Guru TK Ini Punya Tato di Sekujur Tubuh, Orang Tua Murid Protes

Kompas.com - 26/09/2020, 14:19 WIB
Seorang guru TK di Perancis, Sylvain, terancam kehilangan pekerjaannya karena mendapat protes dari orang tua murid akibat tato di seluruh tubuhnya. Screengrab BFM TV via Oddity CentralSeorang guru TK di Perancis, Sylvain, terancam kehilangan pekerjaannya karena mendapat protes dari orang tua murid akibat tato di seluruh tubuhnya.

ESSONNE, KOMPAS.com – Seorang guru taman kanak-kanak ( TK) di Perancis, Sylvain, terancam kehilangan pekerjaannya karena orang tua murid keberatan dengan tato di sekujur tubuhnya, termasuk wajahnya.

Guru yang mengajar di sebuah TK di Essonne, Perancis, tersebut memiliki akun di Instagram dengan nama Freaky Hoody sebagaimana dilansir dari Oddity Central, Rabu (23/9/2020).

Baru-baru ini, guru berusia 35 tahun tersebut mengunjungi saluran televisi Perancis BFM TV untuk mengeluh tentang risiko kehilangan pekerjaan karena penampilannya.

Dia mengklaim bahwa atasannya telah memintanya untuk tidak lagi mengajar anak-anak setelah setelah menerima keluhan dari orang tua murid tentang penampilannya yang tidak biasa.

Baca juga: Tato Maukah Kamu Menikah denganku?, Cara Unik Seorang Pria Lamar Kekasihnya

Rupanya, orang tua murid yang protes tersebut ini bahkan tidak memiliki anak di kelas yang dia ajar.

Mereka hanya memiliki masalah dengan tatonya, yang menutupi sebagian besar tubuhnya, termasuk wajah, dan bahkan bola matanya.

“(Penampilan saya) adalah masalah bagi sebagian orang, bahkan sangat sedikit (orang). Ini seperti satu orang tua dari 1.000 orang, dan mereka adalah orang tua dari anak-anak yang bahkan tidak ada di kelas saya,” kata Sylvain.

Dia menambahkan orang tua murid dari anak-anak yang dia ajar bahkan tidak mempermasalahkan penampilannya.

Baca juga: Seniman Tato Meksiko Tawarkan Tato Gratis Bertuliskan Penyintas Covid-19

Sylvain mengatakan, dia tidak diperbolehkan lagi mengajar di TK tempat dia mengajar karena anggota Kementerian Pendidikan Perancis tidak mau lagi berurusan dengan keluhan orang tua.

Dia menambahkan bahwa tatonya tidak memengaruhi kemampuan mengajarnya. Sylvain berujar bahwa dia selalu melakukan pekerjaannya dengan kemampuan terbaiknya.

Tetap saja, ada yang menganggap bahwa Sylvain tidak mendapat tempat dalam sistem pendidikan, terutama di sekitar anak-anak.

Baca juga: Rayakan Ultah Ke-103 Tahun, Nenek Ini Bikin Tato Pertamanya

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Global
Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Global
Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Global
Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Global
Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Global
Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Global
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Global
Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Global
Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Global
Bunuh Korban dengan Racun 'Napas Iblis' Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Korban dengan Racun "Napas Iblis" Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Global
Virus Corona Makin Parah di AS, Naik Hampir 100.000 Kasus dalam 24 Jam

Virus Corona Makin Parah di AS, Naik Hampir 100.000 Kasus dalam 24 Jam

Global
Demo Nigeria Merembet ke London, Ratusan Pedemo Turun ke Jalan

Demo Nigeria Merembet ke London, Ratusan Pedemo Turun ke Jalan

Global
Tragedi Penembakan Siswa Sekolah di Kamerun, 8 Murid Tewas

Tragedi Penembakan Siswa Sekolah di Kamerun, 8 Murid Tewas

Global
Jusuf Kalla Menyaksikan Penandatanganan Kerja Sama Pembangunan Museum Nabi Muhammad

Jusuf Kalla Menyaksikan Penandatanganan Kerja Sama Pembangunan Museum Nabi Muhammad

Global
komentar
Close Ads X