

"DNA-nya cocok, dan dia telah mengakui kejahatannya," kata Buzdar dalam unggahan di Twitter.

Seorang pejabat senior polisi mengkonfirmasi penangkapan itu, menambahkan bahwa perburuan sedang berlangsung untuk tersangka kedua.

Menyusul insiden pekan lalu, kepala polisi Lahore Umar Sheikh menyampaikan pengunduran dirinya, setelah menyatakan pemerkosaan itu setidaknya sebagian adalah kesalahan korban dan ia mendapatkan reaksi marah para warga.

Sheikh meminta maaf pada Senin (14/9/2020).

Baca juga: Ungkap Kasus Pemerkosaan Putrinya, Ibu Ini Malah Diusir Keluarganya

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dalam wawancaranya dengan saluran TV swasta Pakistan 92 News mengatakan harus ada hukuman yang menakutkan untuk kejahatan seks.

“Seharusnya ada penggantungan umum, tapi sayangnya ketika saya berdiskusi tentang itu saya diberitahu bahwa tidak ada penerimaan internasional untuk itu, dan Uni Eropa telah memberi kami status GSP untuk perdagangan dan ini bisa mempengaruhi itu,” katanya.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X