Presiden Korea Selatan Ingin Akhiri Perang dengan Korea Utara

Kompas.com - 23/09/2020, 18:53 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama. AFP/Pyeongyang Press CorpsPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama.

SEOUL, KOMPAS.com - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyatakan, dia ingin mengakhiri perang dengan Korea Utara demi membangun dialog.

Dalam pidatonya saat Sidang Umum PBB, Moon menuturkan bahwa upaya mengakhiri Perang Korea bisa memberikan jalan bagi denuklirisasi dan perdamaian.

Ajakan untuk berdamai itu dilontarkan Moon Jae-in bertepatan dengan 70 tahun dimulainya Perang Korea, yang berakhir dengan gencatan senjata di 1953.

Baca juga: Nasib Tragis Para Anak Tahanan Perang Korea, Status Sosial Rendah dan Cuma Boleh Kerja Kasar

Perjanjian antara pasukan PBB yang dipimpin AS, China, dan Korea Utara itu memang mengakhiri baku tembak yang terjadi selama tiga tahun.

Namun, gencatan senjata itu hingga saat ini tak pernah digantikan perjanjian damai. Sehingga secara teknis dua Korea masih berperang.

"Waktunya sudah tiba untuk menghapus tragedi yang melingkupi Semenanjung Korea. Perang harus diakhiri demi kebaikan bersama," kata dia.

Dilansir The Sun Selasa (22/9/2020), relasi dua Korea tengah memburuk meski Moon sudah beberapa kali bertemu Pemimpin Korut, Kim Jong Un, sejak 2018.

Moon mengakui "harapan" rekonsiliasi harus terkubur menyusul kolapsnya pertemuan Kim dan Presiden AS Donald Trump pada Februari 2019 di Vietnam.

Presiden "Negeri Ginseng" sejak 2017 itu menuturkan, hanya deklarasi berakhirnya Perang Korea yang bisa menjadi katalis proses perdamaian.

Baca juga: Hilang 70 Tahun, Jenazah Tentara AS Saat Perang Korea Ditemukan Trump di Korut

Menurutnya, dengan menyatakan bahwa perang telah berhenti, maka pintu bagi perdamaian permanen di Semenanjung Korea akan terjadi.

Halaman:

Sumber The Sun
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X