Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Iran Diselimuti Rasa Takut Usai Serangan ke Israel

Kompas.com - 15/04/2024, 15:56 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Penulis: Youhanna Najdi/DW Indonesia

TEHERAN, KOMPAS.com - Setelah serangan ke Israel, banyak warga Iran dilaporkan khawatir bahwa situasi yang bergejolak tersebut akan menyebabkan eskalasi serangan antara kedua negara.

Warga pun bersiap hadapi kemungkinan serangan balasan dari Israel.

Sejumlah pakar yang memantau perkembangan di Iran telah menyuarakan kekhawatirannya soal potensi respons Israel terhadap serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal Iran akhir minggu.

Baca juga: Kesaksian Warga Israel yang Melihat Langsung Serangan Iran

Mereka memperingatkan, bahwa kedua belah pihak dapat dengan cepat melancarkan aksi balas-membalas serangan yang berbahaya.

Dalam siaran untuk kantor TV pemerintah, Komandan Garda Revolusi Iran, Jenderal Hossein Salami, mengatakan bahwa Teheran telah memasuki "persamaan baru", yang berarti bahwa setiap serangan Israel atas kepentingan, aset, pejabat, atau warga Iran akan mendapat balasan dari wilayah Iran.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Mohammad Hossein Bagheri, juga memperingatkan respons Iran akan jauh lebih besar dibanding aksi militer pada Sabtu (13/4/2024) jika Israel melakukan aksi balasan terhadap Iran.

Layaknya mempertegas posisi pemerintah, sebuah mural muncul pada Lapangan Palestina di Teheran, Iran. Mural yang ditulis dalam bahasa Persia dan Ibrani itu berisikan frasa: "Tamparan berikutnya akan lebih dahsyat”.

Baca juga: Setelah Serangan Iran, Israel Sebut Akan Menahan Diri

Sentimen anti-Israel dalam DNA Iran

Kepada DW, seorang jurnalis Iran yang berbasis di Berlin, Hamed Mohammadi, mengatakan kalau Iran mengandalkan cara-cara militer untuk menunjukkan kekuatan, setelah tewasnya tujuh perwira tinggi dalam kejadian yang disebut Teheran sebagai sebuah serangan terhadap kedutaanya di Damaskus pada awal April 2024.

"Sentimen anti-Israel ada dalam DNA Republik Islam (Iran). Dengan pendekatan ini, konflik di wilayah tersebut akan meningkat secara bertahap," ujarnya.

"Eskalasi belakangan ini menandai fase baru, yang secara efektif memberi Israel lampu hijau untuk memberikan tindakan yang lebih agresif, bahkan di dalam wilayah Iran," ungkap Hamed.

Tetapi, banyak warga Iran yang merasa khawatir dengan ancaman konflik yang meningkat.

Mereka pun bersiap menghadapi kemungkinan serangan balasan Israel ke kota-kota di Iran.

Pada Minggu (14/4/2024), Departemen DW bahasa Persia mengamati beberapa unggahan di media sosial yang menunjukkan antrean panjang di sejumlah pom bensin. Hal ini dilakukan warga Iran untuk mengantisipasi kenaikan harga bensin secara tiba-tiba.

Swalayan juga dipenuhi oleh pembeli yang memborong kebutuhan pokok berupa beras dan roti, dan mata uang Iran, rial, sempat jatuh ke rekor terendahnya terhadap dolar AS di pasar terbuka, demikian menurut laman pemantau valuta asing Bonbast.

Baca juga: Ukraina Mengeluh, Barat Banyak Bantu Israel Saat Diserang Iran

Warga Iran rasakan ketidakpastian masa depan

Seorang penulis dan analis Iran, Soroush Mozaffar Moghadam, melakukan kontak dengan sejumlah warga Iran lewat jejaring media sosial selama beberapa jam usai serangan tersebut. Dia mengatakan bahwa banyak orang yang tampak kebingungan, takut, cemas dan ragu-ragu.

"Di antara mereka yang saya ajak berkomunikasi, terkait konsekuensi soal serangan balasan militer Israel ke Iran, rasa pesimistik soal masa depan dan ketidakpastian menjadi emosi yang paling dominan” kata Moghadam, yang telah meninggalkan Iran karena protes anti-pemerintah tahun 2022.

Moghadam meyakini bahwa sebagian besar warga Iran tidak mendukung kebijakan resmi Republik Islam (Iran), tetapi merasa tidak berdaya untuk melakukan perubahan.

"Satu orang yang saya ajak bicara, seorang pemuda, menekankan bahwa dia melihat tidak ada kepastian akan masa depan dan percaya bahwa kebanyakan orang tidak dapat mempengaruhi perilaku agresif dari pemerintah,” ungkapnya.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

 Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Global
Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Global
Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Global
Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Global
Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Global
Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Global
Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Global
Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Global
Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Global
China 'Hukum' Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

China "Hukum" Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

Global
UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

Global
Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Global
AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

Global
Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Global
3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com